Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Sahabat lama


__ADS_3

Melihat nisa mendiamkannya firza ngambek dengan matanya sudah merah.bunda hiks mengapa bunda hanya diam saja apa bunda marah sama firza, bunda firza janji tak akan nakal lagi firza tidak mau es krimnya hiks hiks bunda kata firza menangis bersedu. yang lainnya hanya memandang nisa dan firza dengan kesedihan sedangkan ibunya nisa menangis dalam pelukan bela.


Nisa tersentak karena dia merasa tangannya basah karna ada air mata firza di tangannya. firza kenapa menangis sayang kata nisa mengusap air mata di pipinya firza. bunda tadi hanya mendiamkan firza tadi ketika firza minta es krim kata firza dengan lirihnya.


maaf bunda ya sayang, baiklah sekarang minta sama bibi wati es krimnya di kulkas


kata nisa. hore, bibi wati mana es krimnya kata firza setelah mencium pipi nisa dan temui bibi wati.


waw menakjubkan dari tadi kak alex berusaha memanggilnya nisa hanya diam sedangkan firza langsung menjawabnya kata eza. nisa kamu baik saja kan nak kata ibu. nisa sehat bu, maaf nisa ya tadi di swalayan nisa terkejut melihat mereka dan nisa merasa tak tau harus gimana kata nisa. ya tidak apa nak, setelah kamu sehat kita bicarakan ini kata ayah. baik ayah jawab nisa.


kakak ipar jangan lupa besok ada undangan makan malam dari mommy dan kak ipar harus datang bersama yang lain kata naya. baiklah naya kami akan datang kata nisa. Nisa dan Alex hanya saling memandang dan dari tatapan matanya nisa meminta alex untuk tenang dan memberitahunya bshwa dia baik saja.

__ADS_1


Alex, Naya dan Eza kembali ke kediaman keluarga hartawan sedangkan nisa sudah istirahat denan bantuan dewi, orangtua nisa memutuskan untuk tidur bersama nisa karena mereka ingin menemani nisa.


Keesokan harinya setelah firza pulang dari sekolah dan mengerjakan pr nya karena mereka akan bersiap untuk ke rumah Alex. hari sudah menunjukan jam 07 malam mereka telah bersiap dengan rapinya firza terlihat tampan dengan pakaiannya.


mereka menaiki kendaraan dengan dua mobil nisa bersama orangtuanya dan firza menaiki mobil satu yang di supir dengan pak bayu dan mobil lainnya dimas yang menjadi supirnya.


Di kediaman keluarga hartawan alex terlihat gelisah karena Nisa belum juga datang dengan mondar mandir kesana kesini.Aduh kak nisa pasti datang mungkin jalan macet kata naya menggelengkan kepalanya. ya nak duduk dulu sini kata mommy dan menarik tangan alex agar duduk.


Eza saat ini masih ada di rumah sakit karena ada pasien yang konsultasi dengannya dan setelah ini baru ke rumah alex.


tak lama terdengar suara mobil masuk dan nyonya hartawan memanggil pelayan rumahnya untuk membuka pintu. lihatlah kak pujaanmu sudah datang,mau menunggu sebentar saja tak mau, sukanya hanya mengeluh saja kata naya.

__ADS_1


Assalamualaikum ucap Nisa dan lainnya. wassalam, ayo masuk sayang kata nyonya hartawan sambil memeluk nisa dan mencium keningnya. dewi dan bela juga putri mencium tangan nyonya hartawan.


kak ipar sudah datang, kak ipar tau ndk dari tadi ada seorang yang gelisah menunggu kak ipar sampai seisi rumah ini gempar candaan naya melirik alex. nisa hanya senyum menanggapinya dan melirik alex.


ini pasti dewi dan bela pasangan dari rio dan victor tanya nyonya hartawan. ya mom naya sampai heran sama mereka ini menyukai orang yang tipe sama kaku dan arogant, mom dad kenalkan ini Dimas pacarnya naya kata naya tersipu malu. aduh putra putri dad sudah punya pasangannya dan kata naya eza juga punya pacar dimana dia seru tuan hartawan mencari seseorang.


Namanya putri om dia sudah seperti kakak kami bertiga, dia juga putrinya pak bayu dengan bibi kata nisa menjelaskan siapa putri. terus putrinya dimana sayang tanya tuan hartawan lagi. tu om sama orangtua nisa dan pak bayu juga bibi kata dewi.


tuan dan nyonya hartawan melihat pak bayu turun dan mengeluarkan 2 kursi roda dengan bantuan putri, bibi membantu ibu nisa keluar dari mobil dan membantunya duduk di kursi roda begitu pula dengan pak bayu membantu ayah nisa dan firza senantiasa memegang tangan amanya dengan tangan kecilnya.


orangtua nisa menghampiri putrinya ke dalam menemui calon besannya. ayah tangan ibu dingin deg deg an ayah gimana tanggapan mereka melihat kita seperti ini kata ibu nisa dengan khawatir. nyonya jangan cemas, daddy dari tuan alex itu sahabat saya, dan orangnya sangat menerima nona nisa kata pak bayu.

__ADS_1


Alhamdulillah bay saya tenang mendengarnya, tapi bagaimana dengan firza tanya ayah. apa, oma dan opa sangat baik sama bunda dan firza kata firza. ayah dan ibu merasa lega dan mereka melanjutkan jalannya


__ADS_2