
sepeninggalan rendra mereka melanjutkan pembicaraannya.
" om, tante kami permisi dulu hari sudah sore" kata efina. " lho kalian pulang bersama" sahut dewi. " benar tante kami searah" kata efina.
" tapi kalian pulangnya bersama siapa?" bella. " Abi antar mereka pulang " tunjuk revina, sambil tersenyum jahil. efina hanya tertunduk malu.
semua mata tertuju pada revina menunggu penjelasannya, sedangkan abimanyu hanya diam.
" aunty, om sebentar lagi abimanyu akan menyusul rendra, hahaha" tertawa revina begitu keras. " revina" tegur alex. " maaf dad vina hanya bercanda" kata revina, mengacungkan dua jarinya.
" Abi apa yang dibilang nona revina benar" kata rio. " papi, kami sudah berhubungan setahun ini" kata abimanyu. " mengapa kau tidak pernah memberitahu kami" kata dewi, menjewer telinga putranya.
" aduh mami, kami hanya menunggu waktu yang tepat" kata abimanyu. " jika tidak ada kejadian seperti ini , apa kalian terus diam. untuk nak efina tolong jaga putra aunty ini ya" kata dewi. efina tersenyum dan menanggukan kepalanya, abi memeluk maminya.
" sekarang antarlah mereka pulang nanti orangtuanya khawatir" kata rio. abimanyu segera mengantar mereka.
" bella bagaimana dengan putramu" kata eza. " kak eza jangan tanya begitu dia sangat mirip dengan papinya" kata bella, cemberut. Victor memeluk bella .
__ADS_1
semuanya menanggukan kepalanya benar verlo sangat mirip dengan victor.
" terus cucu kakek satu ini kenapa ?" ayah nisa, pada indah dari tadi diam. " sayang apa ada masalah di kampus, biar ayah yang mengurusnya" kata Alex.
" tidak ada ayah , kakek indah hanya memikirkan tugas kuliah" kata indah.
tak lama para sahabat mereka kembali pulang dan yang tinggal hanya keluarga. karena mereka ingin menemani rendra ke rumah alex.
Rendra dan cahaya berduaan dalam kamar, cahaya merasa canggung karena ini pertama kali dia berduaan dengan pria selain ayahnya.
cahaya memandang kamar rendra dia lihat sekitarnya banyak terpanjang foto rendra bersama keluarga dan sahabatnya.
" apa yang kamu lihat, cahaya" katarendra yang keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah segar. cahaya wajahnya bersemu melihat penampilan rendra.
" cahaya bersihkanlah dirimu agar lebih segar" kata rendra. " tapi kak aya tidak bawa pakaian ganti" kata cahaya, tertunduk malu.
" nanti biar kakak yang mengurusnya, cahaya sekarang kamu sudah menjadi istri kakak, boleh kakak mengatakan sesuatu" kata rendra. cahaya menanggukan kepalanya ada rasa kekhawatiran melanda hatinya.
__ADS_1
" kakak minta mulai sekarang kamu memakai hijab, kakak tidak mau melihat ada orang yang melihat keindahan rambutmu" bisik rendra, membuat cahaya malu.
" sekarang bersihkanlah dirimu, kakak akan mencarikan pakaian untukmu atau sementara pakailah pakaian revina dulu" kata rendra .cahaya menanggukan kepalanya dan masuk kedalam kamar mandi.
rendra menurun tangga dan melihat keluarganya masih di ruang tamu.
" rendra, mengapa kamu keluar" kata indah dari arah dapur. " kakak rendra mau bicara ke bunda " seru rendra. indah menanggukan kepalanya dan mereka menemui Nisa.
" Bunda" kata rendra, duduk disamping nisa dan merebahkan kepalanya ke pundak nisa. " ada apa sayang, dimana istrimu?" nisa, mengelus pipi putranya.
" Bunda, indah lagi membersihkan dirinya bunda ada pakaian untuk indah tapi harus berhijab. satu lagi mom tolong belikan indah pakaian tertutup untuk Cahaya untuk di rumah" kata rendra.
Nisa tersenyum. " sepertinya pakaian revina cukup di badannya dan besok biar Bunda dan aunty yang membelikan perlengkapan cahaya" kata nisa.
" kak ini pakaian revina ada dua steel semoga kak ipar menyukainya" kata revina. " rendra belikanlah pada istrimu nanti malam kita harus pulang" kata Alex.
rendra menanggukan kepalanya dan melangkahkan kakinya ke kamarnya.
__ADS_1