Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 55


__ADS_3

Merlina terkejut melihat Firza sudah berada di hadapabnya dan sekarang dia berada dalam pelukan Firza, orang yang dianggapnya bos di tempatnya bekerja.


" Wah lihat eiapa yang menjadi pahlawan di sini serahkan gadis itu pada kami, karena dia adalah milik kami hahaha" para preman tertawa.


Firza menarik Merlina ke belakang punggungnya dia menatap tajam para preman.


" Anak muda ternyata jamu berani juga kalian lawan dia" ketua preman.


" Tetap di belakangku jangan kemana" kata Firza dengan tegasnya, Merlina menanggukan kepalanya.


Terjadi perkelahian antara Firza dengan preman mereka saling serang.


" Ternyata kamu tak bisa diremehkan "kata ketua preman mengeluarkan pisau kecil dari sakunya.


" Tuan" Merlina terkejut melihat senjata preman mencoba melukai Firza, Firza berusaha menghindar senjata yang ingin mencelakainya.


Karena kurang hati-hati pisau kecil milik preman berhasil melukai perutnya.


" Aw" Firza menekan luka di perutnya. " Tolong, tolong" Merlina berteriak minta tolong hingga para preman berlarian ketakutan.


Merlina mendekati Firza yang luka. " Tuan ayo kita ke rumah sakit " kata Merlina, memegang tangan Firza dengan air mata yang mengalir.

__ADS_1


" Tuan maaf ini salah saya hingga anda terluka, hiks, hiks, hiks" Merlina menangis.


Firza menghela nafasnya. " Jika kamu tetus menangis kapan kita ke rumah sakitnya " kata Firza.


" Maaf tuan ayo tuan saya bantu" kata Merlina membimbing Firza ke mobil dan membantunya naik mobil Merlina duduk di sebelahnya.


Firza menyandarkan kepalanya di kursi sambil memenjamkan matanya menekan lukanya.


" Merlina" panggil Firza. " Ya tuan" Merlina terkejut, Firza tersenyum.


" Sepertinya aku tak bisa mengendarai mobil ini kamu bisa menjalankannya" kata Firza.


Dengan cepat Merlina mengambilnya dan memberikan pada Firza, Firza mengeringik keningnya melihat banyaknya panggilan dan oesan dari adiknya.


Firza hanya terdiam melihat pesan dari adiknya. " Merlina kursi belakang ada kotak obat tolong ksmu ambil" kata Firza, Merlina langsung mengambilnya.


Firza mengambilnya dan mengobati lukanya sendiri. " Tuan bukannya kita harus ke rumah sakit" kata Merlina sambil menutup matanya karena malu Firza membuka bajunya untuk mengobati lukanya sendiri.


" Aku tak punya waktu untuk ke rumah sakit ini lebih penting" kata Firza, dia memang tak bisa melihat Nisa menangis.


" Tapi tuan lukanya terlalu dalam" kata Merlina menatapnya berusaha menghilangkan rasa malunya.

__ADS_1


" Merlina diamlah jika kamu terus berteriak kepalaku pusing mendengarnya" kata Firza.


" Baik tuan" sahut Merlina akhirnya membiarkan Firza memgobati lukanya sendiri.


" Ternyata anda bisa juga tuan kenapa anda tidak menjadi dokter? " Merlina.


" Jika aku menjadi dokter kita takkan bertemu. Bundaku seorang dokter dan aku tahu sedikit tentang medis darinya" kata Firza.


Merlina tersipu malu mendengar perkataan Firza setelah merasa sedikit kuat Firza mengendarai mobilnya menuju ke kediaman keluarganya.


Di kamar Rendra semua orang gelisah karena tak ada kabar dari Firza.


" Kak, kak Firza dimana sih telponnya tak diangkat " kata Revina dengan khawatir.


" Ren, Rev, Aya kak Firza sudah membacanya pesannya" kata Indah dengan leganya.


" Tapi kenapa kak Firza hany as membacanya dan tak membalasnya? " Rev.


" Pasti kak Firza sedang nyetir mobil" kata Cahaya, semua orang menanggukan kepalanya.


Rendra berada di dekat jendela dia melihat mobil Firza masuk tapi ada yang aneh. Dengan terburu Rendra keluar dan diikuti dengan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2