
Kediaman keluarga Prasetya
Kedua orangtua Raja sangst merasa cemas karena
mendapat kabar dari kepala pelayan rumahnya bahwa putranya terluka dari Caffe, bahkan Raja tidak memberitahu mereka tentang dia di rawat rumah sakit.
Mereka memutuskan untuk kembali setelah lama tinggal di Bali mengurus pekerjaan disana. Kedua orangtua Raja sudah sampai di kediaman mereka setelah menempuh perjalanan selama lebih dari sepuluh jam.
" Bi dimana putraku?" Nyonya Prasetya. " Itu Nyonya" tunjuk kepala pelayannya pada televisi, orangtuanya terkejut melihat putranya menjadi model.
" Papi itu putra kita?" Nyonya Prasetya yang tidak menyangka bahwa putra bisa seperti ini. " Mungkin karena wanita di sampingnya lihat putramu tersenyum padanya, lebih baik kita tunggu saja dia" kata tuan Surya Prasetya.
Mereka memutuskan untuk istirahat karena sudah lelah selama perjalanan.
Keesokan harinya.
Raja yang sudah bersiap untuk ke kampus terkejut melihat orangtuanya sudah berada di ruang makan. " Papi, Mami. Kapan kalian pulang?" Raha, menyalami orangtuanya.
__ADS_1
" Itu tidak penting lagi sekarang cepat katakan pada mami, ini apa maksudnya?" Nyonya Prasetya, menunjukan rekaman model kemaren.
" Raja, hanya membantu mahasiswi Raja Mam" kata Raja. " Terus siapa gadis disampingmu?" tuan Prasetya.
" Dia hanya mahasiswi Raja papi, Raja pergi dulu hari ini ada kelas pagi" kata Raja. Memohon izin dan menuju kampus. Orangtuanya hanya bisa menghela nafasnya.
Di Kampus
Firza dan Dayat mendaftarkan diri untuk Praktek kerja lapangan di administrasi kampus.
Indah dan Jihan sibuk mencari buku di perpustakaan untuk membantu mereka ujian seminggu lagi.
Ketika akan menuju kantin Indah tanpa sengaja melihat Raja ysng sedang bicara dengan rekannya.
" Dia kok disini terus siapa wanita itu" guman Indah. " Indah ayo kak Dayat sudah menunggu" kata Jiha, Indah mengikuti Jihan.
" Kakak kalian rencananya mau praktek dimana?" Jihan. " Sebenarnya kakak ingin praktek di AG Group, tapi karena dia hanya diam jadi kakak hanya berharap mendapat tempat yang bagus" Bisik Dayat, pada Jihan di sampingnya.
__ADS_1
Firza terus memperhatikan Indah yang dari tadi menatap Raja dengan seseorang, Firza tersenyum terlihat jelas adiknya cemburu memang sejak selesai acara waktu itu hubungan mereka sedikit membaik.
" Sudah jangan di pandang terus nanti matanya sakit" kata Firza, meminum jusnya. " Ha" Indah mengerjapkan matanya tanda tidak mengerti.
" Firza, kamu bicara apa tadi" kata Dayat. " Ini sebelahku terlihat marah melihat pak Raja sedang bicara dengan bu Nur" kata Firza.
Dayat dan Jihan membalikan tubuhnya ternyara benar Raja sedang bicara dengan seseorang.
" Indah jangan cemburu itu bu Nur dosen kami, dia sudah menikah" kata Dayat. " Jadi sahabatku ini sudah mulai menyukai pak Raja, ini adalah kabar langka" Goda Jihan.
" Kalian malah menangguku" kata Indah, dengan kesalnya makan baksonya terburu. Mereka tertawa melihatnya.
Nay Hospital
Semenjak Naya mengurusi Rumah sakit milik keluarganya menjadi sangat sibuk.
" Naya, kamu tidak pulang " kata Eza, memasuki ruangan adik sepupunya. Naya tersenyum pada Eza yang duduk di depannya.
__ADS_1
" Nay gimana keponakan kecil kakak?" Eza. " Kakak jangan sok tidak tahu putri kita itu lebih senang bersama kak Nisa, daripada orangtuanya sendiri" kata Naya, cemberut.
Eza tertawa memang putri mereka Devina dan Cleo lebih sering nginap bersama Nisa dari pada mereka.