Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 6


__ADS_3

Di Kediaman keluarga Hartawan


setelah terjadinya pernikahan dadakan tersebut dan permakaman ayah cahaya, mereka pulang ke rumah keluarga hartawan karena yang lainnya sudah menunggu.


Eza dan Dimas yang baru saja turun dari pesawat langsung menuju ke sana setelah mendapat kabar dari istri mereka masing- masing.


" Assalammualaikum , mommy, tante" kata mereka. " kalian sudah pulang mari masuk" kata daddy alex. " daddy ini ada acara apa tadi naya meminta dimas langsung kesini" kata Dimas, melihat para pelayan sibuk.


" lebih baik kalian menunggu mereka dan melihat sendiri" kata ayah nisa." om memangnya ada apa " kata eza . ayah nisa dan lainnya terpaksa menceritakannya.


" jadi keponakan kami yang dingin itu menikah, baguslah" kata dimas. " aduh eza mengapa kau lempar bantal padaku" kata dimas. eza menatap tajam pada dimas.


" maaf mommy, mommy tahu sendirikan dinginnya rendra itu seperti alex, jika dia menikah sekarang pasti sangat sulit mencari pasangannya, mommy tenangnya saja kak nisa pasti sudah mengaturnya" kata dimas.


" nyonya, tuan. mereka sudah pulang" kata kepala pelayan. " ayo kita lihat mommy ingin tahu seperti apa wajah cucu menantu mommy" kata mommy alex, dengan semangatnya.


mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat antusias dari mommy alex.

__ADS_1


" Assalamualaikum mommy, ibu" kata Nisa.mencium tangan orangtua dan mertuanya diikuti oleh lainnya.


" sayang dimana cucu menantu mommy" kata mommy alex." sebaiknya kita masuk dulu mom, nanti nisa panggil mereka masih dalam mobil" kata nisa.


mereka mengerti dan masuk kedalam rumah.


" cahaya ayo masuk Bunda sudah meminta kita untuk turun" kata rendra, lembut. tapi cahaya cemas.


rendra melihat istrinya cemas hanya menggelengkan kepalanya. " kamu jangan cemas mereka semua baik terutama oma dan nenekku" kata rendra. setelah cahaya tenang baru mereka turun.


" sayang kalian ayo duduk" kata nisa, tersenyum. rendra membawa cahaya duduk disamping luna. " ternyata rendra pandai juga mencari istri, dia sangat mirip kak nisa sewaktu sekolah dulu" kata dimas.


" Firza ingin fokus pada kuliah dan perusahaan dulu" kata firza. " uh keponakan aunty satu ini sangat mirip dengan nisa" kata bella, tertawa.


mereka juga tertawa cahaya hanya tersenyum kecil melihat keharmonis keluarga barunya.


" jika om ingin tahu pendapat Indah dia harus seperti ayah " kata Indah, memeluk Alex. Alex tersenyum dan mencium pipi indah.

__ADS_1


" kami sudah menduganya kak" kata eza, dengan kesalnya. Bella menatap revina dengan mengangkat alisnya.membuat revina tersenyum kecil.


" bella jika kau ingin vina memiliki kekasih sudah atau belum, jawabannya revina harus menyelesaikan sekolahnya dulu" kata Nisa.


" uh kalian ini, mari kita makan bersama untuk menyambut kedatangan cucu menantuku" kata mommy.


" tunggu kak dimana kedua keponakanku yang centil itu" kata revina. " kakak cantik sekali" puji Devina dan cella pada cahaya. membuat orangtuanya menepuk dahinya.


" kalian berdua darimana saja" kata naya, " kami tertidur dalam mobil kak firza, kami menonton doraemon tadi" kata devina.


" sudahlah nak jangan marahi mereka, ayo kita makan sekarang" kata daddy alex . menghentikan keributan yang terjadi.


mereka menikmati makanan yang tersedia setelah selesai mereka kembali duduk di ruang tengah.


" sayang, kami mengucapkan duka cita atas kepergian ayahmu, sekarang kamu jangan bersedih lagi kamu sudah menjadi bahagian dari keluarga kami" kata mommy alex, dengan mengelus hijab cahaya.


" terima kasih nenek" sahut cahaya. " sayang kamu jangan panggil nenek kamu panggil oma dan nenek pada lila" kata mommy alex.

__ADS_1


" Rendra sekarang kamu bawa istrimu ke kamar kalian harus istirahat sebentar baru kita pulang" kata Nisa, mengelus pundak rendra.


Rendra membawa cahaya ke dalam kamarnya jika dia menginap di rumah oma dan opa.


__ADS_2