DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Rey Yang Bau


__ADS_3

Tiara dan Alex berjalan dengan tergesah di lorong rumah sakit, lebih tepatnya Tiara yang tergesa.


Setelah tadi menerima panggilan dari Rey, Tiara langsung memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit. Sebenarnya mommy tadi juga ingin ikut, tapi kasihan melihat Zio jika tidak ada yang menemaninya. Jadi mommy memutuskan untuk bergantian menjenguk Caca.


"Sayang ... jangan terburu-buru, ingat baby kita!" Alex yang mengingatkan istrinya. Karena melihat istrinya yang sedikit berlari membuatnya sedikit ngeri, apalagi dengan perut buncitnya.


Tiara yang mendengar ucapan suaminya seketika menghentikan langkahnya. "Maaf, Mas. Aku hanya khawatir dengan keadaan Caca," ucap Tiara dengan mengelus perutnya.


"Iya, aku tahu kamu khawatir. Tapi kasian juga dengan baby-nya, ya sudah kalau begitu. Ayo." Alex menggenggam tangan Tiara dan melanjutkan langkah kaki mereka untuk menuju ruang IGD. Dan benar saja dari kejauhan mereka sudah melihat Rey dan Mama Mona yang duduk di deretan kursi tunggu.


"Tante, Uncle, bagaimana keadaan Caca?" tanya Tiara saat sudah di hadapan Rey dan Mama Mona.


"Masih belum tahu, Nak. Dokter masih menanganinya di dalam," sahut Mama Mona.


"Rey, sebenarnya apa yang terjadi?" Alex yang juga penasaran kenapa anak nakal itu tiba-tiba masuk ke rumah sakit. Padahal semalam Caca dan istrinya masih melakukan video call.


"Gue sendiri juga nggak tau, tadi waktu --"


Klek.


Pintu ruang IGD itu terbuka, hingga mengalihkan perhatian semua orang. Terlihat seorang Dokter perempuan cantik dengan balutan jas putih keluar. Semua orang segera merapat untuk menanyakan keadaan Caca.


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Rey.


Dokter itu menghembuskan nafasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan Rey. "Apa anda suaminya?" Yang dengan cepat di angguki Rey.


"Istri anda keadaanya sekarang sudah membaik setelah mendapat penanganan, tapi sekarang masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius. Setelah ini pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat," jelas Dokter.


Semua yang mendengarkan penuturan Dokter cantik itu seketika menghembuskan nafasnya lega, karena mengetahui keadaan Caca yang baik-baik saja.


"Pak, mari ikut ke ruangan saya. Ada sesuatu yang akan saya sampaikan," ujar Dokter dan segera berlalu dari sana untuk menuju keruangan nya.


"Nak Tiara, kamu dan suami kamu tolong tunggu Caca di sini ya. Tante mau ikut dengan Rey ke ruangan Dokter," pinta Mama Mona.


Tiara dan Alex menganggukkan kepala mendengar permintaan Mama Mona. "Iya Tante, Tiara akan tunggu Caca di sini." Tiara yang menyanggupi.

__ADS_1


***


Dan disinilah Mama Mona dan Rey, berada di ruangan yang serba bercat putih. Dokter cantik itu duduk di hadapan mereka dengan membaca laporan medis Caca di kertas yang berada di tangannya.


Dokter itu meletakkan laporan medis Caca yang telah ia baca, sebelum menjelaskan kepada Rey dan Mama Mona.


"Ehm ... maaf Pak, apa sebelum pasien mengalami sakit pada perutnya anda dan istri sedang melakukan hubungan suami istri?" tanya Dokter untuk memastikan dugaannya. Karena Caca di bawa ke rumah sakit dengan keluhan nyeri di bagian perut bawahnya.


Mata Rey membulat mendengar pertanyaan dokter cantik itu. Sedangkan Mama Mona segera menolah ke arah Rey yang duduk di sampingnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Gleg.


Rey hanya menelan saliva nya susah payah, sebelum menganggukkan kepalanya.


Flashback On.


Pagi hari Rey bangun tidur terlambat, karena semalam tidak bisa tidur. Semalam Rey harus bermain solo di kamar mandi, gara-gara Caca yang tidak mau di ajak Rey untuk berduet di atas ranjang.


Beberapa hari ini Caca sering menolak ajakan Rey berduet dengan alasan. "Uncle, sangat bau." Katanya.


Dan ketika tidur pun Caca membungkus tubuhnya dengan selimut rapat-rapat agar tidak mencium bau suaminya.


Tapi waktu Rey membuka matanya pagi ini yang baru saja terbangun, pemandangan indah tersaji di hadapannya. Istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk untuk membungkus tubuhnya.


Bau harum manis sabun dari tubuh Caca menguar ke udara hingga menusuk ke hidung Rey.


Mata Rey tak berkedip, mengamati setiap gerakan istrinya yang mengambil pakaian di lemari.


Sexy, mungkin itu yang ada di pikiran Rey. Apalagi Caca yang terlihat segar dengan sisa-sisa air yang masih terlihat di bahu putihnya. Hal itu tentu saja menggoda Rey, apalagi adik kecilnya yang sudah bangun setiap pagi menjadi semakin tegang untuk menahan gejolak sesuatu.


Dengan langkah lebar Rey segera turun dari ranjang dan menghampiri istrinya.


"Ahhh, apa yang Uncle lakukan?" pekik Caca, saat tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang karena di gendong Rey begitu saja.


Rey tidak menjawab pertanyaan istrinya, tapi justru dengan segera membawa istrinya ke arah ranjang dan membaringkannya.

__ADS_1


"Uncle, aku tidak mau," tolak Caca saat melihat suaminya sudah di selimuti gairah dan menatapnya penuh damba.


Tanpa babibu Rey segera membungkam mulut istrinya dengan cium*nya. Bahkan Caca yang menolak tidak dia hiraukan. Hingga beberapa saat Rey sudah berhasil melakukan penyatuannya.


Dengan semangat Rey menyalurkan apa yang beberapa hari ini dia tahan. Tapi tidak dengan Caca, wajahnya sedikit menegang merasakan perut bawahnya yang sedikit kaku. "Uncle, hentikan." pinta Caca, tapi Rey justru lebih bersemangat.


Caca akhirnya menangis saat sudah tidak bisa menahan sakit di perutnya. Rey sendiri terkejut melihat istrinya yang tiba-tiba menangis. Rey segera melepas penyatuannya. "Sayang ada apa?" tanya Rey panik.


"Sakit, Uncle." Caca yang menangis dan merintih memegang perut bawahnya. Bahkan sekarang wajahnya perlahan-lahan berubah menjadi pucat.


Seketika Rey mengambil kembali box*r yang tadi ia lepaskan. Rey segera memakaikan baju yang tadi sempat di ambil Caca dan memakaikannya dengan asal.


Rey menggendong Caca keluar dari kamarnya dengan tergesa. Mama Mona yang tadi bersantai di teras rumah seketika menghampiri anaknya yang menggendong menantunya.


"Rey ada apa dengan istri kamu?" Mama Mona juga ikut panik saat melihat wajah pucat Caca.


"Tidak tahu, Ma. Tiba-tiba saja perutnya sakit," ujar Rey. Setelah itu Rey segera memasukkan Caca ke dalam mobilnya.


"Rey, kamu mau bawa Caca kemana?" Saat Mama Mona melihat Rey yang akan memasuki di kursi pengemudi.


"Ya ke rumah sakit, Ma. Memang kemana lagi," sahut Rey sedikit kesal dengan pertanyaan mamanya. Memangnya kalau orang sakit harus di bawa kemana coba, kalau tidak ke rumah sakit.


"Rey, kamu pakai baju dulu." Mama Mona mengingatkan saat melihat anaknya hanya memakai box*r warna hijau bergambar keropi, yang di belikan istrinya beberapa waktu lalu ketika ke mall dengan mommy, Tiara dan Zio.


Rey mengurungkan niatnya masuk ke dalam mobil saat melihat hanya box*r yang menempel di tubuhnya. "Sayang, kamu tahan dulu ya sakitnya. Aku ambil baju sebentar saja." Setelah mengatakan itu Rey secepat kilat masuk kembali ke dalam rumah untuk memakai baju.


Mama Mona akhirnya memanggil supirnya dan berangkat terlebih dulu ke rumah sakit. Biarlah Rey nanti menyusul pikirnya, karena tidak tega melihat menantunya yang menahan sakit.


Flashback Off.


...----------------...


...MAAF YA, BAB INI KHUSUS REY DAN CACA. BIAR GAK BOSEN GITU. BUKANYA OTHOR GAK KONSISTEN BUAT NULIS TENTANG TIARA DAN ALEX-NYA....


...WAH ... ADA APA DENGAN CACA?...

__ADS_1


...JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN. TERIMA KASIH. SEMOGA SEHAT SELALU AMINN 😊🙏...


__ADS_2