
Nisa dan orangtuanya sudah berada di rumah sakit tepatnya di depan ruabg praktek Dr ridwan, hari ini nisa mengambil jadwal siang untuk bisa menemani orangtuanya untuk pemeriksaan, sedangkan dewi dan bela pergi ke kantor.
keadaan toko kue dan cake AG Baktery semakin Berkembang sehingga bibi menambah karyawan baru, Nisa berkeinginan jika ibu nya sudah sembuh total supaya ibunya mau mengurus toko AG Baktery dibantu oleh bibi agar ibunya ada kegiatan positif.
Begitu pun untuk ayahnya Nisa sudah mempersiapkan bahwa hotel FG Family ayahnya yang mengurusnya, karena nisa sudah meminta ayahnya kembali mengurus perusahaan mereka, tapi ayahnya menolak karena perusahaan yang sudah berkembang pesat di tangan putrinya.
sedangkan clinic yang baru saja menjadi rumah sakit FG Hospital masih di urus oleh Dimas, Nisa hanya sekali ke rumah sakit kecilnya itu karena ia juga memiliki praktek di sana begitu pun kedua temannya mereka berniat jika rumah sakit ini sudah berkembang dan besar seperti rumah sakit tempat mereka bekerja baru mereka pindah.
apa lagi pasien mereka semakin banyak membutuhkan pengobatan dari tenaga mereka, Nisa sudah pernah menyatakan niatnya untuk pindah begitupun kedua sahabatnya ke Direktur rumah sakit atas niatnya itu.
Direktur itu malah merasa bangga padamereka, atas keberhasilan mereka di usia masih muda tapi Direktur minta untuk nisa bersabar karena masih banyak pasien yang hanya mau periksa olehnya, dan Nisa juga setuju karena rumah sakitnya masih bisa ditangani oleh Dimas.
Dr ridwan telah menyelesaikan operasinya dengan korban kecelakaan.
__ADS_1
Dr Nisa maaf menunggu lama, saya telat atas janji yang kita janjikan tadi pagi soalnya ada sedikit masalah kecil tadi kata Dr ridwan merasa tak enak pada rekan kerjanya sekaligus putri dari paiennya dari delapan tahun yang lalu.
tidak apa dok, kita sebagai dokter harus menyelesaikan tugas kita apapun yang terjadi kata nisa penuh hormat. baiklah dok, bapak dan ibu kita ke ruangan saya kita harus memeriksa secara keseluruhan apalagi bapak juga ibu koma dalam waktu yang lama seru dr ridwan.
nisa dan orantuanya menanggukan kepalanya, nisa yang mengerti atas hal itu menyetujui ia berkeinginan orangtuanya kembali sehat seperti dulu.
Nisa sebaiknya istirahat dulu pasti capek menunggu di sini sudah tiga puluh menit kamu di sini nis, ayo kita ke kantin untuk minun kopi kata dewi. benar yang dikatakan dewi nis, pemeriksaannya masih lama nanti kamu sakit nisa pasti nanti kakakku yang kaku itu marah karena tidak menjaga pacar kesayangannya ini kata naya dengan membujuk nisa.
Nisa memikirkan perkataan mereka adalah benar ia harus sehat apalagi ia merasa sedikit lelah.
seharusnya kak putri, tapi di kantor sibuk tadi kak putri sudah menghubungi bela untung saja pasiennya tidak begitu banyak hingga ia bisa menjemput firza, pasti bela ngomel lagi kata dewi menggaruk hidungnya.
kenapa bela harus ngomel dew, bukankah sudah biasa bela yang menjemput firza kata naya yang heran melihat sikap temannya. naya, kamu lupa ya setiap firza pulang pasti bawa hadiah yang super banyak itu, apalagi salah satu temannya ada yang berulang tahun, pasti tu anak dapat hadiah yang lebih banyak dari yang ulang tahun itu sendiri.
__ADS_1
naya lupa pasti seru mendengar suara cerewet itu pasti seru melihatnya, apa kita harus menghubungi kak victor ke sini kasihan juga melihatnya, pasti bawaannya banyak itu kata naya. tidak perlu nay, lihat itu siapa yang datang kata dewi yang melihat tiga laki-laki yang baru masuk ke kantin dengan gaya cuek tanpa memperhatikan sekitar.
mereka adalah Alex bersama rio dan victor selesai dengan petemuannya alex tidak mau membuang waktu ia langsung menemui nisa, dua merasa sangat khawatir keadaan wanitanya itu.
sayang gimana ayah dan ibu kata alex, ' orangtua nisa memintanya untuk memanggil dengan sebutan ayah dan ibu seperti nisa'. masih dalam pemeriksaan mas ini sudah sejam t as pi belum mendapat kabar dari dr ridwan, nisa takut mas keadaan ayah dan ibu kenapa.
sayang dengarin mas, kamu harus percaya bahwa keadaan ayah dan ibu baik saja. mas benar, nisa harus tenang kata nisa. alex mengelus hijab nisa dengan tangannya.
Dewi melihat hpnya dan membelakan matanya, mereka yang melihat itu jadi khawatir. ada apa dew kata nisa ia takut ada kabar buruk mengenai orang tuanya, alex menggegam tangannya. sayang kenapa kata rio karena wajah kekasihnya terlihat terkejut. ada apa sih dew membuat orang penasaran saja, cepat beritahu pada kami kamu dapat kabar apa kata naya dengan tak sabarnya.
ini resepsionis di depan wa dew nay kata dewi. ya, apa yang dikatakannya tanya naya dengan sabarnya.
dia bilang firza dan bela sudah sampai di sini dan mereka bertemu dengan dimas, tap. tapi apa dew jangan berhenti ngomongnya kata naya menahan kesalnya. mereka adu mulut sesuatu hal, bahkan firza hanya diam saja dan menjadi bahan tontonan sekarang kata dewi dengan nafas yang menggebu.
__ADS_1
ayo kita lihat mereka kapan lagi melihat mereka seperti itu kata naya tak sabarnya, mereka hanya menggelengkan kepalanya tapi juga khawatir.