
Setelah pembicaraan mengenai Firza yang berkeinginan menikah mereka segera ke rumah Melina untuk melamarnya, Nisa sudah mempersiapkan semuanya dengan bantuan kedua sahabatnya.
Dewi dan Bella juga merasa kebahagiaan karena anak yang mereka rawat saat masih bayi sekarang sudah akan menikah dan menemukan kebahagiaannnya.
" Nisa semuanya sudah siap kan tak ada yang tertinggal? " Bella, memeriksa barang yang akan di bawa.
" Sudah Bel semuanya sudah siap" kata Nisa. " Kak ipar dimana Firza? " Nayla datang bersama Cahaya membawa cake.
Para pria menunggu mereka di ruang tengah sambil membicarakan lamaran yang tiba-tiba, sebelum Nisa menjawab Firza turun bersama Indah.
" Lihat Nisa putramu tampan sekali" puji Bella, Nisa mendekati putranya dan memeriksa penampilannya.
"Bunda kakek dan nenek dimana? " Firza, Nisa tersenyum. " Kakek dan lainnya sebentar lagi datang sayang" kata Nisa.
Alex sudah memberitahu pada putra putrinya yang berada di London kalau kakak mereka akan lamar orang yang di cintainya, tapi karena Rendra dan lainnya baru saja memulai kuliahnya tak bisa pulang dan keluarganya paham dengan keadaannya.
Tak lama orangtua Alex dan Nisa sudah datang walau dalam sakit mereka tak ingin menyiakan kesempatan ini.
__ADS_1
Ayah dan ibu mendekati Firza dan memeluknya. " Nenek bahagia karena kamu menemukan kebahagiaan" kata Ibu Nisa, Firza tersenyum.
" Ayah ibu " kata Firza dengan lirihnya, perkataan Firza membuat suasana menjadi tegang dan orangtua Nisa terkejut putra yang selama ini memanggil kakek dan nenek sekarang menyebut mereka dengan kata Ayah dan ibu.
" Sayang apa yang kamu katakan? " ibu dengan gemetaran, Firza memeluknya.
" Firza ingin hari kebahagiaan ini ibu dan ayah yang mendampingi bolehkan" kata Firza, ibu tak bisa bicara ayah menepuk punggung putranya.
Alex dan lainnya akan memanggil mereka untuk berangkat terkejut mendengar perkataan Firza. Alex mendekati istrinya yang sudah menangis Nisa memeluk suaminya.
" Sayang kami tetap menjadi kakek dan nenekmu karena Nisa dan Alex yang lebih berhak dengan kata itu" kata Ayah.
" Tapi nak itu tak perlu karena bagi kami adalah kebahagiaan Firza" kata ibu Nisa.
" Ibu ayah yang lebih berhak karena Firza lahir dari kalian" kata Nisa, dengan senyuman.
Dengan bujukan mommy Alex dan lainnya ibu dan ayah bersedia mendampingi Firza sampai pernikahannya. Kemudian mereka menuju rumah Melina untuk melamar gadis itu dihadapan orangtuanya.
__ADS_1
Rumah yang sederhana terlihat seorang gadis muda sedang membaca novel di ruang tengah.
" Melina" panggil ibu. Melina tersenyum dan menutup novelnya dan mendekati ibunya.
" Ya bu" kata Melina. " Nak ibu akan masak untuk makan siang tapi sayurannya habis, jadi tolong beli ya sayang" kata ibu, Melina menanggukan kepalanya tak lupa memakai hijabnya kemudian keluar untuk membeli sayuran yang diminta oleh ibu.
setelah kepergian Melina 3 mobil memasuki perkarangan rumah Melina, ibu akan masuk terkejut melihat mobil mewah memasuki rumahnya.
" Mereka siapa yang datang ke rumah" kata ibu yang merasa takut.
Nisa turun diikuti oleh lainnya tersenyum melihat ibu Melina yang terkejut dengan kedatanganya, karena Firza tidak memberitahu pada Melina.
" Assalamualaikum, bu maaf kami datang tanpa ada pemberitahuan" kata Nisa, ibu menanggukan kepalanya.
" Ibu jangan takut kami tak ada niat yang buruk, mari kita bicara di dalam" kata Dewi.
" Oh maaf nyonya, tuan silahkan masuk maaf rumah kami tidak besar" kata ibu Melina mempersilahkan tamunya masuk.
__ADS_1
Nisa dan lainnya melihat keadaan rumah yang sederhana tapi nyaman.