
Keesokan harinya mereka pergi ke bandara mengantar Rendra dan lainnya berangkat ke London untuk melanjutkan pendidikan.
Mereka jatuh pilihan pada Negara London untuk melanjutkan pendidikan, Nia dan Alex juga menyetujuinya.
Tak hanya keluarga yang mengantar mereka Elang juga berada disana untuk mengantar kekasihnya pergi ke London, Elang senantiasa menemani Revina yang sedang sedih meninggalkan keluarganya.
" Bunda dan ayah pokoknya harus sering menghubungi Revina disana" kata Revina, memeluk Nisa, mereka hanya menyaksikannya.
" Sayang kami akan sering menghubungi kalian" kata Alex, mengelus hijab putrinya.
Bella dan Victor juga berbicara dengan putranya Verlo.
" Verlo ingat setelah tiba disana jangan pernah mematikan HP agar mami bisa menghubungimu" kata Bella, menangis, Verlo memeluk Bella, Victor menepuk punggung putranya.
" Abimanyu ingat selalu bersama Rendra dan Revina tugasmulah menjaga mereka" kata Rio. Abimanyu tersenyum dan menanggukan kepalanya dia melihat Dewi yang diam dan mendekati nya.
" Mami jangan cemas Abi akan selalu menghubungi mami dan papi" kata Abimanyu memeluk sang mami.
" Rendra ingat jaga saudara kembarmu disana tak ada kami yang selalu mengawasi kalian" kata Alex, Rendra menanggukan kepalanya.
Rendra melihat Cahaya menangis dan mendekatinya.
__ADS_1
" Sayang" panggil Rendra, Cahaya langsung memeluk suaminya dan mengeluarkan tangisannya.
" Jika kamu seperti ini aku tak tega meninggalkanmu" kata Rendra.
" Mas harus berangkat ini demi masa depan mas dan kita, Cahaya baik saja disini ada Aulia dan lainnya. Mas harus jaga diri disana jangan lupa untuk makan dan jaga Revina" kata Cahaya, Rendra tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Revina, Abimanyu dan Verlo mendekati kekasih masing-masing.
" Kamu akan kuliah di Universitas S? " Abimanyu pada Efina, Efina menanggukan kepalanya.
" Aku akan mengambil kuliah kedokteran, dokter kandungan" kata Efina. " Bagus kamu dan Revina akan bekerja di tempat yang sama nanti" kata Abimanyu. Efina menanggukan kepalanya.
Verlo menatap Aulia yang sudah berkaca dia hanya diam dan membiarkan kekasihnya itu tenang.
Mereka yang mendengar perkataan Aulia hanya menggelengkan kepalanya.
" Aku akan menunggumu, setelah kamu kembali aku akan melamarmu" kata Elang, mengelus pipi Revina.
Firza dan Indah baru saja tiba di bandara karena mereka ada urusan di kampus.
" Kakak" teriak Revina, melihat kedatangan kedua kakaknya dan memeluk mereka.
__ADS_1
" Kenapa kakak baru datang? " Revina, Firza dan Indah hanya tersenyum.
" Kakak ada urusan di kampus dek dan kak Indahmu ada urusan mengenai ujiannya" kata Firza, Revina menanggukan kepalanya.
Rendra, Abimanyu dan Verlo mendekati mereka dan saling memeluk.
" Kalian harus menjaga Revina selama disana" kata Firza, mereka menanggukan kepalanya.
Taklama terdengar suara pengumuman pesawat yang akan menuju ke London segera berangkat, Nisa dan lainnya melepas mereka dengan terharu.
" Sayang mereka akan kembali dan membanggakan kita" kata Alex, menatap kepergian anak-anaknya, Nisa menghapus air matanya dan tersenyum menghadap suaminya.
Kemudian mereka kembali ke tempat masing - masing.
Firza kembali ke kampus bersama Indah karena masih ada urusan.
" Indah, kapan ujianmu? " Firza yang fokus mengendarai mobilnya.
" Minggu depan kak, kak kapan menyatakan perasaan pada gadis itu. Indah tahu kakak menyukainya?" Indah mengingat Melina.
" Kakak harus membicarakannya dengan bunda, jika bunda setuju kakak akan melamarnya " kata Firza.
__ADS_1
" Indah akan membujuk bunda nanti agar menerima Melina sebagai kakak ipar kami" kata Indah dengan semangat, Firza menatap adiknya dan tersenyum tipis.
Mobil melaju menuju ke kampus tak ada halangan di jalan hingga mereka sampai di kampus dengan selamat.