Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Sadar


__ADS_3

Sudah seharian mereka di rumah sakit tapi Annisa beserta sahabatnya belum juga sadarkan diri keadaan seperyi ini membuat suami dan keluarga merasa sangat khawatir.


"indah mau bunda babang hiks hiks"ucap indah menangis pada firza mereka tinggal bertiga sama putri tapi putri ke kamar mandi dan para opa ke kantin sedangkan oma pulang sebentar untuk mengambil paksian ganti untuk putra mereka dsn cucunya.


"indah bunda lagi istirahat sama ayah kita tunggu disini saja"ucap firza memberi pengertian pada adiknya padahal dia juga sedih karena menyaksikan sendiri kejadian naas itu.


"cucu ama mengapa menangis sayang, dimana aunty putrinya"tanya ibu yang baru saja masuk ke ruangsn cucunya dan melihat indah menangis."ama aunty di kamar mandi, ama bunda....?"tanya firza.


"sudah sayang firza doaksn bunda ya sayang"ucap ibu. firza mengajak indah berdoa pada tuhan untuk kesembuhan nisa dan keduaauntynya.


"nyonya"kata putri. "ups"seru ibu pada putri dan menunjuk kedua cucunya sedang berdoa.


"kalian sebaiknya makan dulu dan ganti pakaiannya, dari semalam kalian belum makan "kata mommy membawa beberapa makanan.

__ADS_1


"mom alex belum lapar"kata alex dengan lirihnya menatap nisa dengan lirihnya. rio dan victor tepaksa mematuhi perkataan nyonya hartawan walau mereka kehilangan selera.


"mom gimana keadaan kak ipar dan lainnya "ucap naya yang baru masuk bersama eza dan dimas. mommy mengatakan belum sadar dan meminta mereka untuk duduk.


"sayang bangunlah kasihan anak kita di dalam, sayang jangan membuat aku khawatir"ucap rio dengan lirihnya dan mencium kening dewi. tanpa disadari oleh rio tangan dewi gerak dan terlihat oleh bibi disamping mommy.


"Ya Allah Alhamdulillah "ucap bibi sambil menutup mulutnya. "ibu ada apa"kata dimas. "nak, tuan nyonya tangan nona dewi bergerak " ucap bibi. mereka berjalan ke tempat dewi ternyata dewi mulai membuka matanya.


"rio lihat dewi sudah sadar"kata eza dengan mengusap punggungnya dan menatapnya. "sayang kamu sudah sadar, sayang jangan membuatku takut lagi"kata rio dan memeluk dewi.


Dewi menatap sedih sahabatnya yang belum sadarkan diri mommy dan naya berdiri di samping alex dan mencoba bicara pada nisa sedangkan eza menghampiri victor.


"mmm haus"ucap bela yang mulai membuka matanya." vic lihat bela membuka matanya"seru eza. victor yang menunduk menahan tangisannya mengangkat kepalanya dan melihat bela tersenyum walau masih keadaan pucat.

__ADS_1


"sayang "ucap victor meletakan kepalamya ke bawah leher bela. "mas bela haus"ucap bela dan membelai rambut victor.


"maaf mas sayang baiklah mas ambilkan airnya"kata victor. para calon kakek membuka pintu dan melihat bela dan dewi sudah sadar membuat mereka sedikit tenang, walau nisa belum juga sadarkan diri itu membuat mereka khawatir.


"sayang sampai kapan kamu tidur seperti ini kasihan firza dan indah sayang mereka terus menangis, sayang mas sangat merindukanmu sadarlah sayang"kata alex dengan frustasinya.


mommy hanya bisa memeluk putranya, " kak ipar cepatlah sembuh kasihan kak alex dan anak anakmu mereka sedih jika kamu seperti ini"kata naya dan memegang tangan nisa.


naya merasakan adanya pergerakan dari tangannya alangkah terkejutnya nisa menggerakan tangannya.


"mom lihat nisa mulai sadar "bisik naya pada mommy. mommy dan nisa saling pandang dan tersenyum, mommy memberi isyarat pada nisa bahwa putranya memejamkan matanya dan air mata yang sudah mengalir.


"mas jangan menangis nanti firza menertawa mu"seru nisa dengan lirihnya. alex mendengar suara yang sangat dia rindukan ketika mata mereka saling menatap alex tak tahan lagi dia menghujani nisa dengan ciuman dudeluruh wajahnya.

__ADS_1


mommy dan daddy merasa bahagia karena melihat putranya kembali tersenyum dan ayah nisa merasa bahagia karena putrinya begitu di cintai oleh suaminya.


Bunda...!


__ADS_2