
FG Hospital
Annisa dan sahabatnya sedang berkumpul di ruangnya saat ini pasien hanya sedikit jadi mereka dapat istirahat di ruang Annisa.
" Nisa sebentar lagi putramu Firza selesai dengan sekolahnya apakah kamu sudah memikirkan Cahaya dan Rendra satu kamar" kata Bella, membuat kedua sahabatnya menatapnya.
" Itu sudah kami fikirkan tapi Cahaya sebentar lagi naik kelas 2, yang aku takut jika dia hamil nanti bagaimana sekolahnya" kata Nisa, memikirkan menantunya.
" Benar katamu Nis nanti dia pasti jadi bahan omongan temannya dan itu tak baik untuk kesehatannya" kata Bella menanggukan kepalanya.
" Nis kenapa tidak meminta Firza kuliah di luar negeri nanti aku minta putraku menemaninya" kata Dewi.
" Itu ide bagus Nisa putraku Verlo pasti mau ikut kalian tahu sendirilah mereka tak terpisahkan seperti kita dulu" kata Bella, Nisa dan Dewi tersenyum.
Nisa memikirkan perkataan sahabatnya tapi dia harus membicarakan hal ini pada keluarganya apalagi putra dan menantunya, apakah meteka bersedia berpisah bertahun-tahun.
Di sekolah
Rendra dan lainnya berkumpul di kantin menikmati pesanan tak lama terdengar suara ricuh para suswa melihat Elang Setyawan merupakan guru berpenampilan culun ke kantin.
__ADS_1
para siswa siswi memanggilnya Elang hanya senyum terus menuju dimana Revina berada.
" Lihat sepertinya pak Elang menuju ke meja Rendra tapi ada urusan apa? " siswa 1.
" Kamu tidak lihat disana ada Cahaya dan Aulia mereka itu kan siswanya paling ada urusan" kata siswa 2.
Mereka menanggukan kepala berfikir kalau Elang menemui siswanya.
" Pak apakah ada yang perlu saya kerjakan" kata Aulia melihat Elang di depannya, mereka disana hanya mendengarkan.
" Saya kesini bukan memintamu mengerjakan sesuatu tapi saya ada urusan dengannya" kata Elang menunjuk ke arah Revina membuat seisi kantin terkejut.
Byur
" Anda ingin bicara dengan saya" kata Revina menunjuk ke arah dirinya sendiri.
Efina menyenggol Revina sampai menatap ke arah sahabatnya dengan tajam sedangkan Efina menaiki alisnya, Rendra dan lainnya tak ingin menanggu Revina.
" Revina jika sudah selesai bicaranya langsung ke kelas" kata Rendra. " Tapi kak, baiklah" kata Revina ketika Rendra menatapnya.
__ADS_1
" Ayo kita bicara di atas" kata Revina mengajaknya ke roftop, Elang tersenyum pada Rendra. Revina dan Elang menuju roftop.
" Kak emangnya pak Elang ada hubungan dengan kak Revina? " Aulia pada Efina. Efina menjitak kening Aulia.
" Kakak Aulia hanya ingin tahu saja" kata Aulia dengan kesal. " Kamu masih kecil tak perlu mengurusi urusan orang dewasa" kata Efina.
" Anak kecil apa itu sahabatku udah menikah, maaf" kata Aulia memelas ketika semuanya menatapnya takutnya di dengar oleh siswa yang lain.
Verlo memegang tangan Aulia. " Kak Aulia benar minta maaf, Cahaya, kak Rendra Aulia minta maaf ya" kata Aulia menunduk.
Verlo mengelus rambut kekasihnya. " Mereka tak marah lain kali bicaranya harus di jaga" kata Verlo, Aulia menanggukan kepalanya.
Cahaya tersenyum membuat sahabatnya tenang, di roftop menjadi hening sudah 10 menit Elang belum juga bicara membuat Revina kesal.
" Pak ini sudah 10 menit sebentar lagi ujiannya di mulai, pak ingin bicara apa? " Revina dengan kesalnya.
Taklama terdengar suara bel bunyi membuat Revina semakin kesal jadinya.
" Pak sudahlah aku pergi dulu membuang waktu saja, kak Rendra pasti marah" kata Revina meninggalkan Elang yang sejak tadi diam.
__ADS_1
" Revina aku mencintaimu jadilah wanitaku" kata Elang membuat Revina terkejut tapi dia tersenyum dan melanjutkan jalannya menuju kelas.
Elang mengusap wajahnya secara kasar dia mengira Revina menolaknya.