
Anmisa sedang memeriksa laporan keuangan yang diberi oleh putri di kamarnya sedangkan yang lainnya masih asyik mengobrol.tak lama bela, dewi, naya dan putri kembali ke kamar yang telsh dipersiapkan oleh pelayan villa.sedangkan para pria masih membicarakan rencananya.
lex, kejutkan apa yang telah kau persiapkan untuk nisa kata dimas yang dari tadi penasaran tentang pembicarakan sahabatnya itu. aku berniat melamar nisa malam ini di depan keluarganya kata alex dengan mantap. dimas melihat tatapan alex yang bersungguh untuk melamar nisa yang telah dia anggap sebagai kakaknya itu dan berdoa untuknya.
Hari telah menunjukan jam tujuh malam, sesuai tang direncanakan oleh alex untuk wanitanya itu, dia tekah menyiapkan suasana yang romantis di taman villanya. rio telah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh bos nya itu.
sekarang mereka sedang menikmati sarapan malam yang disediakan oleh pelayan villa.Nisa membantu orang tuanya untuk makan tanpa bantuan bibi, sedangkan bibi membantu firza dan yang lainnya hanya melihat permandangan itu.
selesai makan malam mereka duduk di ruang tamu saling mengobrol dan orangtua nisa mengenali pacarnya dewi dan bella, Nisa sedang membersihkan meja kemudian alex menghampirinya dan memberitahu niatnya.
Sayang, apa kamu setelah ini ada kerjaan? tanya alex, tidak mas nisa tidak sibuk memangnya mas ada yang mau bicara sama nisa kata nisa yang sedang memberaihkan piring yang kotor. ya sayang, mas nunggu di taman belakang jangan lupa pakai pakaian yang indah kata alex, kemudian meninggalkan nisa yang terlihat bingung dengan pacarnya itu.
__ADS_1
Nisa yang yang tidak kembali dari dapur membuat dewi khawatir dan menghampirinya. tante, om dewi ke dapur dulu lihat nisa, mengapa dia lama ksta dewi. ya nak, tolong bawakan air minum om haus kata ayah nisa. baik om, nanti dewi bawakan, dewi, aku ikut kata bela
mereka ke dapur dan melihat nisa yang bengong, bel, nisa kenapa dia terlihat memikirkan sesuatu kata dewi dengan cemasnya. ya dew. "bela menepuk punggung nisa dengan pelan, " nisa kamu kenapa? tanya bela, jangan membuat kami kahawatir nisa, dari tadi kami panggil kamu diam saja seru dewi.
itu dew, bel tadi mas alex meminta nisa ke taman belakang untuk menemuinya katanya mau dibicarakan kata nisa. lalu mengapa masih disini segera menemui priamu itu nanti dia menunggu lama kata bela ya bela. tapi mas alex menyuruh nisa mengganti baju yang indah kata nisa tang heran.
mungkin ada kejutan kata dewi, bela menanggukan kepalanya tanda setuju. sejarang ayo gantu pakaiannya nanti masmu ngambek lagi kata bela. kemudian dewi dan bela membantu nisa dalam mendadani nisa.
Nisa segera ke taman belakang disana terlihat sangat indah taman tersebut dihiasi dengan berbagai jenis bunga, terdapat pula panggung dengan gitar disana.
indah sekali. kata nisa yang menanggumi keindahan taman tersebut, mas alex dimana tanya nisa. tiba-tiba di atas panggung di sinari oleh cahaya lampu di sana alex berdiri dengan gagahnya.
__ADS_1
Nisa melihat tertampanan alex membuat matanya tak bertedip begitu pula dengan alex melihat wanita berdiri di depannya terlihat cantik. Alex menghela nafasnya mencoba mengontrol perasaannya. malam ini, ia harus menyampaikan isi hatinya.
Nisa, sejak pertama kali melihatmu di rumah sakit itu dan melihatmu merawat pasienmu dengan ketulusan telah membuat, hati yang telah lama tertutup rapi dengan namanya cinta. telah terbuka kembali dengan namamu yang telah mengisi ruang hati yang kosong.
ketika kau merawatku dengan ketulusan dan membuat kita menjadi sahabat, sehingga kau bersedia menjadi wanitaku, maka hari ini aku mengungkapkan niatku yang telah lama menanti maukah seorang Annisa Gunawan menjadi teman hidupku, ibu dari anakku dan senantiasa menemaniku. Bersediakah seorang AnnisaGunawan menjadi istri dari Alex Hartawan kata alex yang penuh dengan kelembutan.
Nisa yang mendengar perkataan alex membuat hatinya gemuruh dan jantungnya berdetak sangat keras, dia tidak menyangka bahwa laki yang bersujud di depannya ini melamarnya di bawah sinar bulan yang indah.
Mas, Nisa tidak tau harus bagaimana ini membuat nisa terharu,mas nisa bukan wanita yang sempurna tapi melihat mas bersedia melamar Nisa. Nisa bersedia dan menjadi seorang istri yang sempurna untuk seorang alex hartawankata nisa yang air matanya terus mengalir.
Alex mendengar jawaban dari wanitanya tanpa disadari air matanya keluar,ia merasa bahagia dan akan selalu melindungi dan membuat calon istrinya ini bahagia janji seorang Alex Hartawan yang selalu kaku., cuek dan arogant tetapi dia luluh seketika dengan seorang Annisa Gunawan
__ADS_1
tanpa mereka sadari di balik tembok banyak sepasang mata melihat adegan yang mengahrukan dan membahagiakan itu. merekajuga menangis bahagia dan orangtua nisa merasa sangat bersyukur karena sang putri telah menemukan penjaga hstinya seumur hidupnya.