Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 29


__ADS_3

" Kalian menertawakanku" kata Eza, yang datang bersama Naya disampingnya. Mereka membalikan badannya terkejut melihat Eza yang terlihat santainya. Eza mendekati keluarga dan sahabatnya dia bertanya ada apa dengan keadaan ini.


" Kak ipar aku senang melihatmu sudah bangun" kata Naya, memeluk Nisa.


" Cepatlah katakan ada apa dengan ini dan kamu nisa bukankah baru sadar, sekarang kamu malah disini dan ini ruangan siapa" kata Eza, menatap tajam.


Nisa menatap Eza dengan tajam sambil menaikan alisnya membuat Eza merinding sedangkan sahabat Nisa tertawa.


" Nisa, Jika kamu bertingkah seperti ini aku jadi ingat hal yang memalukan di Naya Hospital" kata Eza, Merinding.Sahabat Nisa sudahah tertawa sampai sakit perut.


" Ini kak sebenarnya kakak harus melakukan hal yang sama ketika Indah mengalami depresi waktu itu" kata Nisa


Eza merasa nafasnya sangat berat memikirkan ucapan Nisa. " Nisa bisa diperjelaskan semuanya ini" seru Eza.


Rendra akhirnya menceritakan yang dialami oleh Indah ketika di mall. " Astagfirrah" ucap Naya sambil menutup bibirnya.


" Nisa kakak mengerti keadaannya tapi situasinya berbeda saat ini Indah sudah berusia 19 tahun bukan dua tahun lagi. Kakak akan membantu untuk kesembuhan keponakanku" kata Eza.

__ADS_1


Brak


Mereka terkejut mendengar dari ruangan rawat Indah seperti barang terjatuh. " Indah" kata Nisa terkejut, melihat Indah melempar barang yang ada didalam.


" Firza, Rendra tahan Indah jangan dia melemparkan barang lagi" kata Eza. Firza dan Rendra mendekati Indah dan memeluknya.


Nisa mendekatinya dengan senyuman manis, dia mengelus hijabnya. " Indah masih ingat dengan dokter" kata Nisa.


" Eza mengapa Nisa memanggilnya dokter bukan bunda?" Daddy Hartawan. " Itu untuk mengetahui responnya om, kami takut Indah mengira bahwa dirinya masih berusia dua tahun" kata Eza, menatap mereka.


Alex menggengam tangannya dia sangat marah dengan semuanya ini, Revina dan Cahaya saling berpelukan dan menangis.


" Indah" Panggil Nisa sekali lagi. Indah menatap Nisa dengan air mata terjatuh derasnya. " Dokter, jiks, hiks. Mereka , hiks hiks" kata Indah, histeris. Memeluk Nisa begitu erat, sampai Nisa terdorong ke belakang.


Rendra dan Firza masih memegang Indah kalau tidak Nisa pasti sudah terjatuh. Nisa meminta kedua putranya untuk melepas pegangannya.


" Sayang tenanglah mereka tidak akan mencelakaimu lagi, disini ada dokter dan keluarga dokter" kata Nisa, mengelus pipi Indah.

__ADS_1


Indah menanggukan kepalanya dan kembali memeluk Indah. Eza mencoba menyapa Indah untuk mengetahui reaksinya.


" Halo Indah masih ingat dengan dokter" kata Eza, dengan gugupnya.Indah menatap Eza kembali melihat Nisa yang tersenyum, Indah menggelengkannya. Eza merasa lega apa yang dia takutan tidak terjadi.


" Nisa sekarang bisa memulai pengobatannya , ayo kita keluar biarlah Nisa disini" ajak Eza. " Eza aku masih ingin disini" kata Alex dan anaknya juga menanggukan kepalanya.


" Alex mommy tahu kamu dan kalian khawatir tapi saat ini biar Nisa yang mengatasinya, lihatlah Indah hanya nyaman bersama Nisa" kata Nyonya Hartawan.


Alex melihat Annisa tersenyum dia hanya menghela nafasnya dan mengajak keluarga dan sahabatnya keluar.


Rumah sakit FG Hospital sudah heboh dengan yang dialami oleh Indah, Jihan dan Raja yang sedang dirawat ikut mendengarnya mereka sangat bingung dan berniat mengunjung Indah.


Jihan yang sudah mendapat kabar dari suster ingin menjenguk Indah karena keadaannya sudah membaik, ketika akan menuju ke ruang rawat Indah dia melihat Raja.


" Pak Raja" kata Jihan, dengan sopan." Apa kamu ingin menjenguk Indah" kata Raja. Jihan menanggukan kepalanya.


Mereka bersama ke ruang VVIP 1 dimana Indah dirawat, Firza yang sedang menerima telepon dari Dayat yang menangakan kabar Indah dan Jihan matanya tertuju pada Raja.

__ADS_1


__ADS_2