
Saat di lorong apartemen, Rey melihat Tiara yang masuk ke dalam apartemen Caca. Sejak mamanya meminta untuk kembali pulang ke rumah, Rey sudah tidak pernah tidur di apartemen. Hanya sesekali ke sana mengambil barang yang tertinggal.
Rey memutuskan juga ikut ke apartemen Caca.
Ting.
Tong.
Klek.
"Uncle kenapa kesini?" Caca masih kesal karena perdebatannya dengan Rey semalam.
Rey tidak menjawab, tapi langsung masuk kedalam apartemen Caca.
"Gue tadi lihat bininya Alex kesini, apa kalian mau ada acara?" Tanya Rey dengan mendudukkan dirinya di sofa. Dan Rey bisa melihat Tiara yang memakai Appron sedang memasak di dapur.
"Nggak, cuma lagi masak makan malam," jawab Caca seraya berjalan menuju dapur.
"Gue numpang makan malem juga ya ....!" teriak Rey.
"Berisik ...." sahut Caca dari dapur.
"Siapa?" tanya Tiara.
"Uncle Rey," jawab Caca.
"Kamu makin deket kayaknya," goda Tiara.
Caca melotot horor. "Nggak usah mikir macem-macem deh Ra," cetus Caca.
Tiara hanya tersenyum tipis, hingga 1 jam kemudian masakan yang ia buat di temani Caca sudah selesai dan tertata rapi di meja makan.
"Ra, Om Alex nanti kesini?" Tanya Caca.
"Iya nanti katanya juga ikut makan malam, mungkin sebentar lagi akan pulang," jawab Tiara, seraya melihat jam yang melingkar di tangannya. Menunjukkan pukul 19.10.
Tidak lama bel pintu apartemen Caca berbunyi, Rey berniat membukakan pintu. Tapi Tiara sudah berjalan terlebih dahulu ke arah pintu.
Rey melihat dari balik sofa, ternyata temanya yang datang. Terlihat dari interaksinya, Rey menyimpulkan bahwa mereka berdua sudah bisa saling menerima.
"Cieeeeeee, yang udah bucin." Goda Rey.
Seketika Alex menatapnya horor, tapi Rey hanya menampilkan wajah tanpa dosanya.
Mereka berempat akhirnya makan malam bersama di apartemen Caca, Tiara segera melayani Alex seperti biasanya. Mengambilkan nasi dan lauk pauk ke dalam piring, setelah itu menyerahkan ke pada Alex.
"Terima kasih," ucap Alex dengan sedikit senyuman. Dan di angguki Tiara juga dengan senyuman manisnya.
Rey yang menyaksikan, sempat terpaku melihat sosok Tiara yang lebih dewasa di bandingkan Caca. Bahkan matanya tak berkedip memperhatikan Tiara.
Alex yang tau dengan kelakuan Rey, sontak menatap Rey tajam. "Rey apa lo ingin gue bantu untuk ngelepasin bola mata lo dari tempatnya," ucapnya dingin.
Rey yang tahu karena ulahnya kepergok, seketika gelagapan. "A-apsih lo," sahutnya dan melanjutkan makanya.
__ADS_1
"Ada apa Om?" tanya Tiara.
"Tidak, lanjutkan saja makan mu,"
Sedangkan Caca tidak ambil pusing, masih tetap menikmati malam malamnya.
Hingga beberapa saat acara makan malam telah selesai.
Rey dan Alex mengobrol di sofa depan tv, sedangkan Tiara dan Caca memilih ke kamar.
"Ra, ponakan aku dah jadi belum?" Caca bertanya dengan berbaring bersebelahan dengan Tiara.
"Ck." Tiara hanya berdecak, Tiara mulai kesal kalau Caca membahas tentang soal itu.
"Ra, aku serius," seraya tangannya mengelus perut Tiara yang rata.
"Ca, geli tau nggak," dengan menyingkirkan tangan Caca.
"Halah ... sekarang aku yang pegang geli, tapi giliran Om yang pegang, pasti kamu keenakan," cibirnya.
Mata Tiara membulat mendengar ucapan Caca yang ambigu. "Y ampun Ca, kenapa sekarang kamu jadi eror gini," sungut Tiara.
Caca hanya nyengir menampilkan deretan giginya yang putih.
Jam sudah menunjukkan pukul 23.30. Bahkan Tiara dan Caca sudah tertidur pulas.
Tiara mengerjabkan matanya, melihat jam pada ponselnya. "Ya ampun, sudah malam ternyata," ucapnya dengan suara serak.
Tiara melihat Caca yang tertidur pulas di sampingnya, kemudian Tiara memutuskan keluar kamar untuk menghampiri Alex dan mengajaknya pulang.
Saat di ruang tengah, Tiara melihat suaminya masih mengobrol dengan Rey.
"Om, ayo pulang," ajaknya dengan sesekali mengusap matanya di balik kaca mata.
Alex dan Rey yang sedang mengobrol, seketika menoleh ke arah Tiara.
Tiara hampir saja terjatuh, karena kakinya yang tersandung lipatan karpet. Dengan sigap Alex segera berdiri dan menangkap tubuh Tiara ke dalam dekapannya.
Alex segera menggendong Tiara, yang di lihatnya masih dalam keadaan mengantuk. Tiara segera mengalungkan tangannya ke leher Alex, dan menyerukkan wajahnya ke dadang bidang Alex yang terasa nyaman dengan mata terpejam kembali.
"Apa masih mengantuk?" Tanya Alex.
"Hmm," gumam Tiara menganggukkan kepalanya dengan mata terpejam dan posisi yang sama.
Alex hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan, ingin sekali Alex mengecup bibir Tiara yang berada dalam gendongannya. Tapi beru saja Alex mendekatkan wajahnya.
"Ehm," deheman Rey menghentikan aksi Alex.
"Ck," Alex hanya berdecak kesal.
"Ya udah gue pulang dulu, lo juga cepat pulang. Jangan nginep di apartemen orang," sindir Alex. Baru saja kaki Alex melangkah tapi berhenti saat di depan Rey. "Gue mau lanjutin dulu di rumah," ucap Alex dengan seringai.
"Sialan lo," umpat Rey pada Alex yang sudah keluar dari apartemen Caca.
__ADS_1
Alex memutuskan pulang ke mension, sebelumnya tadi mengambil tas sekolah dan seragam Tiara di apartemennya.
Beberapa hari berlalu.
Tiara dan Alex juga semakin lengket, tapi berbeda jika dengan Alan. Alan semakin menjauh dengan Tiara, karena Alan yang kecewa karena penantiannya yang harus tak terbalaskan.
Tapi Caca sedikit lebih dekat dengan Alan karena bantuan Rey, Caca memutuskan untuk menerima tawaran Rey dan akan bertunangan setelah lulus sekolah.
Mommy dan Papa yang juga sudah kembali ke mension.
Dan hari ini bertepatan hari Minggu, Tiara sejujurnya ingin pergi ke Panti Asuhan. Karena sejak dirinya menikah 2 minggu yang lalu, Tiara belum sempat ke panti asuhan lagi.
"Om ... apa hari ini sibuk?" tanya Tiara ragu-ragu.
Sekarang Tiara dan Alex sedang bersantai di balkon kamar mereka, setelah tadi selesai sarapan bersama.
Alex menoleh ke arah Tiara. "Memangnya kenapa?"
"Uhm ... Tiara mau ke panti asuhan, sudah lama tidak mengunjungi adik-adik di sana," jelasnya.
"Memang jam berapa mau ke sana?" tanya Alex yang secara tidak langsung mengiyakan permintaan Tiara.
"Bagaimana kalau berangkat jam 10.00." Usul Tiara.
Alex melihat jam di pergelangan tangannya, pukul 09.00.
"Ya sudah kalau begitu kita siap-siap," ujarnya seraya masuk ke dalam kamar.
Tiara menyunggingkan bibirnya membentuk senyuman, karena tidak perlu merengek pada Alex.
"Om ... Mommy sama Papa kemana?" tanya Tiara, Saat tidak mendapati kedua mertuanya ketika akan berangkat.
"Entahlah ... mungkin mereka sedang jalan-jalan," sahut Alex.
Alex dan Tiara berangkat dengan Tomy yang mengemudi, menggunakan mobil yang biasa mengantar Tiara sekolah.
Sebelum mereka ke Panti, Tiara dan Alex sempat mampir ke supermarket untuk membeli oleh-oleh.
Hingga beberapa saat Tiara dan Alex sudah tiba di Panti Asuhan. Tiara turun lebih dahulu dan Alex yang berjalan di belakangnya, sedangkan Tomy membawa barang yang tadi sempat mereka beli.
Tiara heran, tumben sekali adik-adik yang biasanya berebutan menyambutnya sekarang tidak ada, dan panti terlihat sepi.
"Kok sepi, apa mereka semua sedang keluar ya ...." Gumam Tiara, ada raut sedih di wajah Tiara.
"Mungkin mereka ada di dalam, dan tidak tahu jika kamu mau datang," ucap Alex menenangkan.
Tangan Alex merengkuh pinggang Tiara, dan berjalan masuk ke dalam panti.
Deg.
Betapa terkejutnya Tiara, saat sudah berada di dalam dalam panti. Mata Tiara seketika berkaca-kaca.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnnn.