DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Menginap Di Kantor.


__ADS_3

Tiara masih memalingkan wajahnya ke arah lain, rasanya malu sekali untuk mengakui bahwa dirinya sedikit tidak suka jika suaminya di kelilingi oleh wanita-wanita ****.


"Apa kau cemburu?" Tanya Alex lagi, yang semakin menggoda Tiara.


"Tidak," jawab Tiara yang masih enggan menatap wajah suaminya.


Alex semakin mengulum bibirnya agar tidak tertawa.


Grep.


Tiba-tiba Alex memeluknya dari samping, untuk masuk dalam pelukannya.


"Om ...." Pekik Tiara. "Nanti ada yang lihat," tutur Tiara seraya mencoba melepaskan pelukan Alex. Tapi Alex semakin mengerat pelukannya.


Cup.


Cup.


Cup.


Alex berkali-kali menghadiahi Tiara kecupan di pipi, gemas sekali melihat tingkah Istrinya.


"Akh ...." Teriak Tiara yang kaget, karena Alex yang mengangkat tubuhnya untuk duduk di pangkuan Alex. Dengan posisi duduk menyamping di paha Alex.


Alex melingkarkan kedua tangannya di pinggang Tiara, dan menyenderkan kepalanya di salah satu bahu Tiara.


"Maaf," ucapnya tiba-tiba dengan sendu.


Tiara yang merasa aneh akan ucapan suaminya, seketika sedikit memiringkan kepalanya untuk menatap wajah Alex.


"Maaf untuk apa Om?" Tanya Tiara.


"Maaf untuk semua perbuatan ku yang kasar dulu terhadapmu," ucapnya sendu. Dengan semakin mengeratkan pelukannya.


Tiara menghembuskan nafasnya pelan. "Om, sudah jangan di bahas lagi. Semuanya sudah berlalu," jawab Tiara.


Alex segera menarik kepalanya untuk bisa melihat wajah Tiara. "Apa kau pernah membenciku?" Tanya Alex lagi.


Tiara mengarahkan pandanganya pada Alex. "Mungkin dulu pernah sedikit, tapi sekarang sudah tidak lagi," jawabnya dengan tersenyum.


"Betapa bodohnya aku dulu," batin Alex.


Klek.


Pintu ruangan Alex di buka dari luar.


"Tuan ini--" ucapan Riko terhenti saat tau bahwa dirinya datang di waktu yang tidak tepat.


Sontak saja Alex dan Tiara seketika menoleh ke arah Riko yang masuk tanpa permisi.


Tiara yang merasa tidak enak dengan Riko segera berniat untuk turun dari pangkuan Alex, tetapi Alex menahannya.


Alex menatap tajam Riko. "Apa kau tidak bisa ketuk pintu sebelum masuk?" Ucapnya dingin.


"Maaf Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," dengan cepat Riko menutup kembali pintu ruangan Alex.


"Kenapa Pak Riko?" Tanya Sheryl dengan mengulum senyumnya melihat wajah Riko yang di tekuk.


"Kenapa kau tidak bilang kalau ada Nyonya Bos di dalam," semburnya.

__ADS_1


"Ha ha ha ha," seketika tawa Sheryl keluar juga.


Riko dengan kesal kembali ke ruang kerjanya. "Padahal tadi Bos yang minta cepat-cepat selesaikan laporan," gerutunya.


Di ruangan Alex.


"Apa kau membawa makanan untukku?" Tanya Alex saat melihat bekal di depannya.


"Iya, tadi aku sempat memasak sebentar sebelum datang kemari," jelas Tiara.


Tiara segera bangun dari pangkuan Alex dan menyiapkan makan untuk suaminya.


"Apa kau tidak makan?" Tanya Alex.


"Tadi sepulang sekolah sudah makan," jawab Tiara.


Alex dengan lahap menyantap makanan yang di masak Tiara.


"Apa tadi di sekolah terjadi sesuatu?" tanya Alex di sela-sela makanya.


Sebenarnya Alex juga menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengawasi Tiara selain Tomy, tapi Alex ingin mendengar penjelasan dari Tiara langsung.


"Hmm," jawab Tiara yang ada di samping Alex.


"Apa?" Tanya Alex lagi dengan menatap Tiara.


"Alan sudah tau kalau Tiara sama Om udah nikah," jelas Tiara yang juga menatap Alex.


"Bagaimana bisa?"


"Alan sudah curiga, jadi sekalian Tiara jujur saja. Tiara juga sebenarnya juga tidak Tega membohongi Alan, karena Alan juga teman yang baik," jawab Tiara.


"Apa kau sudah tidak takut jika orang tau kalau kau sudah menikah?" Tanya Alex.


Tiara menggelengkan kepala dengan senyum manis sebagai jawaban.


Alex sungguh senang dengan jawaban Tiara.


Hingga beberapa saat Alex sudah menyelesaikan acara makan malamnya.


"Tunggulah sebentar, aku akan menyelesaikan pekerjaanku sedikit lagi," ucap Alex seraya berjalan ke arah meja kerjanya.


"Iya," sahutnya.


Tiara mengedarkan pandanganya untuk melihat ruang kerja Alex, ada rak yang cukup besar berisi buku-buku tebal dan beberapa dokumen. Juga ada kaca besar untuk dapat melihat pemandangan ibu kota, dan ada sebuah ruangan di balik rak dengan pintu yang tertutup.


Kata sebentar yang di ucapkan Alex nyatanya sampai jam 23.00 baru selesai.


Bahkan Tiara sudah tertidur di sofa.


Alex yang melihat seketika menghampirinya, berjongkok di depannya dan merapikan beberapa anak rambut yang terburai di wajahnya.


"Maaf, kau sampai tertidur ...." Ucapnya lirih.


Alex segera menggendong Tiara ala bridal style, untuk menuju kamar istirahatnya yang berada di belakang rak.


Dengan hati-hati Alex merebahkan Tiara di atas ranjang, setelah selesai Alex segera menghubungi Riko dan Sheryl untuk menyuruhnya pulang.


Alex merebahkan diri di samping Tiara setelah tadi membersihkan diri, Alex menatap Tiara yang sedang terlelap. "Pasti kau tidak nyaman tidur dengan pakaian seperti ini," gumamnya.

__ADS_1


Padahal ada udang di balik batu.


Alex segera turun dari ranjang dan mengambil kaos di lemari. Alex memang menyediakan beberapa baju untuk dia perlukan sewaktu-waktu.


Dengan hati-hati Alex membuka resleting Tiara yang berada di punggung, dengan lihai Alex berhasil meloloskan dress Tiara hingga terlepas.


Gleg.


Alex dengan susah paya membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering.


Alex mencoba melepaskan pengait br* yang di kenakan Tiara hingga terlepas. dengan segera Alex memakai kan kaos yang dia ambil tadi. Kaos itu terlihat kebesaran di tubuh Tiara.


Setelah selesai Alex kembali merebahkan dirinya di samping Tiara, Tiara bahkan tidak terbangun sama sekali dengan kelakuan suaminya tadi.


Alex berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa, Alex memiringkan tubuhnya dan juga tubuh Tiara hingga berhadapan.


"Rasanya ada yang kurang," Alex bermonolog.


Hingga matanya menatap pada dada Tiara. "Nah ketemu," ucap Alex sumringah.


Dengan cepat Alex menyingkap kaos Tiara hingga ke atas dada dan menemukan apa yang ia cari.


Alex menarik selimut hingga sepinggang Tiara, dan memulai Aksinya seperti kemarin malam.


*


*


Di tempat lain Caca dan Rey masih terjaga karena mendiskusikan masalah mereka di apartemen Caca.


"Uncle, bagaimana kalau kita batalkan saja rencana kita?" Saran Caca.


Rey seketika menatapnya horor. "Gak bisa, gue dah terlanjur bilang sama Mama," jawabnya.


"Tapi ini secara tidak langsung juga menyakiti Tante Mona," sahut Caca.


Rey terdiam.


"Kita cuma tunangan dulu, gak langsung nikah. Nanti kalau gue dah nemuin cewek yang gue suka, gue nikah sama dia," ujarnya.


Caca mendengus mendengar ucapan Rey.


"Uncle memanfaatkan anak kecil kalau begitu," cetus Caca.


"Ck," Rey berdecak mendengarnya.


"He, kita sama-sama saling membutuhkan. Lo butuh bantuan buat dapetin cowok incaran lo, dan gue butuh lo jadi tunangan gue. Jadi impas kan," jelas Rey. "Lagian gue juga gak bakalan tertarik sama anak kecil," ejek Rey.


Caca hanya mendengus.


"Aku juga gak suka sama Om Om," cetus Caca.


Mata Rey mendelik. "Hei, gue bukan Om Om," elaknya.


"Cih, bukan Om Om tapi pria tua yang nggak laku-laku," cibir Caca.


...----------------...


Jangan lupa vote, like, dan komen. Semoga sehat selalu. Aminnn 😊

__ADS_1


__ADS_2