
Setelah Alex berangkat bekerja, Tiara berniat untuk kembali melihat anak kecil yang masih terlelap di kamar tamu.
Tapi baru saja Tiara akan membuka pintu, suara mommy menginterupsinya.
"Sayang, apa dia masih belum bangun?" tanya mommy.
"Ini Tiara baru mau melihatnya Mom." Tiara dengan perlahan membuka pintu kamar tamu itu. Di lihatnya dalam cahaya keremangan, anak itu mulai mengerjabkan matanya.
Tiara segera berjalan ke arah jendela dan menyingkap tirai, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam kamar.
"Kamu sudah bangun?" tanya Tiara dan duduk di pinggir ranjang.
Anak kecil itu segera mendudukkan dirinya dan menatap sekeliling kamar, merasa asing baginya. Kemudian menatap ke arah Tiara dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ya sudah ayo sekarang mandi." Tiara segera menyingkap selimut yang masih menutupi separuh tubuh anak itu.
Tiara dengan segera menggandeng tangan mungil itu, dan menuntunnya ke arah kamar mandi.
Mommy yang melihat Tiara dengan telaten memandikan anak kecil itu, seketika tersenyum. Anak yang dalam kandungannya belum keluar, tapi jiwa keibuannya sudah muncul.
Hingga beberapa saat Tiara sudah selesai memandikan dan menyuapi anak itu dengan makanan yang di bawakan oleh Pak Tito.
"Sayang, apa kamu masih tidak ingat nama kamu siapa?" tanya Tiara.
Anak kecil itu menggelengkan kepalanya. "Tidak Tante," jawabnya dengan mata bulatnya yang menatap Tiara.
Tiara kemudian menoleh ke arah mommy yang berada di belakangnya, seolah mengisyaratkan 'harus bagaimana?'
Mommy terdiam sebentar utuk memikirkan sesuatu. "Uhm, biar nanti Mommy panggil saja Dokter keluarga untuk datang kemari," ujar Mommy.
Tiara menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju dengan ucapan mommy. Kemudian mengarahkan pandanganya kembali pada anak itu. "Sayang, bagaimana kalau Tante memanggilmu dengan nama Zio saja!" Entah kenapa tiba-tiba saja nama itu melintas di pikiran Tiara.
Anak itu langsung menganggukkan kepalanya dengan senyuman terbit di bibirnya. Merasa senang Tiara memberikan nama yang bagus untuknya.
"Nama yang bagus sayang," sahut Mommy.
"Jadi mulai sekarang, nama kamu Zio." ucap Tiara dengan mengusap lembut puncak kepala anak itu dengan lembut.
"Iya, Tante."
***
Siang hari seorang laki-laki berjas putih baru saja keluar dari kamar tamu yang di tempati ZIO.
Mommy mengajaknya duduk di ruang tamu. "Bagai mana keadaanya?" tanya Mommy pada laki-laki yang berstatus Dokter keluarga Pratama itu.
__ADS_1
"Sepertinya dia pernah mengalami kecelakaan, terlihat di dahinya ada bekas luka, hanya saja sudah sembuh." jelasnya.
"Benarkah!!!" tanya Mommy yang sedikit terkejut.
Dokter itu mengangguk. "Mungkin itu salah satu penyebabnya hingga dia tidak mengetahui namanya. Untuk lebih jelas, lebih baik lakukan pemeriksaan di rumah sakit." Sebelum memeriksa Zio tadi mommy sudah menjelaskan tentang Zio yang tidak bisa mengingat namanya sendiri.
"Hm ... baiklah kalau begitu, terima kasih," ucap Mommy.
" Ck, kau ini seperti dengan siapa saja. Lagi pula ini memang sudah pekerjaanku," ujar Dokter itu seraya berdiri dari duduknya. Nyatanya Dokter itu memang teman mommy dan papa.
Mommy hanya tersenyum mendengar ucapan Dokter sekaligus sahabatnya itu.
"Ya sudah kalau begitu, aku harus kembali ke rumah sakit," pamit Dokter yang di angguki mommy.
Ketika mobil yang di kendarai sahabatnya itu sudah menghilang di balik gerbang mansion, mommy kembali berjalan masuk. Tapi baru beberapa langkah, mommy kembali berbalik saat ada mobil yang memasuki halaman mansion.
Baru saja pintu mobil itu terbuka, teriakan cempreng sudah terdengar. "Mommy ...'
Caca yang turun dari mobil seketika berhambur memeluk Mommy. "Mommy, aku merindukanmu."
Mommy juga membalas pelukan putrinya itu. "Sama, Mommy juga merindukanmu," sahut Mommy dengan menepuk pelan punggung Caca.
Mommy mengedarkan pandanganya, alisnya saling bertautan ketika hanya Caca sendirian. "Sayang, suami kamu tidak ikut?" tanya Mommy, ketika pelukannya sudah terlepas.
"Tadi ketika dari KUA, Uncle kembali ke pabrik untuk membantu Mama, Mom." jelas Caca.
"Iya Mom, untuk melegalkan pernikahan kami." jelas Caca.
"Ya ampun, Mommy lupa," ucap Mommy dengan menepuk keningnya. Mommy baru menyadari kalau pernikahan Caca dan Rey masih pernikahan siri.
Caca hanya mencibikkan bibirnya, melihat itu.
Mommy yang gemas langsung mencubit pipi Caca yang tembem.
"Aduh, aduh Mom, sakit." keluh Caca seraya mengusap pipinya.
Sedangkan mommy segera menggandeng tangan Caca untuk masuk ke dalam mansion.
Saat Caca dan Mommy masuk, ternyata Tiara dan Zio baru saja keluar dari kamar.
"Caca," panggil Tiara.
Tapi pandangan Caca justru tertuju pada Zio yang berdiri di samping Tiara. "Mom, itu siapa? tanya Caca.
"Oh ... itu Zio. Ceritanya panjang," jawab Mommy. "Nanti saja Mommy ceritakan," bisik Mommy agar tidak terdengar oleh Zio.
__ADS_1
"Uhm ...." Caca hanya bergumam mendengar itu.
"Hai ..." sapa Caca pada Zio.
Tapi Zio justru bersembunyi di belakang kaki Tiara.
"Sayang, sepertinya Zio takut padamu," ejek Mommy kemudian terkikik.
Caca mecebikkan bibirnya mendengar ucapan Mommy.
Sedangkan Tiara tersenyum geli melihat itu. "Sayang, tante ini namanya Tante Caca," ucap Tiara sambil meraih tangan Zio yang berpegangan pada kakinya.
Tapi Zio hanya mengintip dari balik kaki Tiara. Zio masih sedikit takut dengan seseorang yang baru di lihatnya. Setelah kejadian kemarin-kemarin menimpanya.
"Ya ampun bagaimana bisa seorang anak kecil takut padaku! Padahal aku gadis yang cantik, imut, cetar membahana," gerutunya.
"Sayang, sekarang kau bukan lagi gadis, tapi seorang wanita." Mommy yang mengoreksi ucapan Caca.
"Ya, ampun Mommy. Kan baru beberapa minggu aku buka segelnya," cetus Caca.
"Ya ampun Ca, ada anak kecil di sini." Tiara yang mengingatkan. Tapi Caca hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Oh ya," ucap Caca baru mengingat tujuannya datang kemari. "Ayo kita ke mall," ajaknya.
"Boleh," sahut Mommy dengan semangat. Sudah lama Mommy tidak menikmati waktu bersama dengan kedua putrinya.
Tiara sendiri juga setuju dengan itu. Dengan segera Tiara mengirim pesan pada suaminya.
Caca mengedarkan pandanganya. "Mom, papa kemana?" saat tidak melihat Papa Nathan.
"Oh ... Papa sedang di perusahaan," jawab Mommy.
***
Di perusahaan Alex yang menerima laporan perusahaan dari Riko selama di tinggalnya, harus terhenti karena notif pesan pada ponselnya.
Alex melirik benda pipih itu yang berada di mejanya. Tertera nama istrinya di sana yang mengirim pesan. Saat di buka, ternyata istrinya yang izin pergi ke mall dengan Mommy dan Caca.
Alex mendengus melihat itu, tapi bagaimana lagi. Kalau saja Alex tidak sedang bekerja, dia akan menyusul istrinya. Jujur saja Alex takut istrinya terkontaminasi dengan Caca dan mommy-nya yang kadang-kadang sedikit di atas rata-rata.
Seketika Alex mengingat tentang Zio. "Riko, coba kamu selidiki tentang anak laki-laki yang sekarang berada di mansion." Alex memperlihatkan foto Zio pada ponselnya yang dia ambil secara diam-diam.
"Baik Tuan."
...----------------...
__ADS_1
JANGAN LIPA VOTE, LIKE DAN KOMEN. TERIMA KASIH, SEMOGA SEHAT SELALU. AMINN