
Alex meringkuk di ranjangnya dengan memeluk baju Tiara, rasa bersalah sungguh menggerogoti hati-nya setelah tadi mendengarkan penjelasan Andrian.
"Sayang ...." lirih Alex dengan suara bergetar. Ada setetes cairan bening yang lolos dari pelupuk matanya.
"Maafkan aku sayang, maafkan daddy," ucapnya berulang-ulang.
Sungguh sekarang Alex benar-benar merasakan sakit yang teramat dalam karena rasa penyesalan.
Hanya memeluk baju Tiara yang bisa ia lakukan, berharap Tiara juga bisa merasakan rasa penyesalannya.
Bahkan semua barang Tiara masih tertata rapi di kamarnya.
Hingga beberapa saat Alex terlelap, Alex masih meringkuk dengan baju Tiara yang berasa di dekapannya.
Pak Tito yang berada di luar kamar, sedikit khawatir dengan keadaan tuan muda-nya. Pasalnya mulai dari pulang tadi sudah tidak keluar kamar lagi, dan tidak memanggilnya untuk memerlukan sesuatu.
*
*
Tiga bulan berlalu, tapi Tiara dan Caca masih belum juga di ketemukan.
Alex rasanya benar-benar ingin putus asa. Apalagi mommy yang sudah tidak mau lagi menginjakkan kakinya ke mansion sebelum Tiara dan Caca kembali. Bahkan mommy juga tidak pernah menghubungi Alex, mommy rasanya juga benar-benar kecewa dengan anaknya itu.
Meskipun mommy sudah tau kebenaranya dari Riko.
Rey sendiri juga terus mencari keberadaan Caca meskipun masih belum membuahkan hasil. Apalagi sekarang Rey sangat di sibukkan oleh pekerjaannya. Karena dua bulan lalu Rey sudah mengambil alih usaha peninggalan ayah-nya.
Seperti sekarang Rey harus pergi ke keluar kota, untuk meninjau langsung pabrik yang beberapa hari ke depan akan di bukanya. Rey akan membuka cabang pabrik makanannya di sana.
Rey tidak sendiri, Rey di temani Dino orang kepercayaannya. Umur Dino tidak jauh beda dengan Rey. Hingga di luar pekerjaan Dino bisa menjadi teman yang baik untuk Rey.
Sedangkan Mama Mona juga masih berharap Caca akan kembali dan melanjutkan pertunangannya dengan Rey.
Saat siang hari di cuaca yang terik, Rey dan Dino baru saja selesai meninjau pabrik yang akan segera di buka-nya dalam waktu dekat ini. "Din ayo kita cari makan dulu, gue dah laper," ajak Rey.
"Ok,".sahut Dino.
Hingga mobil yang di kendarai Dino melaju membelah jalanan yang cukup ramai siang itu.
Hingga beberapa saat mobil Dino berhenti di salah satu mall yang cukup besar di kota itu.
Rey menautkan kedua alisnya. "Ngapain kita ke mall?" heran Rey.
"Makan, kan tadi katanya mau makan," sahut Dino seraya mematikan mesin mobil. Saat mobilnya sudah terparkir di parkiran mall. "Sambil cuci mata," imbuh Dino sebelum turun dari mobil.
"Ck," Rey hanya berdecak melihat kelakuan Dino. Rasanya itu seperti sifat dirinya dulu sebelum mengenal Caca. Tapi sekarang di hatinya sudah terisi penuh oleh Caca, hanya Caca.
Rey dan Dino berjalan masuk ke arah mall, mereka mendapat perhatian sendiri dari kaum hawa yang berada di sana. Karena wajah Rey yang tampan blesteran dan Dino yang juga tidak kalah tampan. Apalagi postur tubuh mereka yang sempurna dengan roti sobek yang tersembunyi di balik bajunya.
Rey dan Dino akhirnya memilih salah satu foodcourt, yang menyediakan makanan pedas. Lagi-lagi hanya kesukaan Caca yang di ingat Rey.
Rey duduk di meja samping tembok kaca pembatas foodcourt, hingga dirinya bisa melihat lalu lalang orang yang berkunjung di mall. Sedangkan Dino pergi memesan makanan untuk mereka berdua.
Di saat Rey menunggu Dino yang belum kembali memesan makanan, mata Rey tidak sengaja menangkap keberadaan seseorang, dan itu seorang gadis.
Rey dapat melihat jelas gadis itu yang berada salah satu toko, karena kaca pembatas itu transparan.
Rey menatapnya lekat, rasanya ada getaran sendiri di dadanya. Gadis berambut curly dengan warnah coklat terang, memakai baju rajut berlengan panjang dan rok mini di atas lutut. Dengan memakai sepatu mini boot heels menyempurnakan tampilannya, meskipun hanya riasan tipis yang ia pakai.
__ADS_1
(seperti ini kira-kira)
Rey dapat melihat jelas gadis itu ketika dia melewati foodcourt yang ia tempati.
Deg.
Rey sejenak terpaku. Kemudian Rey segera berlari keluar dari foodcourt, bahkan Dino yang memanggilnya tidak ia dengarkan.
Rey terus berlari untuk mengejar gadis itu, dan mengedarkan pandanganya ke segala arah.
Rey sedikit kesulitan untuk mencarinya di saat pengunjung mall yang semakin ramai. Rey segera mengambil ponsel-nya dan melakukan panggilan. Hingga beberapa saat panggilan itu tersambung.
"Gue lihat Caca di kota xxx," ucap Rey setelah tersambung panggilannya. Dan langsung menutupnya.
Rey mengingat gadis tadi memasuki toko dvd. "****," umpat Rey saat telat menyadarinya. Bahwa Caca selalu tak lepas dari drakor-nya.
Rey terus berlari ke sana ke mari, hingga pandanganya menangkap sosok yang sempat ia lihat tadi.
Gadis yang di kira Caca oleh Rey itu terus berjalan, sesekali matanya menoleh ke arah toko-toko yang ia lewati.
Langkah Rey semakin dekat dengan gadis itu. "Caca," teriak Rey menggema hingga orang-orang di sana juga menoleh ke arah Rey.
Gadis itu seketika menghentikan langkahnya, dan dengan perlahan membalikkan badannya.
Seketika tiba-tiba gadis itu berlari menuju pintu keluar mall. Rey sendiri juga berlari mengejarnya, tapi sayang gadis itu sudah pergi dengan mobil mini cooper bewarna merah.
"Sial, lihat saja sebentar lagi aku akan menangkap mu sipit dan jangan harap kau bisa pergi lagi dariku," gumamnya.
"Rey, lo kenapa lari kesini?" tanya Dino menghampiri dengan nafas yang tersengal.
"Gue tadi hampir aja nangkap maling," sahut Rey.
Dino terkejut mendengarnya. "Lo kemalingan! Apa yang dia curi?" tanya Dino sedikit panik.
"Huh!"
***
Sedangkan Alex yang tadi mendapatkan telefon dari Rey, seketika memanggil Riko ke ruangannya.
"Riko urus perusahaan untuk beberapa hari, dan pesankan aku tiket untuk ke kota xxx sekarang juga," perintah Alex saat Riko sudah berada di ruangannya.
"Tap-"
"Jangan banyak bertanya Riko," sela Alex dan menatap Riko dingin. Alex yakin jika ada Caca pasti juga ada Tiara.
Akhirnya Riko hanya bisa menuruti perintah tuan-nya. "Baik, tuan," ucapnya lemah.
Sudah beberapa bulan Sheryl dan Riko keteteran mengerjakan pekerjaan Alex dan sekarang akan di tinggal pula, makin lengkaplah kesengsaraan Riko.
Hingga beberapa saat Alex sudah berada di dalam pesawat menuju kota yang Rey sebutkan tadi. "Kita pasti akan ketemu sayang," ucapnya lirih seraya memandang foto Tiara yang tidur terlelap dalam ponsel Alex. Alex mengambilnya diam-diam di saat Tiara terlelap setelah olah raga ranjang mereka, hanya wajah Tiara yang terlihat di pelukan dada bidang Alex, dengan terbungkus selimut sampai lehernya. Ada sedikit senyuman di bibir Alex saat mengingat itu. "Daddy datang."
*
*
Hingga malam tiba, Alex akhirnya sampai dan memutuskan chek in di hotel yang sama dengan Rey.
Mereka memutuskan untuk berpencar mencari Tiara dan Caca agar lebih besar peluang ketemunya.
Tapi di saat Rey mencarinya di mall lainya, Rey tidak sengaja bertemu seseorang, tetangganya dulu. "Lo Rey kan!" tanya-nya.
__ADS_1
Rey menautkan kedua alisnya mengingat siapa pria di hadapannya ini. Tidak butuh waktu lama Rey sudah mengingatnya. "Lo, Farhan kan!" seru Rey.
Farhan menganggukkan kepalanya dan langsung menjabat tangan Rey. "Apa kabar!"
"Baik," sahut Rey dengan menjabat tangan Farhan.
"Bukanya lo masih tinggal di Jakarta?" tanya Farhan.
"Iya, gue kesini urusan pekerjaan dan mencari seseorang."
"Siapa?" tanya Farhan penasaran.
"Calon istri gue, main tapi gak pamit," ujar Rey sambil terkekeh.
"Widih ... mau nikah dong, lo!"
"Ya begitulah," sahut Rey.
"Kalau begitu ayo mampir ke tempat usaha gue, siapa tau calon istri lo ada di sana," ujar Farhan.
Rey sedikit menimbang-nimbang, tapi benar juga ucapan Farhan. Siapa tau Caca berada di sana. Hingga akhirnya Rey menyetujui permintaan Farhan. "Ya sudah, ayo."
Mereka berdua akhirnya menuju tempat usaha Farhan dengan mobil masing-masing. Hingga beberapa saat mereka sampai di klub malam. "Jadi ini usaha lo?" tanya Rey.
Farhan menganggukkan kepalanya. "Ya sudah, ayo masuk," ajak Farhan.
"Mana mungkin Caca berada di sini," gumam Rey, seraya berjalan beriringan dengan Farhan.
Jam sudah menunjukkan pukuk 23.30.
"Ramai juga tempat lo," ujar Rey. Sambil memperhatikan pengunjung yang mulai memadati klub. Dengan cahaya yang meremang dan dentuman musik yang memekakkan telinga.
"Iya, begitulah. Sejak gue punya Dj cewek baru," ujar Farhan. "Padahal baru satu bulan dia kerja di sini," imbuhnya.
Rey menganggukkan kepalanya mendengar penuturan Farhan.
"Dj cewek itu namanya Falisa, masih mudah lagi. Orangnya cantik banget, gue dapetin Dj itu karena di kenalin sama Dj gue satunya namanya Radit. Berhubung dia cewek jadi dia main di jam awal," jelas Farhan sambil menenggak minuman yang berwarna putih kekuningan. Terasa sedikit panas saat melewati tenggorokan.
Begitupun Rey, juga melakukan hal yang sama.
"Bentar lagi dia main," ujar Farhan seraya melihat jam tangan yang berada di tangannya.
Hingga tak lama, suara seseorang yang tadi di bicarakan terdengar di telinga.
"Selamat malam, semuanya ...!" teriak Falisa dengan mic yang berada di tangannya.
Seketika semua pandangan tertuju padanya. Termasuk Rey dan Farhan yang berada di meja depan bartender. "Are you ready ...?" teriak Falisa lagi.
"Ready ...!" teriak semua pengunjung.
Kemudian dentuman musik yang menggoda untuk bergoyang mulai terdengar, apalagi yang di mainkan adalah genre trance.
Rey menajamkan penglihatannya saat mendengar suara yang begitu familiar. Dari meja Rey sekarang dapat melihat dengan jelas Dj yang sedang memainkan musiknya.
Gadis muda yang memakai atasan sabrina dengan rambut yang terkuncir kuda, memperlihatkan leher dan pundak mulusnya. Dengan headphone yang menempel pada telinganya. Gadis itu meliuk-liukkan tubuh langsingnya mengikuti dentuman musik yang ia mainkan. Bahkan mata semua laki-laki tak lepas menatap ke arahnya.
Hingga beberapa saat kemudian Rey menggertakkan giginya, saat mengetahui siapa Dj Falisa itu. Dengan cepat Rey bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Falisha. Bahkan Farhan sendiri bingung dengan sikap Rey.
Saat Rey sudah di samping Falisa, sektika Rey mencekal tangan Dj itu, dan membuat gadis cantik itu menoleh ke arah Rey. "Akhirnya, gue nemuin lo. Caca Falisa Anggara," ucap Rey dengan menatap tajam.
"Un-uncle."
__ADS_1
...----------------...
...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn 😊...