
Setelah merayakan kelulusan di restoran mereka kembali ke rumah masing-masing, Elang telah meminta izin pada Alex mengajak Revina jalan-jalan.
Saat ini mereka berada di pantai duduk di depan mobil tak ada suara antara mereka yang ada keheningan antara mereka.
Elang memegang tangan Revina menarik nafasnya. " Kejarlah mimpimu aku akan menunggumu walau harus seumur hidupku" kata Elang.
Revina tersipu malul. " Kamu yakin menungguku kamu tahukan kuliah kedokteran spesialis bedah membutuhkan waktu sekitar 6 tahun" kata Revina, menatap ke arah Elang.
" Yang aku khawatirkan itu kamu,memangnya kamu masih bersedia menerimaku yang sudah berumur" kata Elang, Revina tersenyum dan memukul lengan Elang.
Kediaman Alex.
Disini tak jauh berbeda dengan Revina dan Elang, Rendra dan Cahaya berada di kamar Rendra sambil memperhatikan permandangan melalui jendela, Rendra memeluk Cahaya dari belakang sambil menghirup wangi Cahaya.
" Sayang kamu tidak apa-apa kan jika aku kuliah di luar negeri" kata Rendra, Cahaya memenjamkan matanya.
Cahaya mengahadap Rendra pegang pipinya dengan kedua tangannya.
" Mas yang dikatakan ayah itu benar ini demi masa depan kita, apalagi kamu harus mengurus perusahaan ayah nantinya.Kamu jangan khawatir disini ada bunda dan lainnya yang akan menemaniku apalagi Aulia akan menemaniku di sekolah" kata Cahaya memeluk Rendra.
__ADS_1
" Terimakasih sayang atas pengertianmu" kata Rendra menikmati kebersamaan mereka.
Kemudian Nisa memanggil mereka untuk makan malam, selama makan tak ada suara yang terdengar yang ada bunyi sendok.
Sekarang mereka berkumpul di ruang tengah sambil mengobrol rencana keberangkatan Rendra dan Revina ke luar negeri melanjutkan pendidikannya.
" Om Rio sudah mempersiapkan semuanya kalian tinggal berangkat kesana" kata Alex, Rendra dan Revina menanggukan kepalanya.
Nisa melihat kesedihan di wajah menantunya dia memegang tangan Cahaya, Cahaya menanggukan kepalanya sambil tersenyum.
" Jika nanti kak Firza wisuda kami nggak bisa ikut dong" kata Revina, dengan sedihnya. Firza merangkul adik kesayangannya.
" Kakak rambut Revina jadi berantakan itu kak Indah saja" kata Revina.
" Lho kenapa harus kakak yang kena" kata Indah, Revina memajukan bibirnya karena kesal, mereka tertawa melihat wajah kesal Revina.
" Nanti ayah tak bisa lagi melihat wajah kesal putri ayah" kata Alex, Revina mendekati ayahnya dan memeluknya.
" Nanti Vina juga merindukan ayah" kata Revina memeluk ayahnya, Alex tersenyum dan mencium kening putrinya.
__ADS_1
" Ayah Abimanyu dan Verlo gimana?" Rendra mengalihkan obrolan.
" Mereka akan tinggal di sebelah kalian, ayah telah menyediakan apartemen untuk kalian tinggalin" kata Alex.
Melihat jam sudah larut Nisa meminta mereka untuk istirahat, apalagi seharian menghadiri acara kelulusan putra putrinya.
Kamar Alex.
" Mas apa tidak apa memisahkan Rendra dan Cahaya terlalu lama apalagi mereka sudah menikah beberapa bulan ini" kata Nisa.
" Sayang mas tahu kekhawatiranmu ini juga demi kebaikan untuk mereka, usia mereka masih terlalu muda menghadapi masalah rumah tangga dengan berpisah sementara ini usia mereka semakin matang dan dewasa dalam menghadapi masalah " kata Alex.
Nisa menanggukan kepalanya tahu ini adalah kebaikan untuk anak-anaknya.
Keesokan harinya seperti biasa Nisa menyiapkan sarapan untuk keluarganya di bantu oleh Cahaya dan Indah.
" Nak kamu tidak bersiap untuk sekolah" kata Nisa melihat Cahaya belum memakai pakaian sekolah.
" Karena kemarin baru hari kelulusan jadi pihak sekolah memberi kami libur seminggu" kata Cahaya.
__ADS_1
" Jadi adik iparku ini bisa bersama adikku sebelum berangkat" Indah menggoda Cahaya, Cahaya malu dan Nisa tersenyum.