Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
makan bersama mertua


__ADS_3

sekarang mereka berada di kediaman keluarga hartawan untuk memenuhi panggilan dari mommy. sebab mommy sangat merindukan menantunya. mommy ingin memasak dan makan siang bersama.


para pria asyik membicarakan bisnis dan firza sedang menikmati bacaannya dari buku yang dia beli."alex sejak kapan cucu mom menyukai buku"kata mommy. "entahlah mom sebaiknya mom bertanya pada putraku itu"kata alex. "ih anak ini mommynya ingin tau tapi malah minta balik tanya"kata mommy dengan kesalnya.


"cucu oma yang ganteng, boleh oma bertanya sayang"seru mommy. "boleh oma"kata firza sambil menanggukan kepalanya. " um sejak kapan cucu oma ini suka membaca, lihat bukunya bukankah ini buku bukan seumuran firza"kata mommy.


"oma, opa firza ingin seperti ayah jadi kata ayah firza harus rajin belajarnya"kata firza memandang mommy. "alex cepat beritau pada mommy apa yang telah terjadi pasti ada sesuatukan"kata mommy dengan tatapan tajam.


Alex melihat segala arah takutnya nisa mendengar dan meminta firza untuk belajarnya di taman agar lebih tenang, karena alex firza juga mendenar hal ini.


"kamu mengkhawatirkan nisa jangan cemas adikmu ingin belajar memasak katanya, jadi mereka berada didapur"kata mommy yang mengerti dengan tatapan alex.


Alex pun menceritakan apa yang terjadi di dalam mobil pembicaraan antara ayah dengan putra sehingga firza menginginkan seperti dirinya. juga kejadian di sekolah firza dan ada guru yang tidak berakhlak itu yang berusaha merayunya juga menghina firza dampai alex meminta victor untuk mengurus guru itu.


"kurang ajar eanita itu beraninya dia menghina menantuku juga cucuku, baguslah jika kau memberinya hukuman. jika mommy melihatnya lagi akan mommy cincang dia hidup-hidup"ucap mommy dengan amarahnya.


"mom sudahlah coba untuk tenang menantu kita ada disini nanti dia mendengarnya"kata daddy dengsn mengelus punggung mommy. mommy mencoba untuk tenang dengan mengeluarkan nafasnya kemudian keluarkan.

__ADS_1


"mom ada apa tadi nisa mendengar mommy marah"kata nisa dengan khawatirnya. "mommy marah pada suamimu masa dia membiarkan cucu mom untuk belajar terus, kapan waktu dia untuk bermain sayabg apa acara memasaknya dudah selesai.


nisa tersenyum mendengarnya. "sudah mom nisa memanggil kalian untuk mengatakan bahwa makanannya sudah siap"kata nisa.


ketika mereka menuju ke ruang makan nisa malah menghentikan mereka dan malah meminta dimas untuk membantu naya. tanpa ada curiga dimas menurutinya.


"sayang ada apa dan mengapa kau meminta dimas untuk membantu naya bukankah disana banyak pelayan"kata alex. "mom, dad dan kamu mas juga tuan rio dan victor. tadi naya membuat sup sayur setelah nisa coba rasanya mentah "kata nisa dengan menundukan kepalanya.


"hahaha baiklah biar dimas mencoba masakan dari calon istrinya"kata mommy. kemudian mereka semua kemeja makan.


rio dan victor sudah memperingati pasangan mereka agar tidak memakan sup buatan naya begitupun dengan firza yang dyduk disamping alex.


Dimas mengambil sup ke dalam piring dan mencobanya,ternyata rasanya hambar dimas hampir memuntahkannya tapi naya menatapnya dengan penuh harap jika tisak dia sudah memuntahkan makanan ini.


semua orang mencoba untuk menahan tertawanya tapi melihat dimas tersiksa menghabiskan makanan itu mereka tak sanggup lagi akhirnya mereka tertawa lepas dan dimas pun memuntahkan makanannya.


"sayang mengapa dimuntahkan kalian juga mengapa tertawa begitu, apakah supnya tidak enak"kata naya dan mencobanya kemudian membuangnya.

__ADS_1


"mmm rasanya hambar"seru naya. "nay coba kamu ingat apakah ada yang kamu belum masukan dalam supnya"kata dewi. "mmm sepertinya naya lupa memasukan garam dan bumbu lainnya, sayang maaf "kata naya. "tidak apa sayang kamu bisa belajar sama nona nisa"kata dimas dengan senyuman. Naya bertekad dia akan belajar memasak dari sekarang.


setelah kejadian lucu tersebut mereka melanjutkan makanannya kemudian mereka mengobrol.


"mom, dad dan kak alex naya mau memberitau sesuatu"kata naya dengan takutnya. membuat seidi ruangan tersebut diam dan tenang sebab sahabatnya sudah mengetahuinya membuat mereka tegang. eza sebagai kakaknya selalu mendukung keputusan dari adik sepupunya ini.


"naya sepertinya ada hal yang serius coba kamu katakan pada kami"kata mommy."tapi kalian jangan marah"kata naya. "sayang gimana kami msu marah jika kamu belum bercerita"tanya daddy dengan meyakinkan putrinya.


"dad naya ingin bekerja di rumah sakit tempat nisa seminggu lagi nisa akan resign dari rumah sakit kita dan mengurus rumah sakitnya yang mulai berkembang"kata naya.


"naya coba katakan apakah kamu pindah karena nisa atau ada yang lain"kata mommy. "bukan begitu mom hanya saja.... "kata naya terhenti karena eza.


"om tante biar eza yang meluruskannya"kata eza. mereka menanggukan kepalanya. "om, tante dan kak alex selama ini naya tidak dapat mengeluarkan potensi yang dia miliki dia hanya sering berada di ruangan nisa, sepertinya bagian syaraf memandang rendah pada naya mereka berfikir naya menjadi dokter karena nama keluarga bukan karena kemampuannya.


"bahkan dia telah mengetahui bahwa ketika mengobati orangtua nisa waktu itu direktur rumah sakit merasa takut sebab waktu itu ada kalian,sehingga dia menyerahkan tugas itu pada naya awalnya mereka meremehkannya tapi ketika itu berhasil mereka malah menanggap semua itu kebetulan sebelaka.


ketika Nisa dan lainnya mengatakan akan resign dari rumah sakit naya terlihat sedih aku tau itu jika mereka pindah dia akan sendirian, makanya dia ingin bekerja di rumah sakit tempat nisa menurut eza bukan karena itu saja naya ingin kemampuannya dipandang oleh orang bukan kareba nama keluarganya.

__ADS_1


om, tante menurut eza biarlah naya bekerja di tempat nisa dengan sepenuhnya kalau soal rumah sakit naya hospital eza mampu mengurusnya sampai naya siap"penjelasan dari eza.


__ADS_2