
Di pagi buta yang masih menyisakan udara dingin menembus kulit terlihat seorang gadis masih bergelut di bawah selimut.
Jarang sekali Tiara bangun telat seperti ini, tapi karena semalam dirinya tidak bisa tidur memikirkan sebentar lagi status dalam hidupnya akan berubah.
Ting.
Tong.
Ting.
Tong.
Bel apartemen Tiara terus berbunyi.
Sedangkan di dalam kamar Tiara sedang menggeliat karena merasa terganggu dengan suara bel yang sedari tadi terus berbunyi. "Ya ampun siapa pagi-pagi begini yang mengganggu orang tidur," gerutunya.
Dengan mata yang setengah terpejam dan jalan terseok seok Tiara membuka pintu apartemen.
Klek.
"Siapa?" ucap Tiara yang masih setengah ngantuk.
Glek.
Sedangkan laki-laki yang di depannya hanya menelan ludahnya kasar melihat penampilan Tiara yang begitu **** menurutnya.
Tiara yang hanya mengenakan baju tidur berbahan satin agak tipis, bahkan apa yang ada di balik bajunya samar terlihat. Dan celana tidur yang hanya sebatas bawah bokong, 2 kancing baju atas yang terbuka memperlihatkan belahan dadanya.
Dengan susah payah dia menguasai dirinya kembali. "Ehm ... saya di tugaskan untuk menjemput Nona Tiara, silahkan Nona bersiap," ujarnya.
Tiara yang mendengar suara seorang laki-laki di depannya sontak mengembalikan semua nyawanya yang tadi sempat berkelana.
Dengan mata yang membulat sempurna,
"Aaahhhhhhh," teriak Tiara saat menyadari asisten Riko yang pagi-pagi datang ke apartemennya. Dengan cepat.
Brakk.
Tiara menutup pintu apartemennya, karena penampilannya sekarang tidak untuk di lihat orang lain. Berlari ke kamar dan masuk kedalam bathroom membersikan diri, sesaat Tiara baru ingat kalau pagi hari ini dirinya akan menikah dengan seseorang yang membencinya. "Huft ... kenapa dunia ini sangat tidak adil," gumamnya.
Sedangkan di depan pintu Riko masih menunggu, 'Mungkin Nona Tiara sedang bersiap' pikirnya. Riko tidak berani membayangkan hal lain di luar kapasitasnya sebagai asisten, karena itu tandanya dia akan mengkhianati kepercayaan tuannya.
Tidak lama.
Klek.
Pintu apartemen Tiara terbuka, menampilkan Tiara yang memakai gaun soft pink berlengan pendek dan panjang selutut. Rambutnya di biarkan tergerai, Dan kacamata bulat yang bertengger di hidungnya. Membuat Tiara semakin manis.
"Maaf bisakah kak Riko menunggu sebentar," ujarnya. Tiara mengikuti Caca yang memanggilnya dengan sebutan 'Kak'. "Saya mau ke Caca sebentar," imbuhnya.
"Baiklah Nona, saya akan tunggu di sini." jawabnya.
Tiara melangkahkan kakinya ke apartemen Caca, tanpa menekan bel Tiara langsung memasukkan pasword dan masuk ke dalam, Tiara berfikir jam segini pasti Caca masih tidur apalagi libur sekolah.
Nyatanya saat Tiara masuk ke dalam kamar Caca baru saja selesai mandi, Tiara hanya menaikkan sebelah alisnya heran melihat Caca yang sudah bangun jam segini.
"Tumben," ucap Tiara.
__ADS_1
Caca yang mendengar ucapan Tiara langsung menoleh dan tersenyum. "Aku gak sabar lihat kamu nikah, jadi aku ga. mau ketinggalan. Bahkan aku kemarin malem dah telfon salon langganan aku, kalau aku mau dateng pagi-pagi." Ujarnya panjang lebar dengan antusias.
"Ck," Tiara hanya berdecak mendengar penuturan Caca.
"Ca, nanti bawa laptop aku sekalian yah, soalnya aku dah di jemput kak Riko," ucapnya. Karena Tiara hanya memakai sling bag untuk menaruh ponsel dan dompet.
"Untuk apa?" tanya Caca bingung.
"Udah bawa aja, ya udah kalau begitu aku berangkat dulu," pamitnya.
"Oh ... ok," jawab Caca.
Setelah itu Tiara berjalan keluar untuk menemui Riko. "Maaf kak, harus menunggu lama," ucap Tiara saat sudah di depan Riko dengan rasa tidak enak.
"Tidak apa-apa Nona, apakah bisa kita berangkat sekarang?" tanya Riko.
Tiara hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Setelah itu mereka berjalan untuk menuju Riko memarkirkan mobilnya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena hari yang masih pagi membuat jalan tampak lenggang tanpa hambatan.
Di dalam mobil, Tiara yang duduk di kursi penumpang belakang hanya diam dan meremas tangannya bergantian. Semakin dekat dengan mension Alex, semakin besar pula gugup yang menderanya.
Beberapa saat mobil masuk ke pekarangan mension Alex, hingga mobil berhenti tepat di depan pintu mension.
Klek.
Seseorang dengan setelan jas hitam membukakan pintu untuk Tiara. "Silahkan Nona," ucapnya.
Tiara segera turun dari mobil. "Terima kasih," ucap Tiara. Tapi orang itu hanya menganggukkan kepalanya, orang itu adalah pengawal yang di tugaskan Alex untuk menjaga keamanan selama nanti acara berlangsung.
Tiara berjalan pelan memasuki mension, meskipun bukan pertama kalinya tetap saja dia masih sungkan. Tiara mengarahkan pandanganya, seketika matanya membulat sempurna.
"Nona silahkan ikuti saya," ucap Riko yang melihat Tiara hanya terdiam.
"Eh, i-iya," sahut Tiara.
Riko mengarahkan Tiara ke salah satu kamar. "Nona silahkan masuk, di dalam akan ada MUA yang membantu Nona untuk bersiap," jelasnya.
Saat Tiara akan masuk, dia teringat sesuatu. "Emm, Kak Riko apakah Mommy belum pulang dari rumah sakit?" tanya Tiara yang dari tadi memang tak melihat Mommy, Papa Nathan dan Alex.
"Belum Nona, Tapi sekarang Tuan Alex sedang menjemput Nyonya Besar." jawab Riko.
"Oh," Tiara hanya membulatkan mulutnya.
"Apakah ada yang ingin Nona tanyakan lagi?" tanya Riko.
Tiara hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu," pamitnya dan melenggang pergi.
Begitupun Tiara yang memasuki kamar dan di sambut hangat oleh sang MUA. "Silahkan Nona," ucapnya.
"Iya," jawabnya dengan tersenyum kaku.
Tapi tiba-tiba Tiara ingat kalau dia belum memberi tahu alamat mension Alex ke Caca, dengan segera Tiara mengambil ponselnya dan mengirim pesan alamat ke Caca. Setelah itu Tiara melanjutkan ritualnya dengan sang MUA.
*
__ADS_1
*
Di tempat lain Mommy, Papa dan Alex sudah berada dalam mobil setelah tadi menyelesaikan kepulangan Mommy.
"Mommy sudah tidak sabar Pa, melihat Tiara akan benar-benar menjadi anak kita." Ucapnya sumringah.
"Ya, Papa juga senang Mom."
Sedangkan Alex hanya mendengarkan dengan malas, tanpa memberi tanggapan.
Tidak butuh waktu lama mobil Alex sampai di mension, setelah pintu mobil terbuka Mommy segera melangkah menuju ke kamar untuk menemui Tiara yang sedang di rias. Sedangkan Alex menuju kamarnya.
Klek.
Pintu terbuka, Mommy sudah bisa melihat Tiara yang sedang dengan mata terpejam hingga tidak mengetahui kedatanganya.
Saat Mommy sudah sampai di samping Tiara. "Sayang ...." panggilnya.
Sontak mata Tiara terbuka mendengar panggilan lembut itu, senyum Tiara terbit dari bibirnya saat tau jika itu adalah Mommy. "Mom," sapa Tiara dengan tangan yang menggapai tangan Mommy.
Mommy pun dengan senang hati menyambut tangan yang sebentar lagi akan menjadi menantunya itu.
"Apa kamu gugup?" tanya Mommy.
Tiara hanya menganggukkan kepala dengan menunjukkan ekspresi bahwa dirinya memang benar-benar gugup.
"Tidak apa-apa sayang, ada Mommy yang akan selalu menemani kamu," ucapnya menenangkan.
"Iya Mom," jawab Tiara dengan tersenyum.
"Kalau begitu Mommy kembali dulu ke kamar, Mommy juga akan bersiap siap." pamitnya.
*
*
Jam sudah menunjukkan 09.30, dan mobil honda jazz merah memasuki gerbang. Saat turun dari mobil Caca sudah di sambut oleh Riko. "Silahkan Nona Caca," ujarnya mempersilakan Caca masuk ke dalam mension karena acara belum di mulai.
Caca pun hari ini tak kalah cantik dengan pengantin wanitanya, yang setelah tadi make over di salon.
Mommy yang berada di ruang tamu bersama Papa dan beberapa saudara jauh melihat kedatangan Caca dan menghampirinya, "Sayang ...." ucapnya seraya memeluk Caca dan menautkan kedua pipinya saling bergantian.
"Mom," sapa Caca.
"Kamu cantik sekali," puji Mommy.
"Terima kasih Mommy pujiannya," jawab Caca dengan pipi yang bersemu merah.
"Oh ya, ayo Mommy antar kan menemui Tiara. Dia pasti akan senang lihat kamu sudah datang," ajaknya dan langsung menggandeng tangan Caca menuju kamar Tiara di rias.
Klek.
Saat pintu terbuka Caca sudah melihat sahabatnya yang terlihat cantik. "Ya ampuuuunnnn ... Ara," teriaknya dan berhambur memeluk Tiara.
Tiara pun tak kalah bahagianya melihat kedatangan Caca yang juga akan menyaksikan di hari bersejarah dalam hidupnya.
Mommy hanya menggeleng dan tersenyum melihat kedua gadis di depannya yang sedang berpelukan itu.
__ADS_1
...----------------...
...Jangan lupa vote, like dan komen. Semoga sehat selalu. Aminnn....