
Itulah cerita hidupku hartawan yang membuat kami takut adalah apa yang terjadi setelah peristiwa itu apakah nisa dan firza baik baik saja, kami hanya menyesalkan pasti Nisa menjalani kehidupan yang sulit apalagi harus merawat firza yang berusia dua tahun saat itu.
Kalian jangan khawatir dengan Nisa semenjak Pertama kali bertemu dengan nisa yang merupakan sahabatnya naya, kami sangat menyukai nisa bahkan kami berniat menjodohkannya dengan alex.
tapi saat itu belum berjodoh untuk mereka dan tanpa kami sadari alex mengadari depresi berat setelah perpisahannya dengan wanita gila itu. tapi kami juga bersyukur karna putra kami ini depresi maka direktur rumah sakit mengirim nisa untuk mengobatinya kata tuan hartawan
tapi mommy juga penasaran pada Nisa bagaimana kehidupan yang dijalankan oleh calon mantu mommy ini kata nyonya hartawan dengan menenangkan nisa yang masih menangis.
tante, om biar dewi yang menceritakannya kata bela. kok dewi, bel kenapa tidak kamu saja yang menceritakannya kata naya. kalau aku yang menceritakannya pastinya akan hancur semuanya kata dewi dengan tertawanya mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
sepertinya bela mengerti juga jika dirinya bercerita pasti tidak akan dramatis yang ada adalah komedi kata eza dengan tertawanya. bela hanya cemberut sedangakan victor menenangkan wanitanya itu.
cerita lah kak, dimas ingin mengetahui apa yang terjadi setelah om dan tante gunawan meminta dimas untuk bersekolah di inggris setelah tamat sekolah pertengahan pertama kata dimas dengan penuh harap.
Dewi memulai ceritanya setelah Nisa mengizinkannya karena dia tidak kuasa menceritakannya.
Nisa sewaktu berumur lima tahun sering di bawa oleh om dan tante gunawan dan dimas waktu itu berumur tiga tahun juga dibawanya. kami sangat merasa sangat bahagia jika Nisa berkunjung ke panti dan seiring waktu kami sering satu sekolah dan kelas itu adalah permintaan dari om gunawan.
sewaktu memasuki SMA kami belajar membuat pernak pernik dan menjualnya di sekolah dan Dimas juga sering membantu kami dan hasilnya dibagi berempat saat itu. Dimas ingin sekali membeli Laptop karena om firman meminta dimas agar melanjutkan sekolahnya di Inggris, setelah mengetahui itu Nisa memberikan dimas sebuah laptop Dimas yang menerimanya sangatlah senang bahkan itu atas desakan dari Nisa.
__ADS_1
dan selama di Inggris Dimas sering mrnghubungi Nisa dan meminta hasil aksesoris yang kami buat, katanya akan di jualnya di sekolahnya di Inggris. dan hasil dari penjualan itu Aku, Bela dan Dimas dapat membiayai sekolah kami sendiri.
Ketika kami akan mengikuti Ujian akhir sekolah om firman memberitahu kami bahwa Nisa dan keluarga akan pindah ke Negara A, aku dan Bela sangat sedih mendengarnya karna akan berpisah dengan sahabat kami ini. tapi om menawari kami berdua untuk mengikuti pindah.
aku dan bela sangatlah merasa bahagia karena akan mencapai cita-cita kami bersama menjadi seorang dokter, saat itu om juga meminta nisa mengambil jurusan Bisnis /Manajemen. tapi bela malah tertarik dengan Ekonomi/Keuangan.dan bahkan kami mendapatkan Bea Siswa.
sewaktu kami melaksanakan wisuda om dan tante gunawan belum juga datang itu membuat nisa khawatir, tiba saja pak bayu menghubungi Nisa dan memberitahu bahwa orangtuanya dan firza mengalami kecelakaan. kami segera ke rumah sakit saat itu juga tanpa menyelesaikan acara.
setiba di rumah sakit dan mengetahui bahwa om dan tante gunawan mengalami koma dengan waktu yang tidak ditentukan oleh dokter itu membuat Nisa syok dan pingsan saat itu juga. kami sangat khawatit saat itu juga, Nisa sadar setelah mendengar suara tangisan firza sangat keras dan memanggil bundanya. dan itu membuat kami lega walau nisa terlihat pura-pura menahan kesedihannya.
__ADS_1
keesokan harinya pak bayu sebuah kebenaran tentang om firman dan itu membuat nisa menahan kemarahannya dicampur dengan kesedihannya. akhirnya Nisa mengetahui alasan mengapa om dan tante gunawan memintanya untuk pindah.
Kami segera mengurusi semua urusan kami baik di sekolah maupun di panti asuhan waktu itu, setelah semuanya terurus kami langsung berangkat ke Negara A untuk memulai hidup baru.