
Rio membawa Firza dan lainnya keliling perusahaan. " Ini ruangan direktur keuangan dan sebelahnya staf keuangan" kata Rio.
Firza beserta Dayat dan zeze berkenalan dengan mereka di dalam. ketika akan melanjutkan ke tempat lainnya Zeze sengaja mengayun manja pada Firza sehingga mereka berhenti.
" Astaga wanita ini " Dayat menepuk keningnya, Rio terkejut yang dilakukan oleh zeze ada tuan mudanya.
" Nona lepaskan tangan anda disini kantor" kata Rio, tapi Zeze mengacuhkannya bahkan semakin mempererat tanganya.
Firza merasa risih dengan apa yang dilakukan oleh zeze dia melepaskan tangannya secara kasar hingga terjaruh di lantai. para karyawan teesenyum dan membisikan sikapa zeze.
Dayat tersenyum puas Zeze dengan malunya berdiri sendiri. " Baiklah saya akan memvawa kalian ke ruangan dimana tuan akan bekerja" kata Rio.
Firza dan Dayat mengikuti langkah Rio sedangkan Zeze mengikuti dari belakang.
"Ini ruangan untuk kalian silahkan" Rio mempersilahkan mereka masuk. Firza dengan dinginnya masuk Rio hanya menghela nafasnya melihat sikap tuan mudanya.
Setelah Rio menjelaskan pada Furza dan lainnya menengai pekerjaan yang dilakukan selama magang, dia pergi menemui Alex.
Tok, tok, tok.
__ADS_1
" Masuk" kata Alex, memeriksa berkas mahasiswa magang di perusahaannya.
" Permisi tuan saya sudah mengantarkan tuan muda juga dua temannya ke tempat kerja mereja selama enam bulan" kata Rio.
Alex menanggukan kepalanya. " Rio apa ada pekerjaan untukku? " Alex.
" Ada tuan setelah makan siang anda ada metting dengan perusahaan Young menengai kerja sama kita" kata Rio, memberikan laporan pada Alex.
Alex membaca laporan yang akan di tunjukan pada rekan bisnisnya. Kemudian Rio permisi ke ruangannya dia harus mempersiapkan laporannya.
FG Hospital.
" Nis bukankah hari ini Firza memulai magangnya? " Bella. Membuat mereka menatap Bella dengan heran.
Bella tersenyum pada sahabatnya. " Aku sempat mendengar ucapan tuan Alex dengan Rio ketika kita ke rumah Nisa, menggarut keningnya.
Nisa dan Dewi hanya menggelengkan kepalanya. " Bella kapan suamimu kembali? " Dewi.
" Tadi kami sempat memberi kabar bahwa urusannya hampir selesai" kata Bella.
__ADS_1
Kemudian suster mengetuk pintu dan mengatakan sudah waktunya melakukan Visit. Nisa dan kedua sahabatnya menuju ke ruangan tempat pasien berada.
Firza dan Dayat sibuk dengan pekerjaan yang diberikan oleh Rio sebelum menemui rekan bisnisnya. Sedangkan Zeze hanya asyik dengan berdandan.
" Hei kau lakukan pekerjaanmu" kata karyawan yang berada satu ruangan dengan Firza. Tapi Zeze mengacuhkannya.
" Lihat dia hanya karyawan magang tapi tingkahnya seperti bos saja" sahut temannya. Firza dan Dayat hanya melihat sekilas karena dia harus menjemput Cella dan Devina.
Bunda Nisa tadi menghubungi Firza agar menjemput kedua keponakannya karena mereka sangat sibuk di rumah sakit. Terjadi kecelakaan beruntun di jalan antara bus sekolah dengan kendaraan lain.
" Dayat aku pergi dulu" kata Firza. Dayat yang mengetahui hanya menanggukan kepalany as lain dengan Zeze merasa bosan dengan semua kertas di depannya.
" Firza aku ikut ya" Zeze mengayun manja pada Firza membuat Firza risih. Dengan kadarnya Firza melepaskannya hingga jatuh membuat seisi ruangan menjadi heboh.
Mereka tertawa melihat Zeze terjatuh dilantai dengan kesalnya Zeze berdiri membersihkan pakaiannya.
" Firza pergilah sebentar lagi mereka pasti pulang" kata Dayat. Firza menanggukan kepalanya.
Kemudian Firza menjemput Cella dan Devina ke sekolah mereka
__ADS_1