Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
belanja sesi kedua


__ADS_3

"Nisa mengapa dengan wajahmu itu terlihat murung begitu "kata dewi. "sepertinya kita harus ke pasar membeli bahan sembako lainnya disini sangat mahal"keluh nisa.


"sayang kalau soal mahal harganya jangan permasalahan suamimu sanggup sayang"kata alex. "tapi mas kita tidak dapat memilihnya, ini saja tidak cukup untuk seminggu"kata nisa dengan mengeluh.


"yang di katakan nisa benar tadi bela ke perabotan lainnya harga satu lusin piring saja sangat mahal"kata bela dan merebahkan kepalanya ke atas meja. Dewi menanggukan kepalanya.


"sayang firza ke rumah ama dan apa dengan aunty putri nanti bunda jemput. bunda mau kepasar bersama ayah"kata nisa. Firza menanggukan kepalanya dan pulang bersama putri, sedangkan alex tercengang ucapkan istrinya.


sebelum alex bicara nisa sudah menarik tangan alex setelah meminta orang suaminya membawa barang mereka ke rumah. dewi dan bela mengeluarkan jempolnya sedangkan rio dan victor apakah bos mereka sanggup dengan pergi ke pasar.


Pasar Raya negara A


pasar ini adalah salah satu pasar terbesar di Negara A


Nisa, dewi dan bela sudah turun dari mobil tapi para suami mereka masih betah dalam mobil karena mereka tidak menyangka bahwa pasar ini sangatlah bau.


" mas ayo turun mengapa masih dalam mobil"kata nisa merasa heran karena suaminya dan lainnya menutup mulutnya dengan masker.

__ADS_1


" Nisa sepertinya mereka tidak mau menemani kita, dewi bukankah di rumah sakit banyak dokter yang ganteng sepertinya kita dapat meminta mereka untuk menemani kita "kata bela sambil mengkode sahabatnya


"jangan"teriak para suami. "enak saja mereka menemani kalian, suami kalian ini paling ganteng "kata alex dengan tegasnya dan menarik tangan nisa.


"awas saja kau berfikir memikirkan dokter itu "kata rio dan membawa dewi. "kamu, yang jika kau berani menghubungi mereka tidak akan ku biarkan mereka hidup "ancam victor.


dewi dan sahabatnya tersenyum akhirnya suaminya bersedia walau mereka tau bahwa suami mereka tidak terbiasa atas semuanya ini.


hampir dua jam mereka berbelanja dan merasa cukup untuk dapur mereka. Nisa menjemput firza kemudian pulang ke rumah.


Di Rumah Nisa


alex merasa lelah membuka dasinya dan duduk di samping firza, melihat suaminya lelah nisa membawa belanjaannya dan fu bantu olehbeberapa pelayan ke dapur. kemudian membuat minuman untuk firza dan alex.


"ayah capek"kata firza. alex menanggukakan kepalanya. "ayah firza pijit tangan ayah"kata firza. "ternyata putra ayah pandai memijit"kata alex. "firza sering memijat bunda ketika ulang dari rumah sakit"kata firza. Alex sangat menikmati pijitannya


kemudian nisa membawa tiga minuman untuk mereka nikmati.

__ADS_1


"firza buku semuanya ini untuk sementara di simpan di kamar firza dulu"kata nisa. "baik bunda"kata firza kembali menyusun bukunya setelah memijit alex.


"ayah hubungi om rio untuk segera mengurus perpustakaan mini"kata alex. "mas tidak perlu sekarang tuan rio pasti lelah setelah berbelanja tadi." kata nisa. "baiklah besok baru mas memintanya"kata alex.


"maaf tuan, nyonya makan malamnya sudah siap apa mau sekarang atau nanti"kata kepala pelayan.


"baiklah kita makan mas sudah lapar"ucap alex.nisa mengambil makanan untuk alex firza mereka makan dengan tenang.


"sayang mas mau keruang kerja masih ada pekerjaan"kata alex setelah melesaikan makanan malamnya.


"baiklah mas nanti nisa bawakan kopi dan kue"kata nisa. "sayang langsung tidur besok harus sekolah"kata nisa. "baik bunda" seru firza. furza mencium pipi nisa dan masuk kekamar untuk tidur.


nisa menyiapkan kopi dan mengantarnya ke ruang kerja alex. nisa mengetuk pintu tok tok


"masuk sayang pintunya tudak dikunci"kata alex sambil menutup netbooknya setelah nisa memasuki ruangan.


"sayang mas merindukanmu"ucap alex setelah nisa meletakan kopi dan kue atas meja. alex membawa nisa ke sofa.

__ADS_1


tanpa aba-aba alex kembali memadu kasih dengan nisa di ruangan kerja setelah dia mengunci pintu.


__ADS_2