Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 48


__ADS_3

Perusahaan Hartawan Group.


Firza dan Dayat mengerjakan pekerjaan seperti biasanya.


" Firza tolong berikan ini pada bos untuk diperiksa dan ditanganni" kata manager yang menjadi pengawas mereka selama magang.


Firza mengambil berkas dan menemui Alex yang berada diruangannya.


" Dayat aku mengantarkan berkas ini" kata Firza, Dayat menanggukan kepalanya. " Firza mau kemana? " Zeze dengan genit.


" Kerjakan saja pekerjaanmu, Dayat aku pergi dulu" kata Firza, Zeze menghentakan kakinya karena Firza tak meresponya sedangkan Dayat tertawa.


" Apa yang kamu tertawakan?" Zeze. sedabgkan Dayat menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya.


Firza menaiki life dengan tujuan ke lantai 15 dimana ruangan Alex berada, Firza keluar dari life dan melihat sekretaris ayahnya.


" Maaf bu ini ada berkas dari manager untuk bos" kata Firza dengan sopan. " Tunggu sebentar aku akan bicara dengan bos" kata sekretaris, Firza menanggukan kepalanya.


Tidak ada yang mengetahui bahwa Firza adalah putra sulung Alex Hartawan, inilah keuntungan yang dirasakan oleh Firza karena karyawan memperlakukannya sama seperti lainnya.

__ADS_1


" Silahkan masuk bos menunggu di dalam" kata sekretaris membuka pintu, Firza mengucapkan terima kasih.


Firza masuk dan melihat ayahnya bersama Victor dan Rio duduk tenang di sofa sambil menatap dirinya.


" Hari ini bundamu kembali menginap di rumah sakit" kata Alex menghela nafasnya dan memejamkan matanya. Firza tersenyum melihat ayahnya yang uring-uringan karena bundanya tak pulang.


" Bos ini berkas dari manager " Firza meletakan berkasnya di depan Alex. Alex hanya menghela nafasnya karena putranya tak menghiraukan curhatnya.


Dengan kesal Alex memeriksa dan menandatangani berkas.


" Tuan muda bagaimana rasanya magang di hari pertama? " Rio. " Sangat menyenangkan om Firza memperlajari hal yang baru " kata Firza.


Alex menggelengkan kepalanya seharusnya dia juga tahu bahwa istrinya pasti sudah menghubungi anaknya.


Ketika Firza kembali ke ruangannya tanpa sengaja dia bertabrakan dengan ob yang membawa minuman.


Byur.


Pakaian Firza basah terkena minuman dia menghela nafasnya melihat pakaiannya basah, Firza berusaha membersihkan pakaiannya dengan saputangan.

__ADS_1


Firza melihat gadis mungil membersihkan gelas yang pecah.


" Pak mafkan saya, saya tak sengaja" kata ob dengan ketakutan memegang baki dengan gemetaran. Firza menatapnya dengan intens, seoertinya dia masih muda itulah fikiran Firza.


" Siapa namamu?" Firza, dengan dinginnya dan salah satu tangannya masuk ke dalam saku. " Nama saya Melina pak" kata Melina dengan gemetaran.


" Apa aku ada dilantai itu hingga kamu menatapnya " kata Firza, Melina terkejut hingga dia mengangkat kepalanya.


" Tampan" guman Melina tapi tetap didengar oleh Firza. Firza tersenyum melihat Melina menutup mulutnya. Firza kagum melihat wanita di depannya tubuh yang mungil dan mata yang indah.


" Dasar bodoh pasti dia mendengarnya" kata Melina dalam hatinya. Firza menghela nafasnya dia tak punya waktu karena manager pasti menunggunya.


" Kau ikut denganku" kata Firza, berjalan duluan sedangkan Melina mengikutinya dari belakang sambil merutuk kebodohannya.


Semua orang melihat ke arah mereka dan berbisik, seorang ob berjalan di belakang nahasiswa magang, tapi Firza mengacuhkannya lain dengan Melina merasa takut kalau Firza akan melaporkannya pada ketua Ob.


Melina merasa heran dengan Firza membawanya keruangan bagian administrasi bukannya ke ruangan tempat para ob berkumpul.


" Maaf pak kita mau apa kesini" kata Melina melihat semua orang melihatnya. Firza menatapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


" Ini adalah hukumanmu yang membuat pakaianku basah, sekarang tugasmu adalah menemaniku disini" kata Firza, Melina dan Dayat bengong dengan perilaku Firza beda dengan Zeze yang marah melihat Melina duduk di samping Firza.


__ADS_2