DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Pemersatu emak-emak


__ADS_3

Area dewasa ya... jadi yang di bawa umur harap minggir dulu 😄.


...****************...


"Mas," pekik Tiara dan matanya terbuka ketika Alex menarik selimutnya begitu saja hingga teronggok di lantai.


Glek.


Alex susah payah menelan salivanya, saat mengetahui pemandangan yang bersembunyi di balik selimut tadi.


Sungguh sudah lama ia tak melihat pemandangan yang bisa membangkitkan phyton dari sarangnya.


Tiara sendiri semakin merasakan gugup, apalagi melihat mata suaminya yang sekarang sedikit memerah dengan nafas memburu. Dan ia tau jika kini suaminya itu mulai di selimuti kabut gairah.


Hingga beberapa detik, ada seringai di bibir Alex. "Sayang, apa kau sekarang sedang menggodaku? Hmm!"


Tiara hanya bisa meremas gaun tipis yang sekarang sedang Ia kenakan. Mana mungkin ia mengatakan iya, meskipun kenyataan memang begitu.


Tidak ada jawaban dari mulut Tiara, tapi Alex cukup mengetahuinya dari pipi istrinya yang sekarang bersemu merah dan tidak berani menatapnya.


"Aku tau apa yang ingin kamu katakan." Alex yang kemudian mulai menyusuri wajah Tiara dengan punggung tangannya.


Tiara merasakan tubuhnya sedikit meremang ketika merasakan sentuhan yang sesungguhnya ia sukai. Dan perlahan mulai memejamkan matanya untuk menikmati sensasi itu.


Alex segera beranjak dan mengungkung wanita yang sekarang pasrah akan tindakannya selanjutnya.


Di awali dari kecupan di kening, di kedua kelopak matanya, hingga kedua pipinya. Kemudian Alex mendekat ke arah telinga Tiara. "I love you," bisik nya.


Kelopak mata indah itu kemudian terbuka. Meskipun yang ia dengar hanya tiga kata, tapi sungguh itu membuatnya begitu bahagia. Tiga kata yang mengandung banyak kebahagiaan.


Bibir Tiara ingin sekali membalas kata indah itu, tapi apa daya bibirnya rasanya keluh untuk hanya sekedar mengucapkan I love you too.


"Hey, kenapa kamu menangis?" Alex yang melihat mata istrinya itu sedikit mulai berair. Tapi Tiara hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku tau kamu merasakan hal yang sama, karena tidak mungkin kamu bertahan hingga detik ini bersamaku. Apalagi sekarang kita memiliki dua putra yang tampan sepertiku," ucap Alex.


Tiara yang awalnya terharu, kini ia terkekeh setelah mendengar kenarsisan suaminya, meskipun suaminya itu memang tampan.

__ADS_1


"Apa kau tidak percaya?" protes Alex yang merasa istrinya itu mengejeknya.


"Percaya," jawab Tiara cepat. "Mana mungkin aku tidak percaya, kalau Mas jelek mana mungkin aku mau menikah dengan Mas."


"Apa sekarang kau sedang merayuku?"


Mata Tiara membulat mendengar ucapan suaminya. "Ti-tidak."


"Benarkah?"


Tiara menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, karena kamu sudah bersikap baik maka akan aku berikan hadiah."


Alex kemudian menyambar bibir pink Tiara begitu saja. Melum*nya dengan perlahan untuk menikmati rasa manis yang ia rasakan.


Hingga beberapa detik kemudian, cumb*an itu semakin terasa panas. Hingga menimbulkan ingin merasakan hal yang lebih jauh lagi.


Tangan Alex bahkan sudah tidak bisa diam. Menyentuh, meremas setiap lekuk tubuh istrinya yang ia lewati.


Hawa panas sudah menyelimuti kedua manusia yang sedang menikmati gairah, bahkan dinginnya malam dan pendingin ruangan tidak mampu untuk mendinginkan gelora yang mereka rasakan.


Hingga beberapa saat, Alex sudah berhasil menyingkirkan lingerie Tiara. Bahkan gaun mahal itu sudah tidak berbentuk di lantai. Dan dirinya yang juga sama-sama polos.


Desah*n Tiara semakin sering terdengar, ketika Alex sudah melahap dua aset miliknya secara bergantian. Dua bulatan yang sekarang mejadi milik El.


Saat mulutnya masih sibuk menghabiskan sumber makanan milik El, dengan perlahan tangannya menelusuri tubuh indah itu terus kebawah hingga menemukan titik pusat istrinya.


"Akh," Tiara tersentak ketika merasakan sesuatu memasukinya.


Alex hanya tersenyum samar mendengar suara istrinya yang terdengar merdu saat ini. Ia memainkan jari tengahnya di area lembab itu. Bahkan semakin lama Alex semkin cepat mempermainkannya.


Tiara semakin lama semakin merasakan tubuhnya memanas karena permainan Alex, rasanya ada sesuatu yang mendesak di pusat intinya.


"Mas," Tiara mencengkeram kepala Alex yang masih setia di dadanya.


"Berteriak lah, sayang. Aku sangat senang mendengarnya." Hingga di detik berikutnya ia merasakan cairan hangat yang mulai merembes di inti Tiara.

__ADS_1


Sedangkan Tiara, tubuhnya lemas seketika saat mendapatkan pelepasan pertamanya.


"Sayang, apa kamu menyukainya?" Alex memberikan jeda untuk istrinya agar beristirahat sebentar.


Tiara hanya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alex, bagaimana mungkin ia bisa menjawab pertanyaan seperti itu. Konyol sekali menurutnya.


Alex hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya yang sekarang begitu menggemaskan. "Sayang, ini hanya pemanasan. Kita masih belum ke permainan intinya," bisik Alex tepat di telinga Tiara dan sedikit menggigitnya.


Tanpa aba-aba Alex segera melanjutkannya, meraup bibir pink itu kemudian melum*tnya. Cumb*an itu terus turun melewati leher jenjang yang sekarang sudah tak semulus sebelumnya, karena sudah di penuhi oleh tanda kepemilikannya.


Di saat melewati dua bulatan, Alex masih saja mempermainkannya. Membangkitkan gairah sangat empunya agar berkobar kembali.


Setelah puas, ternyata Alex terus menyusuri tubuh indah itu hingga kebawah dan menemukan titik pusat istrinya.


Sejenak Alex menghentikan aksinya, dan menatap pemandangan indah di depan matanya. Sungguh memang indah dan nikmat bila dia nanti akan memainkannya dengan mulutnya.


Tiara menggelengkan kepalanya saat melihat suaminya tepat berada di kedua pahanya. "Mas, jang ... ahh."


Belum sempat Tiara mencegahnya, wajah Alex sudah terbenam di sana. Tangannya mencengkeram erat sprei, menyalurkan rasa yang luar biasa.


"Sayang..." Racau nya. Bahkan kepalanya hingga mendongak ke atas ketika di bawah sana ia merasakan hisapan dan gigitan kecil yang di berikan suaminya.


Alex juga merasakan hal yang sama, tubuhnya semakin memanas di bakar oleh gair*h.


"Sayang, aku menginginkannya." Tiara yang memang sudah tidak tahan menahan rangsang*an dari suaminya. Apalagi saat dengan sengaja Alex menekan biji kecil yang hanya sebesar kacang hijau.


Alex hanya menyeringai mendengar perkataan istrinya, baru sekarang Tiara berani meminta. "Seperti permintaanmu, sayang."


Tidak menunggu waktu lama, Alex kemudian bangkit dan memposisikan phyton tepat di depan pintu rumahnya.


"Ahh..." Des*han keluar begitu saja dari mulut Tiara saat Alex begitu saja menghentak untuk memasukinya.


Tidak hanya Tiara, Alex pun menggeram merasakan miliknya yang sekarang sudah berada di dalam sana. Rasanya masih seperti dahulu sempit.


Beberapa saat kemudian Alex mulai memacu dirinya, untuk mencari kenikmatan dunia yang selama beberapa bulan ini tidak ia rasakan.


Malam semakin larut tapi tidak mengurangi hawa panas sepasang manusia yang sedang mencari kenikmatan itu. Hingga beberapa menit kemudian Alex merasa inti Tiara semakin mencengkeram phyton, dan ia tau bahwa sebentar lagi istrinya itu akan mencapai puncaknya.

__ADS_1


"Sayang tunggulah aku." Semakin cepat Alex menghentak dan di detik berikutnya ia membenamkan nya sedalam mungkin ketika ia dan Tiara sama-sama mencapai puncak pelepasannya, dan semuanya hening.


Kabur..... 😁


__ADS_2