Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 17


__ADS_3

Acara tahun baru dilaksanakan di FG Hotel Family sudah banyak undangan yang datang, baik sahabat maupun rekan kerja Alex, Nisa dan lainnya bahkan teman sekolah dan kampus ditempat anaknya belajar sudah berdatangan.


Nisa sedang mengobrol dengan orangtuanya dan manager hotel menengai acara yang sebentar lagi akan dimulai. Sedangkan Alex dan lain sedang bicara dengan rekan kerjanya.


" Nak dimana Firza sebentar lagi acara akan dimulai" kata ibu Nisa. " Mereka sebentar lagi datang bu" kata Nisa.


" Nona Dewi saya tidak menyangka bahwa kita akan bertemu disini" kata Tuan Wiratma yang merupakan rekan kerja perusahaan AG Gunawan.


" Tuan Wiratman dan Nyonya, senang juga bertemu dengan kalian disini" kata Dewi, menjabat tangan keduanya. Mereka mengobrol mengenai bisnis yang mereka bekerja sama.


Dari pintu masuk terdengar suara mobil yang baru masuk di parkiran hotel, keluarlah dua anak laki dengan dinginnya tapi membuat para wanita menagumnya sedangkan di belakangnya ada dua gadis yang cantik dengan hijab melekat pada tubuhnya.


Firza berjalan diiringi oleh saudaranya menuju ke tempat Nisa dan lainnya. " Bukankah itu Dr Annisa pemilik FG Hospital, terus mereka siapa" bisik para tamu, melihat Nisa sangat menyayangi Firza dan lainnya.


" Bunda, maaf kami lama, kami tadi mengantar kak ipar ke tempat Efina dulu" kata Revina, duduk disamping Alex.Nisa menanggukan kepalanya.


" Rendra terus dimana istrimu?" Mommy Alex. " Oma itu dia, baru datang bersama Efina" tunjuk Rendra menatap Cahaya.


" Bun, yah. Indah ke toilet sebentar " kata Indah. " Sayang hati- hati" ucap Nisa.


Ditempat Cahaya.

__ADS_1


Cahaya yang datang bersama Efina dan Aulia mereka memilih duduk terpisah.


" Wah hiasan hotelnya sangat indah" kagum Aulia, melihat keadaan sekitarnya. Cahaya dan Efina hanya menggelengkan kepalanya.


Di tempat Aulia.


Setelah selesai dengan urusannya Indah keluar ketika akan menuju ke tempat lokasi tanpa sengaja dia menabrak sesuatu.


Brug. " Aduh" kata Indah mengusap punggungnya terkena dinding. Indah sangat marah dan mengangkat wajahnya terkejut melihat Raja di depannya dengan tersenyum tanpa dosa.


" Pak Raja, anda disini?" Indah mengejapkan matanya. Raja tersenyum dan membisikan sesuatu pada Indah.


Tanpa Indah tahu ternyata Jihan sudah betada disana baru akan menghampiri Indah, dia melihat sesuatu yang menarik.


" um, um. Sepertinya sahabatku ini dan pak Raja terjadi sesuatu" kata Jihan, membuat Indah terkejut kedatangan Jihan. Karena takut mommynya khawatir Indah menarik Jihan meski mendengar ucapanya mengenai Raja.


Abimanyu dan Verlo sudah datang mencari Rendra, mereka melihatnya bersama keluarga segera mengusulnya.


" Akhirnya anak ini datang juga sudah berkali dihubungi tapi tidak diangkat" kata Bella, menatap tajam putranya. Tapi Verlo hanya diam dan duduk disamping Bella.


" Sayang, mengapa sifatnya mirip denganku, tak ada satu pun mirip denganku" keluh Bella. " Saya dia putraku" kata Victor, mengelus hijab Bella.

__ADS_1


" Dia memang putramu" kata Bella, dengan kesalnya melepaskan pelukan Victor.


Mereka tertawa melihat Bella masih sama ketika masih muda.


" Abi " kata Rio. Abimanyu mengerti bahwa papinya bertanya. " Mobil kami mogok tengah perjalanan, papi. Terus kami ke bengkel dulu" kata Abimanyu.


" Bella sudah jangan kesal hari ini tahun baru , kita harus menyambutnya dengan bahagia" kata Naya. Bella menanggukan kepalanya.


" Indah, kamu kenapa sayang wajahmu terlihat buruk" kata ayah Nisa, melihat Indah dan Jihan dari toilet tapi wajahnya diketuk.


" Kakek,Indah hanya bertemu dengan orang aneh" kata Indah, wajahnya diketuk. Memeluk kakeknya dengan senangnya.


" Mungkin keponakan om satu ini bertemu jodohnya" celetuk Eza. Membuat lainnya menatap tajam pada Eza. Eza hanya tersenyum.


" Mas jangan sembarangan bicaranya" kata putri. " sayang, mas hanya duga mungkin Indah bertemu jodohnya" seru Eza.


Indah terkejut mendengar ucapkan Eza sampai dia menyemburkan minumannya , bahkan wajah Dimas kena korbannya.


" Ternyata kak Eza benar Indah bertemu jodohnya, sehingga dia menyemprot wajahku" kata Dimas.


Indah tertunduk kesal dan lainnya hsnya tersenyum, tapi Firza menatap tajam Indah.soalbya dia sangat tahu bahwa adiknya hanya memiliki satu sahabat yakni Jihan.

__ADS_1


__ADS_2