
para sahabat mereka sudah kembali karena hari sudah malam sedangkan para orangtua sudah istirahat.
" Rendra kamu tidur bersama firza biar kamarmu ditempati cahaya" kata Alex, tiba - tiba. " ayah" kata Rendra. mereka tercengang dengan yang dikatakan Alex.
" Sayang yang dikatakan oleh ayahmu benar kalian masih sekolah, dan istrimu baru berusia lima belas. untuk sementara biar kalia terpisah dulu nanti setelah menantu mommy lulus baru kalian satu kamar" penjelasan nisa.
mereka menanggukan kepalanya. " Bunda biar kak ipar tidur dengan revina" katanya, sambil tersenyum. " jangan mom yang ada mereka malah bergosip" kata indah.
Revina kesal dan menghentakan kakinya sambil menuju kamarnya dan disusul oleh indah.
" cahaya jika kamu ingin merubah suasana kamarnya kamu bisa bicarakannya" kata nisa. baik Bunda" kata cahaya.
" kalian beristirahatlah besok harus kuliah dan sekolah, Firza awasi adikmu jangan biarkan dia memasuki kamarnya dan menantuku kunci pintunya " kata alex.
mereka semua menuju kamarnya masing. nisa menatap tajam suaminya ketika alex menatapnya mesra.
" sayang ayo kita bulan madu walaupun putra kita yang menikah, aku merindukanmu" bisik alex." mas" jerit nisa ketika alex menggendongnya membawanya ke kamar.
keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang cahya sedang bermimpi indah, terbangun dia masih terkejut dengan keadaannya sekarang.
" ayah cahaya janji akan menjadi istri berbakti untuk kak rendra dan menjadi menantu yang baik" katanya, dalam hati.
__ADS_1
" lebih aku sholat kemudian bersiap dan membantu di dapur" kata cahaya, dia merasa tak enak jika tidak membantu di dapur.
" nona ada yang bisa kami bantu " kata kepala pelayan, terkejut melihat nona barunya di dapur." bibi cahaya mau membantu" kata cahaya, memainkan tangannya karena gugup.
" bibi biar hari ini kami mencoba masakan menantuku, kalian harus membantunya" kata Nisa. muncul dari belakang.
" Bunda " seru cahaya. nisa hanya tersenyum dan menanggukan kepalanya. " Bunda hari kita" kata indah.
" ups, hari ini adik iparmu yang memasak hari ini" kata nisa, menghentikan indah sebelum menyelesaikan ucapannya.
" ayo Bun kita sebagai penonton" kata indah, tersenyum." kamu ini yang ada nanti adik iparmu gugup, ayo kita duduk saja" ajak nisa.
tidak membutuhkan waktu lama cahaya menyiapkan nasi goreng yang biasa dia masak bersama ayahnya.
" sangat enak Bunda pasti adikku itu pasti menyukaiya" kata indah. " sekarang kalian bersiaplah disini biar pelayan yang menyiapkannya " kata nisa.
Nisa membangunkan Alex. " mas ayo bangun hari ini menantu kita memasak untuk pertama kali" ucap nisa, membelai rambut alex.
" sepertinya istri kesayanganku ini sangat senang dan tidak sabaran untuk mencoba masakan menantu kita" kata Alex. bangun dan sebelum ke kamar mandi dia sempat mencium nisa.
mereka sudah berada di meja makan.
__ADS_1
" Bunda masakannya enak" kata revina, nisa dan indah tersenyum. " ini kakak iparmu yang masak ,sayang" kata nisa.
" waw kak rendra pandai cari istri, nanti aku mencari suami yang pandai masak juga, biar di masakin tiap hari" kata revina, tersenyum mengembang.
" kakak mengapa kepala vina dijitak, ayah " keluh vina. " habisnya kau ada saja masa suamimu yang memasak untukmu, mommy sepertinya dia harus belajar masakan jangan cake saja" kata indah.
" baiklah vina akan belajar bersama kak iparku" kata vina, memeluk cahaya.
" rendra kamu sudah fikirkan istrimu berangkat ke sekolah bersama siapa, atau dengan supir" kata Alex, melipat tangannya di dagunya. mereka seketika menghentikan makanannya.
" Bunda, ayah nanti cahaya naik angkot saja" kata cahaya. " tidak nanti kamu pergi sama kakak" kata rendra.
" aduh saudara kembarku yang bedanya hanya lima menit denganku, jika kak ipar perginya bersama kita yang ada mereka disana heboh " kata revina.
" cahaya, apa kamu bisa naik motor?" firza, selesai dengan minum susunya. " cahaya bisa naik motor kak, dulu cahaya berangkat ke sekolah naik motor ayah" kata cahaya, menunduk sedih. rendra memegang tangannya cahaya.
" kalau begitu kamu pakai motor indah, dia hanya memakainya dua kali, indah mana kunci motornya" kata firza. " tapi kak, bagaimana dengan kak indah" kata cahaya.
indah berdiri dan berada di samping cahaya. " adik dulu kakak pernah kecelakaan naik motor sampai kaki kakak terluka, sehingga daddy melarang kakak memakai motor, baiklah kakak ambil kuncinya dulu" kata indah.
" terima kasih kak" kata cahaya. indah tersenyum. " rendra nanti sepulang kampus bisa kamu mengantar makanan ke ama dan apa" kata nisa.
__ADS_1
" bisa Bun , di toko kue " kata rendra , memakai tasnya.nisa menanggukan kepalanya.
indah turun dan memberikan kunci ke cahaya kemudian mereka pergi setelah berpamitan