
Di mansion megah milik Alex, Riko baru saja memasukinya untuk menyerahkan berkas penyelidikannya tentang Tiara yang di minta Alex tadi malam.
Di ruang kerja Alex sudah duduk di singgasananya untuk menunggu kedatangan Riko, karena sebelumnya Riko telah menghubunginya.
Saat Riko baru saja masuk ruang kerja Alex. "Bacakan." Titah Alex. Padahal Riko belum mengatakan sepatah katapun.
"Nama Tiara Mahira Putri, umur 18th dia Tinggal di kos an jalan xxx dan seorang yatim piatu. Dia bersekolah di Antar Bangsa, dan dia juga berkerja di Cafe Raja," lapor Riko, sebenarnya masih ada yang ingin di katakan Riko tapi Riko masih ragu.
"Apa hanya itu saja informasi yang kamu dapatkan?" Hardik Alex, karena menurutnya itu hanya informasi yang umum. "Apa tidak ada yang lain lagi?" imbuhnya.
Tentu hanya itu yang Riko dapatkan, karena Tiara sudah menutup informasi pribadi tentangnya dan juga Caca.
Dengan ragu-ragu Riko pun mengatakannya. "Laporan dari anak buah yang mengikuti Nona Tiara, mengatakan bahwa Nona Tiara sering terlihat di apartemen jalan xxx." jelas Riko.
Alex yang mendengarkan penjelasan Riko menautkan kedua alisnya. "Bukanya itu salah satu apartemen milik kita?" tanya Alex.
"Ya, Tuan." Jawab Riko.
"Bagaimana dia bisa tinggal di kawasan itu? padahal harga 1 unit bisa terbilang cukup mahal. Sudah ku duga pasti ******* kecil itu melakukan segala cara untuk mendapatkan uang!" gumam Alex dengan tersenyum miring. Riko hanya mengernyitkan dahinya mendengar gumaman Alex, tapi dia tidak berani untuk bertanya.
"Ya sudah, kalau begitu teruskan untuk mengikuti j*lang kecil itu." perintah Alex.
"Maaf tuan, siapa?" tanya Riko yang tidak tau di maksud oleh Alex.
"Apakah kau bodoh, tentu saja gadis itu." Bentak Alex, Riko terjingkat kaget mendengar suara Alex yang menggelegar.
"Baik Tuan," jawab Riko. "Kalau begitu saya permisi undur diri dulu," pamit Riko.
"Yah, pergilah," ucap Alex.
Ting.
Sebuah pesan masuk pada benda pipih Alex, setelah di buka ternyata pesan itu adalah dari Andien. Andien mengajaknya untuk bertemu siang nanti.
💌"Bisakah nanti jam 2 siang kita bertemu di restoran xxx?"
"Ok." balas Alex.
...----------------...
Di restoran xxx
Alex dan Andien duduk berhadapan dengan suasana canggung karena mereka hanya diam tidak ada yang membuka suara.
__ADS_1
Alex dengan perasaanya yang tidak enak, dan Andien dengan perasaan takut karena apa yang akan disampaikannya akan melukai orang yang dicintainya.
Setelah obrolannya dengan sang papa tadi pagi di rumah sakit, Andien memutuskan untuk segera menemui Alex. Karena dia tidak mau terus menerus membohongi dan melukai hati Alex.
Karena Pak Teguh menginginkan Andien segera menikah dengan Anton, dan rencananya Andien dan Anton akan menikah nanti malam. Pak Teguh takut jika sewaktu waktu penyakitnya akan kambuh dan drop.
Hanya pernikahan ijab qobul, karena resepsi akan di adakan 1 minggu kemudian. Untuk pengurusan berkas sudah di siapkan dengan cepat karena bantuan seseorang.
Anton pun juga sudah menyetujuinya waktu Pak Teguh menghubunginya, Sebenarnya Anton juga sudah mengetahui sosok Andien karena waktu merawat Pak Heru di rumah sakit, Pak Heru sudah memperlihatkan foto Andien yang di minta dari Pak Teguh. Hingga pertemuannya di restoran tempatnya meeting dulu Anton tidak terkejut melihat Andien.
Anton pun ingin memenuhi keinginan terakhir Pak Heru yang melihatnya bersanding dengan Andien.
Beberapa saat kemudian Andien yang terus meremas tangannya yang berada di pangkuannya memberanikan diri untuk memulai pembicaraan. "Uhm ... Alex ada yang ingin aku bicarakan, dan ini tentang hubungan kita." ucap Andien langsung yang tak ingin berbelit belit.
"Apa?" tanya Alex dengan menatap mata Andien yang mulai berkaca-kaca.
Sedangkan Andien dia tidak berani menatap wajah Alex karena rasa bersalahnya. Setelah itu Andien menghela nafasnya dalam sebelum memulai perkataanya.
"Alex, sebelumnya aku minta maaf. Maaf karena sebelumnya akan menyakitimu dengan keputusanku ini." Sejenak Andien menjeda kalimatnya. "Aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini, karena ada alasan tertentu yang tidak bisa aku jelaskan." imbuhnya dengan suara bergetar.
Alex yang mendengar perkataan Andien, mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya. "Apa karena perjodohan oleh kedua orang tuamu?" tanya Alex dengan serkis.
Andien yang mendengar pertanyaan Alex seketika tubuhnya menegang. "Bagaimana Alex tahu tentang itu." batin Andien. Tapi Andien hanya menundukkan wajahnya.
"Maaf, maafkan aku." Hanya itu yang terucap dari mulut Andien dan di susul Air matanya yang mengalir deras.
Seketika itu pula Alex meninggalkan Andien yang masih menangis sendirian di restoran, Alex rasanya seperti ingin menghancurkan apapun yang ada di hadapannya.
Sedangkan Andien gadis itu semakin tergugu di restoran.
Alex mengemudikan lamborgini hitam itu dengan kecepatan tinggi menuju mansion-nya, setelah beberapa saat Alex yang sampai di mansion-nya, langsung masuk ke dalam dan membanting semua barang-barang yang ada.
"Arrggghhh ...." Teriak Alex bahkan para pelayan pun tidak ada yang berani mendekat. Setelah itu Alex memutuskan menghubungi Riko untuk mencari tau siapa calon suami Andien.
*
*
Saat malam hari di ruangan Pak Teguh di rawat, sudah ada beberapa orang yang berkumpul termasuk ada Pak Teguh, Mama, Andien jaga Mang Amin. Mereka sedang menunggu Penghulu dan Anton yang belum datang.
Klek.
Sesaat kemudian pintu ruangan itu terbuka, semua mata yang ada di dalam ruangan itu tertuju pada sosok yang baru hadir itu. Yang pertama kali masuk adalah Anton, Penghulu dan terakhir adalah Yoga.
__ADS_1
Mata Andien yang melihat kedatangan Anton sontak saja membulat sempurna, karena yang di maksud oleh papanya adalah Anton yang akan bekerja sama dengan perusahaanya.
Sedangkan Anton hanya tersenyum tampan kepada calon mertuanya, saat mata Anton dan Andien bertemu.
Deg.
Mereka berdua sama-sama kaku, karena di pertemuan kedua mereka akan ada ikatan sakral yang mengikat hidup mereka berdua.
Pak Teguh sengaja tidak menceritakan bahwa Anton yang di maksudnya adalah orang yang akan berkerja sama dengan putrinya, itu semua atas permintaan Anton sendiri. Saat setelah Anton yang bertemu Andien tempo hari, Anton langsung menghubungi Pak Teguh bahwa dirinya telah bertemu dengan Andien dan itu juga karena ada kerja sama dengan perusahaan milik Andien. Dan Pak teguh menyanggupinya.
Di sana sudah di sediakan meja dan kursi untuk acara ijab qobul.
Anton yang duduk di sebelah Andien sesekali mencuri pandang, malam ini Andien terlihat cantik dengan menggunakan kebaya putih yang di beli dadakan tadi sore. Dan Anton juga terlihat Tampan dengan jas putih-nya.
Andien juga melakukan hal yang sama di lakukan oleh Anton, sesekali mencuri pandang pada Anton yang duduk di sebelahnya.
Sesaat kemudian Pak Penghulu bertanya pada Anton yang duduk di depannya. "Saudara Anton apakah sudah bisa kita mulai acara ijab qobul-nya?"
"Siap Pak," jawab Anton secara mantap.
"Pak Teguh apa anda ingin menikahkan putri anda sendiri atau anda wali kan kepada saya?" tanya Pak Penghulu kepada Pak Teguh.
"Saya serahkan saja kepada Pak Penghulu," jawab Pak Teguh, karena kondisi Pak Teguh juga masih lemah.
Pak penghulu pun menjabat tangan Anton untuk mengucapkan ijab qobul, dengan satu tarikan nafas akhirnya Anton bisa mengucapkan ijab qobul dengan lantang dan lancar.
Hingga terdengar kata, 'Sah' dari Mang Amin dan Pak Yoga, selaku menjadi saksi dari kedua belah pihak.
Seketika suasana menjadi haru bahagia, Andien pun tak kuasa menahan tangis ketika Penghulu memanjatkan doa. Andien segera mencium punggung tangan Anton, begitu juga Anton yang mencium kening Andien.
Pak Teguh dan Bu Astrid juga tidak bisa membendung air mata bahagianya yang menyaksikan putri semata wayangnya menikah.
Saat Anton akan menyalami Pak Teguh, Pak Teguh sedikit memberikan pesan. "Nak Anton jika nanti di dalam rumah tangga kalian Andien melakukan kesalahan tegur lah dia dengan lembut, dan jika kamu sudah tidak sanggup tolong jangan memarahinya cukup kembalikan Andien kepadaku. Karena Om tidak sanggup jika melihat Andien menangis." ucap Pak Teguh yang sesekali menghapus air matanya.
Anton pun langsung memeluk Pak Teguh, "Saya berjanji Om tidak akan membuat Andien menangis." ujarnya. Sedangkan Andien menangis sesenggukan di dalam pelukan mama mendengarkan ucapan papa-nya.
...----------------...
...Up hari ini cukup kewalahan karena mulai jam 2 siang sampai jam 8 malem baru selesai, karena si kecil yang nggak mau di tinggal. Jangan lupa vote, like dan komen. Semoga sehat selalu, Amin......
...Termah kasih 🙏🤗...
...kunjungi juga...
__ADS_1
...facebook : auraaurora...
...iG : auraaurora / ninikdwifauria...