
Alex dan lainnya sudah berada di RS Nay Hodpital dengan tergesa alex menggrndong nisa tanpa menghiraukan suster untuk memindahkannya ke barankar.
"Dokter, dimana kalian cepat tolong istriku"teriakAlex memanggil dokter dengan Nisa berada di gendongannya. Eza mengerti kegusaran Alex segera meminta agar alex memindahkan nisa ke brankar menuju ruang operasi dan memanggil dokter kandungan untuk mengeluarkan si twins.
ibu nisa sudah sadar tak mau istirahat dia terus memanggil nisa,membuat putri membawanya ke ruang operasi. firza diperiksa oleh dimas setelah itu firza dan indah berada di ruangan istirahat yang di temani oleh naya karena mereka masih terlalu kecil.
Daddy, ayah dan pak bayu mereka sudah berada di rumah sakit setelah rio memberitahu kabar. bibi juga sudah datang beriringan dengan pak bayu.
Ayah melihat Bunda menangis segera menghampirinya dan memanggilnya. "ibu apa yang terjadi pada nisa"kata ayah dengan cemas."ayah putri kita tak sadarkan diri dan pendarahan"rangisan ibu tak dapatdibendung lagi.
Alex hanya bisa mengusap wajahnya secara kasar dan terduduk lemas di kursi. "daddy menantu kita, calon cucu kita,mereka baik saja kan"kata mommy sambil menangis.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang terjadi "tanya daddy dengan menahan kesedihan. Alex tersadar dari lamunannya dia belum nengetahui apa yang terjadi pada Nisa."Naya cepat jelaskan pada kakak apa yang terjadi setelah kami ke kantor"kata Alex dengan dengan tajamnya.
sebelum naya menjawabnya pintu operasi terbuka keluarlah dokter,mereka langsung bertanya pada dokter.
"Dok bagaimana kondisi putriku"tanya ibu dengan lirihnya. Dokter masih terdiam bagaimana dia menyampaikan kabar ini kepada pemilik rumah sakit ini.ternyata pasien di dalam adalah istri dari Alex Hartawan membuatnya takut.
"cepat katakan bagaimana istriku"teriak alex dan memegang kerah pakaian dokter.Daddy meminta alex untuk melepaskannya dan membiarkan dokter menjelaskannya. Dokter menghela nafasnya dia harus mengabari berita ini.
"tuan muda, keadaan istri anda kritis"kata dokter the point. membuat alex langsung syok dan terdiam membeku, orang tua nisa sudah menangis. "dok bagaimana dengan bayinya"kata naya, ia teringat nisa sangat melindungi perutnya ketika dilukai.
membuat mereka yang mendengarnya kembali terkejut tak hanya nisa tapi juga kedua bayinya. "tuan kami sudah memindahkan nona nisa ke ICU dan bayinya ke Ruang NICU, saya permisi dulu tuan"kata dokter sambil menundukan kepalanya.
__ADS_1
Eza yang menjawabnya karena keluarga lainnya madih syok dengan berita ini. kemudian mereka ke ruang NICU melihat bayi kembar nisa, sebab Nisa belum boleh dijenguk.
"ayah lihat cucu kita mereka masih kecil kenapa harus mengalami hal ini"kata ibu dalam tangisannya.Ayah hanya bisa menenangkan istrinya.Alex tersenyum melihat bisa melihat bayi kembarnya yang berjenis laki dan perempuan, dia kembali mengingat keadaan istrinya yang masih kritis.
"Naya cepat jelaskan pada kakak apa yang terjadi sebenarnya"kata alex dengan datarnya masih menatap bayi kembarnya tanpa menoleh ke belakang.
Naya menatap keluarga dan sahabatnya, dia siap untuk bercerita. Naya menceritakan semua kejadian ketika wanita sialan itu datang dan melukai firza dan nisa. Dewi dan bela juga melawan penjahat sampai nisa melindunginya ketika wanita itu ingin melukai kandungannya.
"kak maafkan naya, semua ini karena nisa ingin melindungi naya"kata naya sambil menangis. Alex memeluk adiknya dia tahu ini bukan kesalahan naya tapi wanita itu yang beraninya melukai keluarganya terutama wanita kecintanya.
"Rio, Victor segera kau cari wanita sialan itu, cari dia sampai dapat dan bawa dia ke hadapanku"kata Alex dengan datar dan mengepal tangannya.
__ADS_1
"baik tuan"seru mereka. kemudian menghubungi anak buahnya untuk menelusuri seluruh kota untuk mencari wanita jalang tersebut.
Dewi dan berdoa agar suami mereka dapat menemukan wanita tersebut.