
Annisa, dewi dan bela yang baru saja menjadi seorang istri mulai melakukan kewajibannya seperti kebutuhan suami mereka.Firza sekarang tinggal bersama nisa dan alex merasa bahagia katena dia merasakan mempunyai orangtua utuh baginya.
Nisa bangun dari tidurnya melihat seorang disampingnya hanya merasa tak menyangka bahwa seorang disampingnya ini sangat mencintainya bahkan menerima Firza dalam tengah kehidupan mereka.
"mas ayo bangun kita melaksanakan sholat subuh kemudian mas bersiap ke kantor"ucap nisa dengan lembutnya. Alex membuka matanya tersenyum melihat wanitanya berada disampingnya tak lama Alex memeluk nisa.
"ayo kita sholat berjamaah"kata nisa dengan sabarnya dan mengelus suaminya. tak lama terdengar suara pintu diketuk.
"Bunda, ayah ayo kita shalat bersama firza dudah siap bunda"kata firza. "mas ayo ceat itu firza sudah mengetuk pintu"ucap nisa. kemudian alex berdiri menuju kamar mandi dan sebelumnya mencium kening nisa. kemudian mereka shalat subuh berjamaah di mushalla yang dibangun oleh alex di mansionnya.
Dewi dan rio setelah melaksanakan shalat berjamaah mereka bersiap untuk ke kantor dan rumah sakit. karena dalam rumahnya belum ada ART, maka dewi menyiapkan sarapan untuk mereka.
"sayang kamu memasak apa", tanya rio. "hari ini hanya nasi goreng dan telur ceplok tidak apa kan mas, soalnya dalam kulkas kita masih kosong yang ada hanya ini"kata dewi membalikan badannya.
"seharusnya mas minta maaf sayang, mas lupa mencari pelayanan jadinya dapur kita masih kosong "ucap rio dengan menyesal karena ia mencari art untuk rumahnya.Dewi tersenyum perhatian dari suaminya dia bimbing duaminya ke meja makan dan menghidangkan dua piring nasi goreng taklama mereka makan.
__ADS_1
setelah menunaikan shalat berjamaah nisa mempersiap kebutuhan alex untuk ke kantor sedangkan firza dibantu oleh bi ratna, walau dia menolak tapi atas nasehat nisa bahwa bi ratna tugasnya hanya membangunkan dan mempersiapkan kebutuhan sekolahnya.
karena tidak mau melihat bundanya sedih firza akhirnya menurut. kemudian nisa kedapur untuk memasak yang awalnya di larang oleh kepala pelayan akhirnya nisa mengalah dan meminta untuk menyiapkan omelet telur kesukaan firza sebab dia belum tau selera suaminya
Sedangkan Bela sedang menggerutu sebab suaminya lupa melengkapi dapur. akhirnya bela menemukan roti dalam lemari dia memikirkan membuat roti bakar.
"sayang mas minta maaf sebab melupakan mengisi kulkas"bujuk victor sambil mencium pundak bela. "mas mungkin ini juga kesalahan bela karena tidak menchek dapur kita"kata bela.
"sayang setelah ini kita ke tempat nisa tidak apakan, soalnya kami ada jadwal di rumah saki jadi kami beranhkat bersama "ucap bela.
"baik sayang sekalian mas bertemu tuan alex "kata victor.
Di kediaman Mansion Nisa
__ADS_1
Dewi dan bela sudah berada di mansion nisa mereka berniat ke rumah sakit bersama, karena jsdwal mereka hari ini bersama.
"selamat pagi nona nisa, tuan muda firza"sapa rio dan victor. "selamat pagi, kalian mau bertemu mas alex dia diruang makan sedang minum kopi"kata nisa. "baik nona kami permisi dulu"seru victor. nisa menanggukan kepalanya dan melihat sahabatnya tapi ada apa dengan mereka.
"kalian ini kenapa wajah kalian terlihat bete begitu"tanya nisa. "bagaimana tidak bete nisa, suamiku itu lupa mengatakan bahwa dapur kita kosong "kata bela dengan menghela nafasnya.
"kamu juga dew"kata nisa. dewi mengganggukan kepalanya dengan lemah. "gimana selesai kita praktek ke mall memberi kebutuhan dapur dan lainnya"kata nisa. dewi dan bela menganggukan kepalanya sepertinya itu yang harus mereka lakukan.
"Bunda mau ke mall, firza boleh ikut bunda"tanya firza. "boleh dong sayang nanti aunty jemput ke sekolah"kata dewi.
"Nisa firza hari ini ke sekolahnya bersama siapa, lihat dia hampir telat"seru bela. nisa menhucapkan istigfar dan menepuk jidatnya hampir saja dia melupakan firza.
"sayang biar firza mas mengantarnya kalian langsung saja ke rumah sakit"kata alex memeluk pinggang nisa. "tapi mas nsnti telat ke kantornya" kata nisa.
"mas tidak akan telat sayang, mas kan bosnya jadi bisa datang kemaunya mas"kata alex dan mencubit hidung nisa. "mas ih malukan disini ada anak kecil mas " seru nisa."sayang lihat tu firza dia sudah menunggu di mobil, baiklah mas pergi dulu"kata alex
Alex mengantar firza ke sekolah dan nisa dan lainnya ke rumah sakit
__ADS_1