
Negara A terdapat Swalayan yang cukup besar tapi lebih besar Hart Mall, yang bernama Swalayan Al-Furqan berada tidak jauh dari toko cake dan bakery milik nisa sehingga memudahkannya untuk memenuhi bahan baku untuk cake nya.
Nisa bersama dewi dan bela pergi ke Swalayan untuk membeli kebutuhan toko cake dan bakery, bahan baku untuk membuat cake dan bakery. sedangkan firza sekolah yang diantar oleh dimas.
Nis kita beli tepung dulu baru bahan yan lain kata ela, baiklah dan sepertinya tepung sudah menepis kata nisa. sudah satu jam mereka membeli bahan baku dan semuanya sudah lengkap kata dewi melihat catatannya.
sebaiknya kita titip dulu ke penitipan baru kita cari kebutuhan pribadi dan lainnya, lihat ini banyak sekali kata bela yang mengeluh. atau kita bawa ke mobil saja itu lebih praktis kata nisa.
ayo ke mobil lihat nih tangan ku sudah sakit kata bela. setelah memasukan barang dalammobil, mereka melanjutkan belanja kebutuhan priadi dan lainnya. " ketika akan memilih barang terdengar suara HP nisa Berbunyi", Assalamualaikum Mas tanya nis. wassalam, sayang kamu dimana tanya alex, Nisa di Swalayan mas bersama dewi danbela , membeli bahan baku untuk toko cake kata nisa.
hati-hati ya sayang, setelah belanjanya jangan kemana lagi kata alex. ya mas, setelah belanja nisa langsung pulang dan sepertinya mas ada yang mau bicarakan kata nisa. sayang, orangtua mas berkeinginan bertemu dengan orangtuamu dan makan malam bersama, gimana saya tanya alex.
__ADS_1
mas nanti nisa bilang sama ayah dan ibu kata nisa. baiklah sayang, mas tutup buku dulu tu rio sudah beritahu ada rapat, Assalamkum sayang kata alex.wassalam mas jawab nisa, mereka menutupi teleponnya.Nisatersenyum melihat HP nya.
Nisa tersenyum sendiri nih, yang menelepon tadi siapa goda bela. tadi mas alex mengabari orangtuanya mengajak kita semua makan malam kata nisa. wah sepertinya ada yang spesial kayaknya kata bela. sebaiknya kita lanjutkan lagi belanjanya hari sudah sore kata dewi.
ayo nisa nanti teman kita ini merajut lagi kata bela. mereka menyelesaikan belanjanya dan ketika kan menuju parkirannya Nisa melihat seorang yang dikenalnya.
Dew, bel kata nisa, ia tiba berhenti. kenapa nis astagfirullah nisa wajahmu pucat kata dewi. nisa ada apa jangan membuat kami khawatir, suapa yang kamu lihat nisa kata bela, matanya melihat sekitar. Dew, bel itu orangtuanya ayah kan yang pernah kita lihat foto yang ditunjukkan oleh pak bayu.
dewi, kamu jaga nisa disini ingat jangan kemana kita harus mencari tau keberadaan mereka di negara ini kata bela. tapi bel itu sangat berbahaya kata dewi.
tidak dew kita harus mengetahui tujuan mereka dan sebaiknya kamu hubungi tuan alex nisa sangat membutuhkannya. baiklah bel kamu benar dan ingat jangan sampai mereka menyadarimu kata dewi penuh peringatan. bela mengukuti keberadaan orangtua ayah nisa dan sebelumnya dia telah menutupi wajahnya dengan masker dan kaca mata juga dia mengeluarkan HP untuk merekam pembicaraan mereka.
__ADS_1
Dewi menghubungi alex, dan menceritakan apa yang terjadi pada nisa dan memberitahu keberadaan mereka dan bela nekat membuntuti mereka.Di balik telepon alex yang sedang rapat dan mendengar perkataan dewi sangat terkejut dan khawatir, ia segera meninggalkan ruang rapat ,tanpa memandang tatapan para investor yang hadir untung saja rio meminta izin dan segera mengusul alex karena dia tau pasti ada sesuatu pada nisa.
Di tempat lain kini bela terus mengikuti mereka dan berhenti di rak makanan, nisa juga berpura memilih barang. ayah apa kamu sudah bisa kerja sama dengan Perusahaan AGGroup tanya nyonya wijaya, sebentar lagi bu kita berhasil dengan kerja sama, setelah mendapat kerja sama itu kita memanipulasi bahan bakunya untuk kita sendiri kata tuan wijaya.
wah pasti dananya sangat besar ibu bisa belanja sepuasnya, ayah bagaimana dengan putra kita yang kurang ajar itu garaj dia menikahi si miskin itu dan membuat perusahaan kita hampir bangkrut karena dia menolak lamaran itu kata nyonya wijaya dengan kesalnya.
ayah sempat curiga sama si hana bahwa dua sempat membantu mereka untuk kabur tapi tidak ada bukti saat itu kata tuan wijaya. sudahlah ayah sekarang hana itu bisanya hanya mengurus putrinya dan menolak untuk mencari kakaknya itu kata nyonya wijaya. biarlah bu lebih baik dia tidak ikut campur dengan ini, dan ayah dengar putrinya waktu dalam kandungan wanita itu selamat kata tuan wijaya. sudahlah sebaiknya kita pulang katanya.
bela menghela nafasnya dengan kasar karena penyelidikannya berhasil. uh untung saja beka sempat belajar sama ayang beb seru bela dengan senyuman dan ketika akan membalik bruk badannya terbentur sesuatu yang keras, Bela mengangkat kepalanya melihat siapa yang di depan dan ketika itu adalah kekasihnya dia merasa lega.
sayang, aku merasa takut kata bela dengan badan yang gemetaran. sayang kamu hebat membuat mereka tidak tau keberadaanmu kata victor. sayang kamu melihatnya. victor menanggukan kepalanya, sekarang ayo kita kerumah mu katanya. sayang nisa gimana tadi dia terlihat ketakutan tanya bela.
__ADS_1
nona nisa terlihat syok, tuan alex sudah memvawanya pulang bersama dewi dan rio. bela yang mengkhawatirkan nisa menarik tangan victor supaya cepat sampai ke rumah, melihat wanitanta ini victor tersenyum.