
"Bunda... teriak firza hiks hiks bunda tidak kenapa kan, kemaren kepala bunda banyak darahnya" kata firza sambil bersenggukan." bunda hiks hiks indah tak akan nakal, bubda jangan sakit ya"kata indah di gendongan putri sambil menangis.
"sini sayang anak-anak bunda"kata nisa. putri meletakan indah di sebelah kanan nisa sedangkan firza duduk di sebelah kirinya nisa. alex berdiri disamping nisa mengelus hijab nisa dan senyum melihat anak anaknya memeluk nisa.
"firza jangan terlalu teras memeluk bundanya nanti adiknya kesakitan sayang "kata ibu nisa dan menberi jarak firza dengan perut nisa." ama indah tidak terluka lihat indah memeluk indah"seru firza dengan mengecerut bibirnya.
Nisa memberlakkan matanya mendengar ucapan ibunya, melihat arah suaminya yang senyum cerah membuat nisa paham dan membengkap mulutnya dengan tangannya.
"Ya Allah, mas apa semua ini benar" kata nisa dan mengusap perutnya yang masih rata, nisa menangis terharu bahwa dia sedang mengandung buah cinta mereka.
"sayang jangan menangis nanti anak kita juga menangis"seru alex membelai pipi nisa dan mencium keningnya. "Bunda firza punya adik lagi"kata firza dengan bahagianya.
"firza senangkan sayang punya adik lagi"kata nisa dengan hati hati. "hore firza punya adik lagi,nanti firza akan mengajaknya bermain"kata firza dengan bahagianya. nisa merasa lega begitupun alex.
__ADS_1
"Nisa selamat akhirnya keinginanmu terkabul"ucap dewi dengan senyum. dewi mencoba berdiri untuk menuju ke nisa tapi rio melarangnya.
"mas ini kenapa sih dewi ingin ke tempat nisa, dewi ingin memberi selamat dan doa mas"kata dewi dengan kesalnya. "sayang kamu belum sembuh"kata rio dan membaringkan dewi lagi.
"tapi mas dewi hanya.... ".rio menutup mulut dewi dan memintanya untuk istirahat. dengan kesal dewi memberlakangi rio.
"hahaha rio dicuekin oleh istrinya sedang hamil"kata eza tertawanya. dewi membuka matanya dan menatap eza dengan tajam seakan bertanya apa maksudnya. "sebaiknya kau bertabya pada suamimu sendiri"kata eza.
rio tersenyum dan menanggukan kepalanya yang dikatakan oleh eza itu benar. "Dewi mimpi kita rerwujud kita hamil secara bersamaan "kata nisa dengab senyuman. dewi menanggukan kepalanya dan memeluk rio di samping.
"sayang mengapa sedih nanti di dalam sini juga ikut sedih"kata bibi yang memperhatikan bela. "bibi aku juga hamil"kata bela dengan histeris. bibi menanggukan kepalanya
" hahaha bela juga hamil, nisa dew ingat ya jika kita hamil bersamaan kita akan liburan ke Villa milikmu nis di pulau K, tapi tanpa para suami kita" kata bela sambil tertawa jahil
__ADS_1
suami mereka syok mendengarnya sedangkan para orangtua hanya senyum karena mereka tahu bahwa istri mereka itu hanya bercanda.
Sahabatnya tertawa melihat orang berkuasa di perusahaan terbesar Hartawan diam membeku. "mas itu hanya candaan kami jika kami hamil bersamaan, mas "kata nisa mengambil tangan alex dan meletakannya di perut nisa. alex tersenyum
mas maafin bela"serunya sambil memegang kedua telinga dengan raut wajah yang memelas. victor yang tidak tega dia langsung memeluk bela.
rio dan dewi hanya menikmati kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini. "jeng lihat kita akan segera memiliki banyak cucu"kata mommy. "benar nyonya yang terpenting firza tidak sendirian lagi" ucap ibu.
"aku tidak sabar menanti alex junior atau nisa junior, kami berharap jangan sampai sikap anaknya seperti ayahnya"kata dimas dengan menaikkan alisnya.
"aw sakit sayang baru saja menikah malah mendapatan KDRT dari istri"kata dimas dengan sedihnya. "habisnya kau jahili kakakku, nanti tidur diluar"ancam naya.
"jangan sayang nanti kapan kita menbuat adonannya"kata dimas dengan jahilnya. naya hanya senyum malu.
__ADS_1
dalam ruangan rawat VVIP menjadi ceria karena kebahagiaan yang menanti.