
Bella masih saja tetap tersenyum manis kepada Mommy, padahal jelas-jelas raut wajah Mommy tidak suka dengan kedatangan-ya.
Bella mengarahkan pandanganya kepada dua gadis yang memakai hoodie warna senada itu.
"Tante, apa mereka sepupu Alex?" Tanya Bella.
Padahal Bella sebenarnya sudah tahu siapa saja sepupu Alex.
"Bu --"
"Oh ... perkenalkan saya adalah mantan kekasihnya Alex," sela Bella pada ucapan Mommy. Bahkan Bella dengan bangga menyebutkan statusnya.
Caca seketika menatap tidak suka dengan perempuan yang berada di depannya itu, dia mencium bau-bau pelakor. Apalagi targetnya adalah suami sahabatnya.
"Oh ... Tante ini mantan Om Alex, pantes!" Ucap Caca sarkas.
Mommy yang tadinya kesal dengan Bella, seketika dia urungkan. Setelah melihat akan ada yang menggantikannya untuk memberi Bella pelajaran.
Bella yang mendengar ucapan Caca dengan nada yang tidak suka, seketika merubah raut wajah-nya. "Memangnya kenapa?"
"Kena," batin Caca.
"Soalnya Om Alex lebih suka yang muda Tante lebih fresh," jawab Caca dengan tersenyum polos, seakan-akan ucapannya biasa.
Bella seketika mengepalkan tangannya, mendengar ucapan Caca.
"Oh ya !!!" Ucap Bella dengan tersenyum kaku.
Huek, huek, huek
Tiba-tiba saja Tiara merasakan perutnya bergejolak, padahal tadi dia baik-baik saja.
Sontak semua orang seketika mengalihkan pandanganya pada Tiara.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Mommy sedikit khawatir.
"Tiara ke--"
"Wah ... pasti anak Om Alex tidak suka melihat ondel-ondel tuh!" sahut Caca.
Tiga pasang mata di sana seketika membulat mendengar perkataan Caca.
Tapi berbeda dengan Bella, yang terkejut bahwa dugaannya benar. Apalagi kalau Tiara sudah hamil, dengan segera Bella pergi dari sana. "Tante, maaf saya harus pergi. Masih ada urusan," pamit Bella, bahkan Mommy belum menjawabnya.
Kini Mommy fokus kembali pada Tiara. "Sayang, apa benar kamu hamil?" Tanya Mommy dengan wajah serius.
Tiara menggelengkan kepala. "Tiara cuma kekenyangan Mom, dan mungkin tadi terlalu banyak makan sambal," jawab Tiara.
Ada raut sedikit kekecewaan di wajah Mommy setelah mendengar jawaban Tiara. "Mommy kira kamu benar-benar hamil sayang," cicit Mommy.
"Maaf Mommy," lirih Tiara.
Caca sendiri juga merasa tidak enak dalam hal ini, karena kata-katanya tadi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang, mungkin memang belum waktunya di kasih," ucap Mommy tersenyum untuk membesarkan hati Tiara. Mommy tau Tiara sekarang merasa bersalah karena ucapannya tadi.
Tiara berusaha untuk tersenyum, meskipun rasanya sekarang benar-benar tidak nyaman.
"Ya sudah ayo kita lanjutkan jalan-jalan," sela Caca, untuk mencairkan suasana.
"Ya sudah, ayo sayang," ajak Mommy pada Tiara dan Caca.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk berbelanja. Memasuki satu toko ke toko lainya. Sedangkan Tomy dengan setia berjalan mengawal mereka dan membawakan beberapa paper bag belanjaan mereka.
Hingga hari menjelang petang, mereka baru selesai berbelanja dan memutuskan untuk pulang ke mansion.
***
Setelah makan malam semuanya sudah masuk ke dalam kamar masing-masing, apalagi para wanita yang merasa lelah setelah tadi mengelilingi mall.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Alex pada Tiara yang bersandar pada sandaran ranjang dengan wajah murung.
"Aku dan Caca tadi pergi ke mall dengan Mommy," jawab Tiara yang mulai bercerita, mengeluarkan apa yang mengganjal di hatinya.
Tadi sebenarnya saat di mall, selain perkataan Mommy yang mengganjal di hatinya, juga dengan kedatangan Bella. Apalagi Tiara mengingat kalau dirinya pernah bertemu dengan Bella ketika di perusahaan Pratama.
"Ya, aku sudah tau," jawab Alex.
Tiara seketika menoleh ke arah Alex dengan tatapan tidak suka. "Berarti, Mas juga tahu aku bertemu dengan mantan Mas?" Tanya Tiara.
"Huh."
"A-aku tidak tahu untuk yang itu," lirih Alex.
Tiara hanya mendengus, mendengar jawaban Alex.
Entah kenapa Tiara sekarang begitu posesif terhadap suaminya, dan Tiara menyadari hal itu. Tapi Tiara tidak bisa mengendalikannya dan tidak tahu kenapa.
"Dia sangat cantik," ucap Tiara tiba-tiba.
"Huh," Alex menautkan kedua alisnya.
"Dia juga sangat ****," imbuh Tiara.
Alex semakin bingung dengan ucapan istrinya, hingga sedetik kemudian ujung bibirnya terangkat membentuk senyuman. Alex dapat menyimpulkan istrinya sekarang sedang cemburu.
"Sayang ...." ucap Alex seraya menarik tubuh Tiara agar masuk dalam dekapannya.
Tiara tidak menolak.
"Dengarkan aku, apa wanita itu bernama Bella?" Tanya Alex dengan mengelus rambut panjang Tiara.
Tiara menganggukkan kepalanya. "Memangnya mantan Mas ada berapa?" ketus Tiara.
Alex hanya tersenyum geli melihat sikap istrinya yang seperti itu. Menggemaskan.
"Perusahaan memang bekerja sama dengan perusahaan Bella, tapi aku sendiri tidak ikut mengambil alih. Semuanya Riko yang mengurusnya," Jelas Alex.
__ADS_1
"Kenapa Mas tidak cerita!" Tiara sedikit memukul dada bidang Alex karena merasa kesal.
"Bukan aku tidak mau cerita, aku hanya menunggu waktu yang pas," jujur Alex.
"Iya, kalau aku tidak bertemu dengan wanita itu mungkin Mas tidak akan bercerita," cibir Tiara.
"Hei ... dengarkan aku," Alex menangkup wajah Tiara agar wajah mereka saling bertemu.
"Bagiku kaulah wanita yang ter-**** dan tercantik, meskipun di awal hubungan kita di mulai dengan cara yang tidak baik, tapi aku harap hubungan kita akan berjalan dengan baik, bahkan yang terbaik," ucap Alex.
Mata Tiara seketika berkaca-kaca, sungguh Tiara terharu mendengar perkataan suaminya.
"Aku akan tetap di sisimu untuk selamanya," ucap Alex.
Dan dengan perlahan Alex mendaratkan bibirnya pada bibir Tiara, memangutnya dengan lembut. Hingga ciuman itu semakin lama semakin menuntut.
Perlahan tapi pasti Alex mulai melepaskan piyama yang di kenakan Tiara tanpa melepas ciumannya.
Hingga beberapa saat kini mereka berdua sama-sama polos.
"Ungh," lenguh Tiara saat Alex mulai memasukinya, rasanya tetap sama. Sesak.
Perlahan tapi pasti, Alex mulai menghentak nya. Mulai dari ritme pelan hingga lama-kelamaan Alex sedikit lepas kendali.
Alex menghentak dengan cepat dan keras, bahkan dua bulatan Tiara tak luput dari mulutnya. Menghisapnya dengan kuat.
Tiara sendiri hanya bisa mencengkeram pundak Alex, saat dirinya sudah merasakan ada sesuatu yang ingin meledak di bawah sana.
Alex di hentakan terakhir, membenamkannya dengan dalam. "Terima kasih," ucap Alex dengan mencium kening Tiara yang di basahi oleh keringat.
***
Alex berbaring di ranjang dengan memeluk Tiara, setelah olah raga ranjang mereka.
"Sayang aku yakin jika mereka nanti sudah ada disini," Alex menyentuh perut rata Tiara. "Pasti hasilnya akan bagus," imbuhnya.
"Bahkan benih premium saja kalah, karena punyaku adalah pertamax," celoteh Alex, dengan tersenyum.
Tidak ada tanggapan dari Tiara. Karena hanya terdengar dengkuran halus.
Alex mencoba melihat wajah istrinya. Tiara sudah terlelap.
"Pantas," ucap Alex. "Jadi aku dari tadi berbicara sendiri," imbuhnya.
"Tapi aku tadi sedikit takut, saat melihat dia cemburu," gumamnya.
Setelah itu Alex menyusul Tiara untuk terbang ke dunia mimpi.
...----------------...
...Maaf telat up hari ini, karena lagi migrain....
...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 😊...
__ADS_1