
Di Kediaman Alex.
Cahaya merasa takjub melihat kemewahan yang dimiliki oleh keluarga rendra.
" selamat datang tuan, nyonya" kata kepala pelayan.mereka disambut oleh pelayan. " ayo sayang masuk ini juga rumahmu " kata nisa, mengelus hijab cahaya.
mereka semuanya duduk di ruang tengah sambil bercerita. " Indah apa kamu masih memikirkannya" kata firza. Indah menanggukan kepalanya.
" sayang sebenarnya ada apa ini, ketika opamu dan ayah bertanya kamu bilang tidak ada" kata Alex." sayang berceritalah mungkin kita dapat menyelesaikannya bersama " kata ibu nisa.
" Bunda sebentar lagi Indah berencana untuk memperagakan aksesoris kita sebagai wakil perusahaan AG Group. di perlombaan di selenggarakan oleh salah satu Perusahaan" kata indah.
" bukankan aksesoris kita banyak berminatnya dan kita baru saja buka cabang baru" kata bela. " kak mengetahui masalah ini?" dewi, pada putri.
" saya baru mengetahuinya sekarang" kata putri. "Sayang bunda tahu bahwa toko perhiasan kita yang berada di hart mal kamu yang mengurusnya, sekarang dan aunty putri sudah memiliki toko perhiasannya sendiri pasti kamu tidak membicarakan ini" kata nisa.
Indah menanggukan kepalanya. " sekarang ceritalah sayang kalau begini aunty berhak tahu , aunty masih direktur keuangan disana" kata bella.
" mulai lagi narsisnya" kata dewi. " sayang, lihat dewi mengejekku nanti dananya aku yang mengurusnya" adu bella pada victor.
" sayang sudahlah dengarkan dulu nona indah menyelesaikan bicaranya" kata victor. bella hanya cemberut.
__ADS_1
" Aunty rencananya indah mengajukan tema pamerannya remaja, tapi mereka tidak mau memakai aksesoris di toko kita katanya ketinggalan model" kata indah, menundukan kepalanya melihat mommy dan auntynya menatap.
" kau benar sayang desainer aksesoris kita sudah tua, nisa apa perlu kita mencari desainer baru agar para remaja itu tertarik dengan aksesoris perusahaan kita" kata dewi.
" nanti kak yang mengurusnya" kata putri. " aunty jangan mengurusnya karena kalian sudah memilikinya" kata efina, masuk kedalam.
" Efina mengapa kesini dan dengan siapa kamu kesini" kata revina menyambut efina. efina tersenyum dan menariknya.
" sebaiknya kita duduk dulu" kata efina. " sekarang katakan apa maksudmu tadi" kata revina.
" aku kesini dengan Abimanyu ketika dia mengantarkanku ke rumah mami memintaku untuk membawakan barang cahaya, Abimanyu mengantarkanku dan dia di luar" kata efina.
" kalau masalah yang kalian bicarakan tadi, mengapa tidak cahaya yang mendesainnya" kata efina.
cahaya hanya membisu. " kak ipar ini sangat indah seperti hasil desainer milikmu masih muda" kata naya.
Nisa melihatnya dan tersenyum dan memperlihatan ke firza dan indah. " cahaya apa kamu bisa mendesain yang baru dalam waktu sebulan?" Firza , membalikan buku desainernya.
" um bisa kak nanti aya buatkan" kata cahaya, tersenyum." itu bagus soal gajinya aunty yang mengurusnya. membuat cahaya terkejut mendengarnya.
" cahaya itu adalah hakmu sayang, sebagai pemilik dari perusahaan AG Group menyetujuinya. tapi ini harus bicarakan ke firza karena dia yang mengurus perusahaan" kata nisa.
" kita harus membicarakannya dengan staf keuangan" kata firza.
__ADS_1
" waw nisa lihat putramu tidak memandang keberadaanku, sebagai direktur keuangan aku akan menggaji cahaya dengan sepantasnya" kata bella. firza tersenyum kecil.
" terus dimana putraku?" dewi. " mami kami disini" kata abimanyu, datang bersama verlo. " tuan ini hasil metting tadi pagi" kata rio.
" ayo kita bicarakan ini ke ruang kerjaku, victor ikut dengan kami" kata Alex. setelah minta izin ke istri masing mereka menuju ruang kerjanya.
" Aunty ayo kita bicarakan masalah ini " kata Firza pada putri dan bella. " kak, sepertinya CEO baru kita membutuhkan tenaga kita" kata bela, dengan bercandanya.
" Naya, dewi ayo kita ke dapur membuat cake" kata Nisa .meninggalkan putra putrinya. " cahaya kamu tenang saja mommy pasti membantu" kata indah, melihat adik iparnya gugup.
" cahaya nanti kakak akan menemanimu" kata Rendra. cahaya tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" kak indah mengapa tidak tertarik dengan mendesain aksesoris?" kata indah. " kamu sendiri lebih tertarik membuat cake" kata indah tersenyum.
" kakak pernah mendesainnya bahkan merajut juga Bunda dan aunty sering mengajari kakak sejak kecil, saat itu tangan kakak pernah terluka karena merajut sampai ayah marah besar saat itu ." kata indah, mengingat kejadiaan ketika dia berusia sepuluh tahun.
" kakakku jangan menangis dulu kami masih dengar ceritanya" kata revina, memeluk indah yang menangis.
" dan sejak itu setiap kakak pulang sekolah ayah menyuruh kakak ke kantornya, jika kak pulang ke rumah pasti aunty akan mengajari kakak desain. dan saat itu kakak tertarik belajar bisnis melihat daddy mempin rapat sangat keren" kata indah, sambil tersenyum.
" terus mengapa kakak mengurusi toko aksesoris yang di mall?" efina. " karena kakak yang mau, kakak tidak ingin bunda sedih karena toko aksesoris yang dirintisnya sejak dulu tidak ada yang mengurusnya" kata indah.
" kakak firza yang mengurus semuanya dari perusahaan AG Group dan cahaya akan membantu kakak nanti" kata rendra.
__ADS_1
mereka melanjutkan pembicaraannya sambil tertawa.