
Setelah tiba di FG Hospital Indah diperiksa oleh Dimas sedangkan Jihan dan Raja juga sudah diperiksa oleh dokter lainnya. Saat ini Raja ditemani oleh Firza dan Rendra.
Revina dan lainnya menemani Jihan yang belum sadar dari obat biusnya dan Indah ditemani Alex dan kedua orang kepercayaannya.
Ruang rawat Raja di VVIP 3 Rendra dan Firza sedang duduk di sofa sambil bermain HP, Abimanyu dan sahabat Firza juga berada disana mereka ingin menemani Firza dan Rendra.
" Kakak menengal orang ini" tunjuk Abimanyu, melihat Raja. Firza menatap sekilas," Dia dosen baru di kampus sepertinya dia menyukai Indah" kata Firza, membuat suasana sedikit tegang.
mereka menggaruk keningnya tidak percaya pada yang dikatakan Firza sedangkan Firza hanya diam." Yang membuatku bingung kenapa kakak Indah bida kalah bukankankah kak Indah sangat hebat dalam bela dirinya" kata Verlo, bingung.
Puk Rendra melemparnya dengan bantal. " Ren mengapa memukulku?" Verlo. " Bukankah tadi kita sudah mengetahuinya bahwa orang itu yang menyakiti kak Indah waktu kecil" kata Rendra.
Abimanyu dan Verlo menanggukan kepala mereka melihat sangat jelas Ibdah ketakutan dengan orang itu, padahal Indah dapat melawwnnya sendiri.
" Haus" seru Raja. Firza membantunya memberinya air. Raja menatap Firza dengan tajam. " Terima kasih telah menolong Indah hingga anda terluka" kata Firza, dengan melipat tangannya di dada.
__ADS_1
" Itu sudah menjadi tugas saya untuk menolong mahasiswi saya" kata Raja. " Apa anda hanya menanggap kak Indah sebagai mahasiswa yang anda ajarkan" kata Rendra.
Mereka terlihat Raja yang gugup dengan perkataan Rendra. " Dari kebisuan anda kami dapat melihatnya. Lebih baik anda memperdalam bela diri anda kak Indah lebih hebat dari anda" kata Rendra.
" Kalian saudaranya Indah, kalau kamu?" Raja. " Jika anda tahu siapa saya cepatlah sembuh dan tanya sendiri pada Indah" kata Firza. Kemudian mereka keluar karena dokter datang untuk pemeriksaan.
Jihan juga sudah sadar dari obat bius orangtuanya sudah datang setelah dihubungi oleh pihak rumah sakit, Revina dan lainnya keluar menuju ruangan Indah.
Pertengahan jalan mereka bertemu Rendra dan lainnya menuju ke ruangan Indah. " Revina lebih baik kami pulang karena hari sudah sore, orang dirumah pasti khawatir" kata Efina.
" Dadah kalian hati- hati. kalian antarlah mereka untuk kak Dayat pasti mau disini menemani kak Jihan" kata Revina. Dayat hanya tersenyum sedangkan Abimanyu dan Verlo mengantar Aulia dan Efina pulang.
Alex dan Revina pergi ke ruangan Luna sedangkan Rio dan Victor mengurus masalah yang terjadi di Hart mall.
Tinggalah Rendra, Cahaya dan Firza di ruangan Indah. Cahaya duduk disamping Indah sambil membaca buku yang dibawanya. Cahaya melihat tangan dan mata Indah bergerak.
__ADS_1
" Kakak, Kak Indah sudah sadar" kata Cahaya melihatnya membuka mata.Firza dan Rendra segera mendekat.
" Lepaskan tanganku, Ayah Bunda tolong Indah takut" Teriak Indah. " Indah sadar ini ada kakak dan Rendra juga Cahaya" kata Firza, menenangkan Indah. " Sayang hubungi om Dimas" kata Rendra. Cahaya segera mencari keberadaan Dimas.
Brak Pintu terbuka dengan kerasnya masuklah Revina, Dewi dan Bella bersamaan. Kebetulan Deei dan Bella belum pulang.
" Kakak apa yang terjadi padanya" kata Revina, memeluk Dewi. Dewi berusaha menenangkan Revina. " Apa Indah mengingat kejadian waktu fia berumur dua tahun" kata Bella, mengingatnya .
Tak lama Dimas dan Cahaya masuk di susul oleh Alex yang mendapat kabar dari suster bahwa putrinya histeris.
" Bagaimana Dimas?" Alex. Dimas menghela nafasnya.
" Sepertinya yang dikatakan oleh Bella benar Indah mengingat kejadian yang pernah dia alami ketika berusia dua tahun" kata Dimas. " Terus om apa yang harus kita lakukan sekarang" kata Rendra.
" Seandainya bunda kalian sudah bangun dia pasti bisa menenangkannya" kata Dimas. " Kita hubungi om Eza saja" kata Revina.
__ADS_1
" Itu percuma waktu itu Indah kecil hanya bisa tenang jika Nisa yang merawatnya dan setelah bunda kalian keluar dari Naya Hospital dan fokus pada rumah sakit ini. Indah kecil sering histeris maka dari itu om Eza meminta Indah dirawat disini" kata Dimas.
" Dokter. Dokter Nisa kejang" Ucap suster yang ditugaskan merawat Nisa. Seketika mereka berlarian menuju ruangan Nisa, Bella memutuskan menemani Indah.