Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Nisa ngambek


__ADS_3

Masih di kantor Hartawan Group


Alex masih frustasi hingga semua sikap arogant dan kejam itu hilang seketika ketika melihat istrinya menangis apalagi itu karena kesalahannya sendiri, Eza memberlak matanya melihat keadaan kakak sepupunya kacau begitu tapi dia juga bersyukur karena kakak sepupunya sudah menemukan belahan jiwanya.


"Dewi, apa kita tidak melakukan apapun bela tak sanggup melihat keadaannya nanti bayinya ikut sedih"kata bela juga ikutan sedih. "kamu sendirikan kalau nisa sudah marah hanya ada satu orang yang membuatnya tersenyum "kata dewi.


"kak ayo cepat jemput firza kalau tidak kita akan tidur disini semalam"kata bela. putri segera menjemput firza dari rumah hartawan dan meminta mira untuk mengurusi kantor.


Alex hanya diam mungkin dengan putranya nisabisa menghentikan tangisannya dan calon anaknya juga sehat.


sejam berlalu putri yang menjemput firza bersama eza sudah sampai ke kantor hartawan Group.


"aunty om mengapa mengajak firza kesini"tabya firza. "sayang nanti tiba di ruangan atah firza akan tahu sendiri"kata putri. banyak karyawan memuji kharisma yang dimiliki oleh firza dengan gaya berjalan coolnya.


Putri membuka pintu setelah memberi salam pada sekretaris alex."Bunda" kata firza memeluknya dengan tangan kecilnya. nisa tersentak dengan sentuhan firza dan senyym walau masih ada air mata mengalir.

__ADS_1


"sayang ayo kita pulang pasti indah menunggu kita"kata nisa dengan dinginnya."ayah kau membuat bundaku menangis"seru firza pada alex dengan tajamnya.


"dew apa menurutmu firza akan memarahi tuan alex"tanya bela. "tidak firza tak akan marah pada tuan alex"balas dewi. "maaf nona darimana kau tau tuan firza tak marah"kata victor.


"tuan firza sangat mengetahui bahwa tuan alex sangat menyayangi bundanya, firza berkata demikian agar nisa tak menangis lagi lihat nisa sudah tersenyum walau dia masih kesal pada tuan alex"kata dewi.


"firza ayo kita pulang"kata nisa pergi begitu saja dengan firza tanpa menghiraukan alex. "sayang tunggu maafkan mas "kata alex dan mengejar nisa.


mereka juga keluar untuk melihat kelanjutan drama keluarga kecil ini. banyak karyawan merasa heran mengapa CEO mereka terlihat frustasi sambil mengejar istrinya.


Rio dan Victor terkejut melihat alex tergeletak dengan darah mengalir. "tuan"teriak rio.


Nisa membalikan badannya alangkah terkejutnya melihat suaminya berdarah dan hampir jatuh jika putri tidak menahannya.


"ayah bangun hiks hiks "lihat bunda tak pergi ayah"seru firza sambil bersegukan dan pegang tangan alex.

__ADS_1


"mas"kata nisa menggoyangkan tangsn alex ketika berada di samping alex. "Kak eza tolong mas alex"kata nisa. "sebaiknya tuan alex di bawa ke RS FG Hospital tidak jauh dari sini"sambung bela melihat keadaan alex.


dewi segera menghubungi dimas untuk mempersiapkan segala sesustu untuk pertolongan pada alex.


sekarang mereka telah berada di RS FG Hospital nisa terus menangis dan firza menegang nisa untuk memberi kekuatan."alex dimana mengapa bisa terjadi seperti ini"kata mommy yang sudah khawatir.rio menceritakan semuanya sejak nisa datang sampai terjadinya kecelakaan.


"mom maafin nisa ini salah nisa, jika saja nisa tak berlarian pasti mas alex tidak kecelakaan"kata nisa dengan mata yang sembab. "nisa ini bukan salahmu nak, ini kecelakaan sudah tenangin dirimu "kata mommy.


terdengar pintu terbuka keluarlah dimas mommy dan lainnya bertanya keadaan alex.


" nona nisa masuklah tuan alex mencarimu"kata dimas dengan senyum."tuan, nyonya keadaan alex baik-baik saja hanya mengalami luka kecil di kepalanya"kata dimas setelah nisa masuk.


"mas nisa minta, jika nisa tak berlarian tak akan.. :ucapan nisa terhenti karena alex menciumnya dengan manis membuat nisa terkejut.


"sayang ini bukan salahmu, ini salah mas karena membentakmu di kantor "kata alex dan membelai wajah nisa. nisa menanggukan kepalanya, alex kembali menghujan nisa dengan ciuman.

__ADS_1


orang di luar hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah pasangan itu.


__ADS_2