DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Aku Paling Tampan


__ADS_3

Sore menjelang malam, mobil yang di kendarai Tomy memasuki kawasan mansion. Hingga akhirnya berhenti tepat di depan pintu mansion.


Semua orang sudah turun dari mobil, tapi anak laki-laki kecil itu terdiam di dalam mobil. "Ayo kita turun," ajak Tiara.


Namun anak itu masih terdiam. Tiara mengulurkan tangannya. "Di sini kamu aman, tidak akan ada yang menyakiti," bujuk Tiara dengan tersenyum.


Hingga akhirnya anak itu meraih tangan Tiara dan turun dari mobil. Semua orang berjalan beriringan masuk ke dalam mansion, dan terlihat Pak Tito yang berdiri di ambang pintu untuk menyambut kedatangan majikanya.


"Selamat datang kembali Nona," ujar Pak Tito saat jarak Tiara sudah dekat.


"Terima kasih Pak Tito," sahut Tiara dengan tersenyum. Kemudian melanjutkan jalanya seraya menggandeng tangan anak itu.


Pak Tito hanya menatapnya dengan tanya, tentang siapa anak kecil yang di bawa majikanya.


"Pak Tito, tolong siapkan pakaian ganti dan makanan untuk anak itu," titah Mommy yang segera di laksanakan oleh Pak Tito.


Tiara segera berjalan mengajak anak itu untuk menuju kamar tamu.


"Sayang nama kamu siapa?" tanya Tiara setelah mengajaknya duduk di ranjang.


Anak itu hanya menatap wajah Tiara yang sekarang sedang menatapnya untuk menunggu jawaban. Kemudian mengarahkan pandanganya ke semua orang yang berada di dalam kamar itu. Dan mereka semua juga sedang menatapnya untuk menanti jawaban.


"Hei," Tiara mencoba menyadarkan lamunan anak kecil itu dengan membelai pipi bulat-nya. Dan berhasil, anak itu kembali mengarahkan pandanganya Tiara. Kemudian menggelengkan kepalanya.


Tiara dan semua orang di dalam kamar bingung dan saling pandang. Mereka heran kenapa anak kecil itu bisa tidak tahu namanya.


"Apa kamu tidak tahu nama kamu?" tanya Tiara lagi, dan anak itu membenarkan.


Tiara yang tadi sempat terkejut, kemudian tersenyum. "Ya sudah, tidak apa-apa."


***


Tiara dengan telaten memandikan anak kecil itu, setelah tadi Pak Tito memberikan pesanan mommy.


Padahal tadi Alex mencegah istrinya itu agar tidak melakukanya dan menyuruh bibi saja, tapi istrinya bersih keras ingin melakukanya.


"Nah ... sekarang kamu sudah tampan," puji Tiara ketika anak kecil itu sudah bersih dan berpakaian rapi.


Sedangkan Alex tidak suka mendengar itu. "Sayang, jangan memujinya." cetus Alex dengan raut wajah yang menggambarkan ketidak sukanya.


Perhatian Tiara seketika beralih pada suaminya. "Kenapa, Mas?" Heran Tiara.


"Karena akulah yang paling tampan," ucap Alex dengan sombongnya.


"Mas, dia kan masih kecil," Tiara yang menatap jengah suaminya.

__ADS_1


"Tetap saja dia laki-laki." Alex yang masih tidak terima.


Tiara hanya memutar bola matanya malas, mendengar celotehan suaminya. "Baiklah, baiklah, Mas yang paling tampan." Tiara lebih memilih mengalah.


"Tentu, apalagi aku adalah orang kaya." Sombong Alex yang mulai naik satu tingkat.


Tiara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alex. Kalau ada mommy dan papa pasti mereka sudah akan mengolok-oloknya, sayang mereka sudah beristirahat di kamarnya.


Sedangkan Anak kecil itu hanya menatap bingung dengan perdebatan suami istri itu dengan hal yang tidak jelas.


Tiara kembali mengarahkan pandangan pada anak kecil itu. "Ya sudah, ayo makan dulu," ujar Tiara seraya mengambil piring yang berisi nasi dan lauk pauk di atas nakas.


Dengan telaten Tiara menyuapinya. Sedikit demi sedikit makanan di piring itu mulai berkurang, hingga beberapa saat habis tak tersisa. "Pinter," puji Tiara saat anak itu menghabiskan makanannya. "Sekarang minum," seraya memberikan segelas air putih. Dan lagi-lagi anak itu menghabiskannya tidak tersisa. Sepertinya dia sudah tidak makan berhari-hari.


"Ya sudah, kamu tidur dulu." Tiara yang merebahkan anak itu dan kemudian menyelimutinya. " Selamat malam," ucap Tiara dan kemudian pergi dari kamar itu bersama Alex.


***


Di dalam kamar, Alex sudah berbaring di ranjangnya. Menunggu istrinya yang sedang mandi seperti biasanya, ritual wajib sebelum tidur.


Klek.


Tiara sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar dan mengenakan daster selutut kesukaannya.


"Aku menunggumu," jawab Alex dan memiringkan tubuhnya menghadap Tiara. Tangannya mulai mengelus perut Tiara, ingin merasakan gerakan dari anaknya yang seharian ini belum dia rasakan.


"Kenapa?" Tiara yang juga memiringkan tubuhnya ke kiri untuk menghadap Alex. Posisi uang nyaman, menurut Tiara.


"Apa kau senang mendapatkan mainan baru?"


"Mainan apa?" tanya Tiara balik.


"Itu tadi anak kecil yang kau bawa pulang."


"Mas, dia bukan mainan," protes Tiara. "Tapi kalau senang, memang iya." ucap Tiara dengan tersenyum.


"Kenapa kau senang?"


"Entahlah, tapi pertama kali aku melihatnya, rasanya aku sudah menyukainya." Tiara tersenyum mengingat kejadian sore tadi.


Alex mendengus melihat itu.


"Mas, tenanglah. Kamu tetap yang pertama di hatiku." Tiara yang mencoba merayu suaminya, karena tahu Alex sedang merajuk. Setelah Tiara mengatakan itu pipinya bersemu merah. Baru pertama kali Tiara mengatakan itu, dan itu kepada suaminya, rasanya. Aneh.


"Benarkah?" tanya Alex yang sekarang raut wajahnya berubah sumringah.

__ADS_1


Tiara menganggukkan kepalanya, toh dirinya sudah terlanjur malu, jadi biarkan saja sekalian. Yang penting suaminya merasa senang.


Alex segera memeluk istrinya. "Apa kau tau! Aku sangat tidak suka jika kau memuji laki-laki lain," ucap Alex yang masih memeluk Tiara.


"Tapi dia anak kecil Mas," protes Tiara. Yang sesekali mulutnya menguap dan matanya yang mulai terasa panas.


"Tetap saja dia laki-laki."


"Baiklah, baiklah. Mas memang yang tertampan," ujar Tiara dengan lirih.


"Nah, itu kenyataanya. Dan tidak sekedar Hoax."


Tiara mengangguk-anggukkan kepalanya. Rasanya ngantuk sudah mulai menderanya.


"Dan nanti anak kita jika laki-laki, pasti juga akan tampan sepertiku. Karena ketampanan ku ini asli tidak operasi plastik," jelas Alex.


Tiara hanya diam.


"Bahkan artis-artis di luar sana saja iri melihat ketampanan ku." Setelah mengatakan itu, Alex terkekeh.


Tapi sedetik kemudian, Alex baru menyadari istrinya yang tidak menanggapinya. Dengan perlahan Alex melonggarkan pelukannya, agar bisa melihat wajah ayu Tiara.


"Astaga, dia sudah tertidur," gumam Alex. Saat melihat mata Tiara yang sudah terpejam dan terdengar dengkuran halus.


"Jadi aku tadi bicara sendiri!" Monolog Alex. "Padahal aku mau menagihnya," imbuhnya dengan sedikit kesal. Hingga beberapa detik kemudian Alex memutuskan untuk menyusul Tiara ke alam mimpi, dengan memeluknya erat.


*


*


Pagi hari seperti dulu, Tiara mulai menyiapkan keperluan suaminya. Karena hari ini Alex kembali bekerja.


Setelah itu Tiara keluar untuk melihat anak kecil yang kemarin di bawanya pulang. Saat Tiara mengintip dari balik pintu, ternyata anak itu masih tertidur. Akhirnya Tiara memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.


Ternyata Alex sedang memakai pakaian yang di siapkan oleh istrinya. Tiara segera mendekat ke arah Alex, saat suaminya itu mengulurkan tangannya yang menggenggam dasi.


Dengan cekatan Tiara memakaikan dasi. "Sudah," ucapnya. Ketika dasi itu sudah terpakai dengan rapi.


Tapi Alex justru melingkarkan tangannya pada pinggang Tiara. Hingga Tiara tidak bisa untuk menjauh.


"Aku kemarin malam ingin menagih kesepakatan kita," bisik Alex di telinga Tiara. Yang membuat mata Tiara membulat, dan tubuh yang meremang.


...----------------...


JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN. TERIMA KASIH, SEMOGA SEHAT SELALU. AMIN 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2