
Di kantor Hartawan group alex bersama rio dan victor sedang menyelesaikan pekerjaan yang sudah memupuk ketika acara empat bulanan istri mereka.
"Bos anda baik baik saja, apa perlu panggil dokter"kata rio dengan khawatir karena wajah Alex terlihat pucat. Alex menggelengkan kepalanya. "tidak perlu panggil dokter saya baik saja"kata Alex .
Alex merasa gelisah karena wajah Nisa selalu membayanginya, membuat alex gusar memikirkan nisa di rumah orangtuanya. Alex mencoba menghubungi nisa tetapi sudah sepuluh kali tapi tidak diangkat .
rio dan victor melihat alex menghubungi nisa membuat mereka juga menghubungi istri mereka tetapi sama tidak diangkat.
Kret, terdengar suara pintu terbuka dengan keras masuklah dimas bersama eza dengan terburu dan tegang. "kak,tuan apa Naya menghubungi diantara kalian"kata mereka.
"apa maksudmu dimas"teriak Alex. "tuan,kak tadi naya menghubungiku sebanyak lima kali tapi aku ada pasien darurat, setelah itu ada penemuan antara dokter di rumah sakit Nay Hospital."kata dimas dengan cemasnya.
"tuan victor, ada berita dari orang di tempat nyonya besar"kata bodygoard yang baru datang. "cepat jelaskan "kata victor dengan tegasnya.
__ADS_1
"Bodygoard yang ditugaskan untuk mengamankan kediaman tuan besar, mereka semua kehilangan kontrak sejam lalu"katanya dengan ketakutan karena alex menatapnya dengan tajam.
mendengar berita tersebut tanpa apapun alex dan lainnya segera berlarian keluar dari kantor membuat para karyawan bertanya,melihat wajah orang terpengaruh dalam perusahaan terlihat tegang.
"Sayang "teriak mereka yang tiba di kediaman keluarga hartawan dan melihat seisi rumah berantakan. "sayang"teriak dimas. "mas, kak Alex"tolong "teriak Naya dari ruang tamu.
mereka ketempat naya betapa terkejutnya mereka melihat Nisa sudah tak sadarkan diri dan mengalami pendarahan.
"mas, tolong nisa mas"kata dewi dengan menangis sambil menangis. "sayang kamu tidak kenapakan"kata victo.bela menanggukan kepalanya.
"sayang maafkan mas tadi tidak mengangkat telponmu dengan cepat"kata dimas dan memeluk nsya yang sudah menangis.
"sayang dimana kamu"teriak eza memanggil putri. putri dari kamar indah mendengar teriakan eza, putri keluar bersama indah sebab indah tidak mau tidur terus memanggil Nisa. "mas eza "kata putri dan langsung memeluk eza karena ketakutan.
__ADS_1
"Bunda, hiks hiks"tangisan firza berada du samping nisa. "ayah bunnda kenapa tudak bangun hiks"tangisan firza terdengar pilu.
Alex mengusap punggung firza sambil menggelengkan kepalanya. "aw sakit"keluh firza karena Alex mengusap luka di punggung firza. "sayang ada yang terluka "tanya Alex sambil memeriksa firza tanpa melepaskan pelukannya pada nisa.
"ayah aunty jahat itu mendorong firza, dab melukai bunda hiks"kata Firza dengan tangisan. "sebenarnya apa yang terjadi siapa yang dimaksud dengan firza dan kemana semua penjaga "teriak alex dengan amarahnya.
"kak sebaiknya kita bawa mereka ke rumah sakit terutama nisa yang harus mendapat perawatan karena dia mengalami pendarahan hebat"kata Eza yang datang bersama putri.
putri melihat nona nisa pingsan dan mengalami pendarahan terkejut, hingga membuatnya syok hampir terjatuh jika eza tak menahannya.
Alex baru sadar dari amarahnya dia segers menggendong nisa membawa ke mobil, Victor menggendong firza atas permintaan bela karena rio harus menggendong dewi yang juga mengalami luka.
mommy dan ibu yang baru pulang dari Mall terkejut melihat nisa pingsan dan pendarahan, sampai ibu jatuh pingsan dimas menggendong ibu nisa setelah naya tenang. mereka membawa nisa dan lainnya ke rumah sakit
__ADS_1