
Nisa dan lain masih terkejut dengan berita yang di sampaikan oleh eza. nisa tidak menyadari kejadian yang dialami oleh rekan kerjanya itu.
"kak tolong hubungi suster ana minta dia besok menemui nisa"kata nisa. " ok nanti kak hubungi dia"kata eza. "sayang apa yang akan kamu lakukan"kata alex.
" suster ana akan nisa jadikan asisten nisa lagi apalagi kerja dari suster ana cukup baik hanya perlu dilatih sedikit lagi, nanti kak putri tolong di bantu suster ana ya kak"kata nisa. putri menanggukan kepalanya.
"Nisa sudah memiliki asistennya, kak apa tidak ada lagi suster yang berhenti lagi"kata bela dengan jahilnya. " ada tapi ob yang sudah Pensiun"kata eza dengan jahilnya. "mas lihat kak eza menjahiliku "adu bela pada victor sambil pura pura menangis.
"lihat dia malah romantisan disini"kata dimas sambil melihat sikap bela. "kak sepertinya masih ada yang lain, itu terlihat jelas dari wajah kakak seperti orang stres"kata naya. "sayang apa ada masalah lagi"seru putri.
"nisa baru mulai bekerja di rumah sakitmu sendiri tapi kak sudah banyak minta tolong"kata eza dengan nada tak enak." kak kita sudah menjadi keluarga jadi katakanlah nisa pasti bisa bantu"kata eza.
__ADS_1
"eza memangnya masih ada masalah"kata ibu nisa.eza menanggukan kepalanya. eza menghela nafasnya.
"nisa kamu pasti mengenal indah gadis mungil berusia dua tahun mengalami tekanan jiwa dari kekerasan dari ibunya"kata eza.
"Indah yang menjadi pasien nisa beberapa bulan terakhir ini "kata nisa. "memangnya ada apa bukankah dia sudah sembuh dan ibunya sudah diberi peringatan dari pihak HAM" kata dewi.
"seharusnya begitu tapi kemaren indah bersama ibunya mengalami kekerasan fisik dari penagih hutang, karena kejadian itu ibunya meninggal di tempat dan indah mengalami luka berat di kepalanya kemaren kakak melakukan operasi besar"kata eza.
" mas"kata nisa dengan lirihnya. "kamu ingin kita mengadopsi gadis itu"kata alex." jika mas dan orangtua setuju nisa mau, tapi tidak nisa bisa merawatnya disini"kata nisa sudah bersedu. "sayang mas tidak marah jika itu membuatmu senang mas setuju"kata alex. "terima kasih mas"seru nisa.
"mommy dan daddy juga setuju gadis kecil itu masih membutuhkan kasih sayang dari orangtua, dan mommy bisa mendadaninya"kata mommy dengan semangatnya.
__ADS_1
"ayah dan ibu apa pun keinginan dari putri ayah pasti akan ayah dukung"ucap ayah nisa"terimakasih semuanya, Kak tolong diurus"kata nisa. "beres, akhirnya masalah terselesaikan"kata eza.
"baiklah sekarang kita pulang besok putri mommy akan memulai aktivitasnya dan menyambut cucu mommy"kata mommy."bunda jadi indah akan tinggal bersama kita"kata firza. nisa menanggukan kepalanya.
"bunda firza senang sekali sekarang firza ada teman "kata firza. "firza nanti selalu menjaga adik indah ok"kata bela. "ok aunty nanti firza kasih semua mainan firza karena firza sudah besar jadi tidak membutuhkannya lagi"seru firza.
"tuan muda firza adik indah kan seorang perempuan mana cocok untuknya "kata putri. "begitu aunty, kalau begitu untuk adik firza selanjutnya"kata firza.
"kalian dengar itu putra kalian sudah ingin memiliki adik lagi, jadi kalian semuanya harus memberikan mommy cucu yang banyak"kata mommy dengan semangat.
"mom kami baru saja menikah sekarang sudah memiliki dua anak jangan sekaranglah mom"kata alex. "pokoknya mommy tidak mau dengar alasannya dan untuk kedua pasangan yang belum menikah ini cepatlah menikah "kata mommy tidak dapat di tawar lagi.
__ADS_1
Mereka hanya bisa tersenyum malu dan para orangtua hanya memberi dukungan pada anaknya agar mendapat cucu.