
Malam semakin larut, semua sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Tapi tidak untuk satu kamar yang di huni oleh suami-suami tampan. Mereka berdua tidak bisa tidur. Hanya berguling-guling di ranjang tidak jelas.
Yang keluar dari mulut mereka hanya gerutuan dengan situasi yang mereka alami. Merasa Dewi Fortuna telah mengutuknya.
"Kenapa bisa jadi seperti ini." Rey yang frustasi menyunggar rambutnya kasar dengan kedua tangannya. Kini dirinya sedang duduk di ranjang dengan kaki terjuntai ke bawah.
Alex juga merasakan hal yang sama. Meskipun sebelumnya Alex memang belum bisa tidur bersama Tiara, tapi setidaknya mungkin malam ini seharusnya bisa menjadi kesempatan kedua untuk membujuk Tiara.
"Lex gue punya ide," ucap Rey yang sekarang memutar tubuhnya untuk menghadap ke Alex yang berada di belakangnya.
Alex mengangkat sebelah alisnya mendengar ucapan Rey. Dan menatap Rey lekat, menunggu kelanjutan apa yang ingin di katakan Rey.
Hingga Rey merangkak ke atas ranjang supaya lebih dekat dengan Alex dan membisikkan sesuatu di telinganya.
"Tumben otak lo encer," cetus Alex, setelah Rey membisikkan rencananya. Ada senyuman di bibir Alex, membayangkan jika rencananya nanti berhasil.
"Sialan lo," umpat Rey.
***
Hingga tengah malam berlalu kedua suami tampan itu masih terjaga, menunggu semua penghuni terlelap untuk menjalankan rencananya.
Rey yang akan pertama menjalankan rencananya. Dengan perlahan Rey bejalan mengendap ke arah kamar yang di tempati oleh tiga wanita dua generasi itu. Sesekali Rey mengedarkan pandanganya takut-takut jika nanti ada yang memergokinya.
"Aman," gumamnya dengan tersenyum.
Klek.
Beruntung malam ini tiga wanita cantik itu tidur tidak mengunci pintu kamarnya. Rey membuka pintu kamar Tiara dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara decitan.
Kaki Rey segera melangkah mendekati ranjang yang di tiduri istrinya. Beruntung Caca tidur di bagian kiri Mama Mona yang berada di tengah.
"Sayang, jangan harap kau akan bisa tidur nyenyak setelah ini," gumam Rey dengan seringai di wajahnya.
Rey dengan hati-hati mengangkat tubuh Caca. Bahkan Caca tidak terusik sekali dengan perbuatan suaminya.
__ADS_1
Setelah di rasa Caca masih nyaman dengan mimpi indahnya, Rey mulai melangkah menuju pintu kamar.
"Bagaimana?" tanya Alex saat melihat Rey sudah berhasil menggendong Caca. Ternyata Alex sudah menunggu di ambang pintu.
"Ok, berhasil. Gue mau lanjutin malam kedua dulu," ujar Rey dengan senyum mengembang di wajahnya.
Alex hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah Rey. "Ya sudah, sana lo pergi," usir Alex.
Rey sendiri langsung menuju pintu keluar rumah Tiara. Dan dengan perlahan Rey memasukkan tubuh Caca masuk ke dalam mobil. Setelah itu Rey berjalan memutar untuk menuju kursi pengemudi. Rey berniat membawa Caca ke tempat hotelnya kemarin, di saat menghabiskan malam pertamanya.
Sedangkan di dalam rumah masih ada Alex, yang masih menjalankan rencananya. Alex dengan perlahan juga masuk kedalam kamar Tiara. Matanya dapat melihat Tiara tidur di sisi kanan Mama Mona.
Tiara tertidur dengan posisi miring ke kiri menghadap Mama Mona, mungkin itu posisi yang nyaman untuknya.
Ketika Alex sudah berada di sisi ranjang Tiara, Alex melihat istrinya yang sedang tertidur lelap. "Kamu selalu terlihat cantik, meskipun sedang tertidur seperti ini," ucap Alex sebelum mengangkat tubuh Tiara.
Alex dengan perlahan melangkah keluar kamar, dengan Tiara yang berada di gendongannya. Langkahnya sekarang menuju ke arah kamar yang tadi sempat ia tempati bersama Rey.
Di sisi lain ternyata ada seseorang yang mengetahui aksi kedua suami tampan itu. "Dasar anak jaman sekarang, sukanya mepet terus," cibir Papa Nathan seraya menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya tadi Papa berniat ke dapur untuk mengambil air, tapi ternyata mendapat pemandangan yang luar biasa.
***
"Apa kamu tahu sayang! Aku sangat merindukan masa-masa seperti ini," lirih Alex.
Pandangan mata Alex turun hingga ke arah perut Tiara yang membuncit. Tangan Alex rasanya ingin sekali menyentuh perut Tiara di mana anaknya sedang tumbuh.
Dengan sedikit gemetar tangan Alex terulur untuk menyentuh perut Tiara yang membuncit. Alex berhasil menempelkan tangannya, ada rasa yang sulit untuk dia gambarkan.
Perlahan tangan Alex mulai mengusapnya, memberikan sentuhan kasih sayangnya. Seolah mengerti, anaknya yang berada dalam perut Tiara memberikan gerakan.
Deg.
Dunia Alex rasanya berhenti seketika, saat tangannya merasakan sesuatu. "Hai sayang ... apa kau juga merindukan Daddy?" Alex yang mencoba berinteraksi dengan anak-nya. Dan lagi-lagi Alex dapat merasakan gerakan anaknya kembali, hanya buliran cairan bening yang dapat menggambarkan perasaan Alex untuk saat ini.
Hingga beberapa saat Alex memutuskan untuk tidur dengan memeluk Tiara. Karena melihat Tiara yang sudah mulai terganggu tidurnya, mungkin karena anaknya yang sedari yadi terus bergerak.
__ADS_1
*
*
Pagi mulai menjelang. Sinar matahari mulai masuk dari sela-sela kelambu kamar Alex dan Tiara.
Tiara mulai mengerjabkan matanya saat sedikit terganggu oleh sinar matahari yang masuk tanpa permisi.
"Semalam tumben sekali, rasanya begitu nyenyak," ujar Tiara. Tapi matanya kemudian membulat saat tangannya tak sengaja menyentuh tangan seseorang yang berada di pinggulnya.
Tiara meraba tangan itu. "I-ini tangan siapa? Kenapa besar sekali," ucap Tiara. Karena awalnya Tiara mengira itu adalah tangan Mama Mona, atau Caca. Tapi setelah Tiara merabanya, sepertinya dugaannya salah.
Tiara kemudian membalikkan badannya dengan perlahan, untuk melihat siapa pemilik tangan itu. "Astaga!" Tiara terkejut saat tahu kalau Alex masih terlelap di belakangnya.
Tiara mengedarkan matanya ke segala arah. Dan ternyata dirinya baru menyadari jika ini bukan kamar tidur-nya. "Kenapa bisa pindah kamar?"
Tiara kembali mengarahkan pandanganya pada sosok suami di hadapannya yang masih terlelap. Tiara tetap terpesona oleh ketampanan suaminya. "Mas, kamu memang tidak pernah berubah, tetap tampan seperti dulu," gumam Tiara dengan menatap lekat wajah Alex.
"Apakah kau baru menyadarinya?" Alex yang tiba-tiba berucap dengan mata yang sih terpejam.
"Huh." Tiara yang terkejut segera memundurkan posisinya. Tapi justru Alex dengan erat melingkarkan tangannya pada pinggang Tiara agar tidak bergerak.
Alex membuka matanya. Dan pemandangan yang dia lihat adalah wajah istrinya yang begitu dekat dengan-nya. Bahkan deru nafas keduanya bisa sama-sama saling merasakan.
"Dan kau pun selalu terlihat cantik," ucap Alex yang berhasil membuat pipi Tiara merona seketika.
Alex semakin di buat gemas dengan sikap istrinya yang seperti ini. Dengan perlahan Alex mendekatkan wajahnya ke arah Tiara dengan tujuan bibir pink-nya.
"M-mas," ujar Tiara gugup yang melihat Alex semakin dekat. Hingga kurang dari satu inci.
Brak.
"ALEX, ISTRIMU HILANG DI CULIK ORANG!!!" Mommy yang masuk begitu saja ke kamar Alex.
...----------------...
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 😊