Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 56


__ADS_3

Firza melajukan mobilnya dengan hati-hati Merlina terus mengajaknya bicara agar Firza tetap sadar, tanpa sadari mobil Firza tiba di massion yang indah Merlina sampai bengong.


" Merlina panggil satpamnya aku tak sanggup lagi" kata Firza, sudah memenjamkan matanya dan darah mulai mengalir karena perbannya terbuka.


" Astagfirullah tuan darah" pekik Merlina. " Kenapa kamu suka sekali berteriak" kata Firza.


Satpam penjaga melihat mobil yang dikenalinya dia membuka pintu gerbang, dia terkejut melihat mobil Firza yang datang.


Tok, tok, tok


" Tuan muda" panggil satpam. " Merlina buka kacanya" Firza lega karena satpam datang.


" Astagfirullah tuan muda apa yang terjadi?" Satpam terkejut melihat keadaan tuan mudanya.


" Pak syukurlah tolong bawa aku ke dalam" kata Firza. " Baik tuan muda" satpam membantu Firza keluar diikuti oleh Merlina.


Pintu depan dibuka secara kasar terlihat Rendra dan lainnya keluar bersamaan.


" Kakak" teriak mereka, langsung berlarian. " Pak biar kak Firza bersamaku" kata Rendra, memapah Firza.


Indah, Revina dan Cahaya tersenyum dan menanggukan kepalanya pada Merlina.

__ADS_1


" Rev bawa dia masuk dia juga terluka" kata Firza.


" Tuan muda saya pamit dulu" kata Merlina merasa tak enak dengan semuanya ini.


" Kamu tahu sendirikan semuanya ini karena apa, sekarang masuk atau" tekan Firza, menahan sakitnya.


" Kakak" kata Rendra dengan khawatir, Firza menanggukan kepalanya.


Melihat keadaan Firza Merlina bersedia masuk setelah dibujuk oleh Revina dan Indah, Mereka masuk ke dalam.Pelayan terkejut melihat keadaan Firza dia berlarian menuju kamar untuk memanggil Annisa.


Tok, tok, tok


" Bibi apakah Firza sudah pulang" , sebelum bibi bilang Annisa langsung saja keluar menuju ruang tengah.


Bibi melanjutkan ke tempat Alex dan ibu Nisa dan mommy Alex, mereka terkejut mendengar perkataan pelayannya menengai Firza.


Nisa yang tadinya semangat menemui putranya setelah melihat keadaan putranya dia menjadi diam seakan kejadian masa lalu itu membayanginya, Nisa diam terpaku dengan tatapan kosong.


" Firza apa yang terjadi padamu, nak" kata Alex memeriksa putranya diikuti oleh mommy Alex.


" Kalian tunggu apa lagi cepat panggil dokter cepat" teriak Alex pada pelayan. " Bibi hubungi tante Dewi" kata Indah.

__ADS_1


" Baik nona" sahut pelayan memanggil Dewi, Merlina sangat syok melihat keadaannya sekarang karena dia mengetahui bahwa Alex CEO tempatnya bekerja adalah orangtua dari Firza.


Ibu Nisa merasa ada yang aneh Nisa putrinya dimana. " Ayah bunda dimana? " kata Firza dengan lirihnya.


" Astagfirullah Nisa" teriak ibunya. Semua ikut terkejut melihat Nisa.


" Bunda " Anak-anaknya mendekati Nisa. Ketika Firza mencoba untuk berdiri tangannya di pegang oleh Merlina. Firza menatapnya tajam.


" Nak bundamu baik-baik saja" kata mommy Alex mengelus pundak cucunya. " Tapi oma bunda seperti ini lagi seharus Firza lebih hati-hatil" ucap Firza mengusap wajahnya secara kasar.


" Nak ini ibu dan lainnya ada disini" kata ibu. " Sayang lihat aku ada disini dan anak-anak disini, sayang jangan membuatku takut " kata Alex, menggoyangkan tubuh Nisa.


Rendra menenangkan istrinya yang menangis Indah dan Revina saling memeluk.


" Assalamualaikum " Dewi tak datang sendirian tapi yang lainnya juga datang.


" nona mereka di dalam dan tuan muda Firza terluka" kata bibi. Mereka terkejut mendengarnya.


" Ayo kita lihat dew, kamu tahu sendiri bagaimana keadaan Nisa jika melihat Firza terluka" kata Bella.


Mereka terkejut karena kekhawatiran mereka terjadi.

__ADS_1


__ADS_2