Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 18


__ADS_3

Dimas ditugaskan menjadi MC segera memulai acara tahun baru yang dirayakan sebentar lagi.


" Assalamualaukum, Selamat datang para tamu dan hadirin yang telah bersedia menghadiri perayaan tahun baru pada kali ini dirayakan di FG Hotel Family.


" Terima kasih atas kehadiran kalian semuanya semoga kalian menyukai yang kami persembahkan, baiklah saya tidak akan memperpanjang pembicaraan ini. Silahkan mikmati pestanya" sambung Dimas.


Para tamu menikmati pesta baik musik dan makanan bahkan ada pemandangan kembang api.


" Nisa, ketika kita merayakan tahun baru beberapa tahun hanya bertiga, dan ketika itu Firza berusia tiga tahun" kata Dewi, mengingat ketika perayaan tahun baru bertahun lalu.


" Aunty apa maksudnya terus dimana Bunda dan lainnya" kata Revina tiba- tiba. membuat keadaan menjadi tegang.


" Oh bukan apa- apa sayang mari kita nikmati pestanya, itu lihat kembang apinya sudah mulai. Rendra panggil istrimu dan lainnya" kata Bella mencoba mengalihkan perhatiannya.


Setelah Rendra memanggil Cahaya dan lainnya mereka menikmati kembang api. Tapi Revina terlihat kesal dan cemberut.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah menunjukan jam 12.00 malam tanda tahun baru telah tiba. berbunyi terompet, kembang api memeriahkan suasana. Tapi Revina tetap kesal dan hanya duduk di tempatnya.


" Rev, sebaiknya kita nikmati pestanya dulu kakak juga penasaran, tapi nanti Bunda sedih" kata Indah. Dengan terpaksa Revina menyusul keluarganya menikmati pestanya.


Nisa juga memberikan pada para tamu dapat menikmati pelayanan dan fasilitas di FG Hotel Family selama tiga hari secara gratis.


Sekarang para tamu sudah diantar oleh pelayan hotel ke kamar masing- masing, karena hari sudah menunjukan pukul dua pagi.


" Revina, ayo sayang kita istirahat" ajak Nisa. Dia paham bahwa putrinya ini masih menunggu jawabannya. Revina terus menatap Nisa tapi yang ditatap hanya tersenyum.


" Sebenarnya apa yang dimaksud ucapkan aunty Dewi, jika waktu itu kak Firza berusia tiga tahun berarti waktu itu bunda masih kuliah " ucap Revina, menggelengkan kepalanya.


Sedangkan lainnya terpaksa tidur walau tidur yang dipaksakan. Keesokan harinya mereka berkumpul di kamar Nisa bahkan sahabatnya juga ada.


" Nisa kamu yakin untuk memberitahu mereka, mereka masih muda Nisa pasti tidak akan mengerti" kata Dewi.

__ADS_1


" Aunty, kami sudah besar bahkan Rendra sudah menikah, jangan kak Firza seperti Indah hanya anak angkat" kata Indah, tertunduk sedih. Putri terus menenangkannya.


" Apa putri angkat ?" Revina terkejut mendengar fakta ini, sambil menatap tajam Indah." Rev jangan melihat kakak begitu itulah kenyataannya".kata Indah. Revina memeluk Indah dia tidak peduli yang penting adalah Indah adalah kakaknya.


" Kalau kak Firza putra angkat Bunda mengapa nama belakangnya Gunawan?" Rendra. membuat saudara dan sahabatnya menanggukan kepalanya.


" Firza adalah putra Bunda dengan cinta peetama Bunda ketika masih sekolah dulu" kata Nisa menatap putra putrinya satu persatu.


Membuat suasana mencengkramkan setelah Nisa mengatakan kebohongan ini.


" Bunda jangan bercanda itu tidak lucu" teriak Revina, menggelengkan kepalanya sambil histeris. " Kalian sudah tahu kebenarannya sekarang jangan bertanya lagi" kata Nisa.


" Yang dikatakan Bunda itu" . Sebelum Firza menyelesaikan pembicaraannya, Nisa menghentikannya.


Firza menatap Nisa inilah pengorbanan kakak kandungnya untuk dirinya, meski putra putrinya akan membencinya.

__ADS_1


Dewi dan lainnya hanya menatap dan mendengar mereka ingin mengatakan kebenarannya. Tapi mereka sudah berjanji tidak ada satupun mengetahui status Firza sebenarnya bagi Nisa.


Prok Prok


__ADS_2