Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
memperingati lahirnya Perusahan AG Group


__ADS_3

Alex, rio dan victor saat ini berada di luar negeri untuk mengurus permasalahan yang terjadi dalam proyek terbaru perusahannya. karena tidak mau sendirian bela dan dewi menginap di rumah nisa selama suami mereka itu pun sudah seizin suami.


"asyik hari ini firza kesekolahnya bersama bunda lagi"kata firza."memangnya tidak asyik bersama ayah"tanya bela. "soalnya ayah selalu membaca laporan dan juga om rio dan om victor hanya diam saja"kata firza dengan jahilnya"pasti anak ini menjahiliku lagi"kata bela.


"maaf aunty firza senang juga bersama ayah ,ayah selalu meminta firza bercerita tentang sekolah"kata firza.


"Nisa sebaiknya kita satu mobil saja pasti repot nanti tujuan kita sama"kata dewi sambil membaca pesan rio. "nisa kamu membawa indah ke kantor"ucap bela sambil meminum jusnya.


"indah terlalu kecil bila tinggal sendiri, dia masih takutkan jadi indah ikut bersama bunda saja"kata nisa mencium pipi indah yang tembem itu. "bunda nanti firza ke kantor bunda juga"tanya firza. "ya sayang nanti bunda minta aunty putri yang jemput karena aunty ana harus memulai kerja di rumah sakit "kata nisa.


firza menanggukan kepalanya. "baguslah ana memulai bekerja agar tidak merasa canggung nantinya, ayo kita berangkat nanti jagoan aunty ini telat"kata bela. "putri bunda sudah cantik sekarang, ayo kita ke mobil firza jangan lupa bawa bekalnya"kata nisa. "baik bunda"kata firza meminta bekalnya ke pelayan.


mereka sudah sampai di sekolah. "firza ayo bunda antar"kata nisa. "tidak usah bunda firza bisa sendiri"kata firza. "memangnya mengapa sayang"tanya dewi dan melihat nisa dan bela. "kata ayah firza harus mandiri karena firza sudah besar dan memiliki adik "kata firza. nisa tersenyum karena firza sudah menerima keberadaan indah yang masih memerlukan kasih sayang yang lebih darinya.

__ADS_1


"sepertinya para suami kita itu mengajari hal yang baik pada kesayangan kita ini "kata bela. "sebelum masuk dalam kelas firza cium dulu adik kecilnya"kata dewi.


"dadah indah abang masuk dulu nanti abang bawakan kue yang banyak"kata firza mencium pipi nisa dan indah. "ue babang indah uka ue na banyak "celoteh indah.


firza kemudian masuk dalam kelas tak lama mobil nisa menuju ke kantor AG Group.


mereka keluar dari mobil dengan wibawa dan di sambut oleh para karyawan, banyak karyawan siapakah gadis cilik dalam pelukan CEO mereka, karena yang tau nisa memiliki seorang putra berumur delapan tahun lalu siapakah gadis cilik itu.


karena tidak mau membuat bos marah mereka nelanjutkan pekerjaannya.


"selamat datang nona"kata mira. "selamat pagi kak tolong minta pada ob minuman tiga orang juga bubur untuk putriku"kata nisa. walau mira bertanya siapa gadis cilik itu tapi dia tetap melaksanakan perintah nisa.


Nisa mendudukan putrinya di karpet yang dikelilingi oleh bantal.nisa dan lainnya melanjutkan pekerjaannya mereka sepakat melakukan pekerjaan diruangan nisa untuk menemani indah.

__ADS_1


"nisa apa rencanamu ulangtahun perusahaan nanti, apa kamu akan memberitahu pada tuan alex bahwa kamu CEO perusahaan ini"kata dewi. "bagaimana kita buat kejutan untuk mereka"kata bela dengan senyuman.


"Ide bagus mereka pasti akan terkejut bahwa nisa adalah pemilik sekaligus CEO perusahaan ini" kata dewi dengan tertawanya.


terdengar suara pintu diketuk. tok tok


"masuk "kata nisa. "nona ini minuman dan buburnya" kata mira. "letakan saja di atas meja "kata bela. mira meminta izin untuk melanjutkan pekerjaannya.


"sekarang putri kecilku makan bubur dulu karena masih kurang sehat"kata nisa sambil menyuapi indah.


"Assalamualaikum bunda"kata firza masuk bersama putri."putra bunda sudah pulang, itu apa yang ditangan firza"tanya nisa mencium firza.


"he he firza membawa cake bunda untuk indah"kata firza. "ini dari teman firza lagi"kata dewi. firza menanggukan kepalanya dan memberikan cakenya ke indah.

__ADS_1


"kak bagaimana acara besok "tanya nisa sambil membersihkan bibir indah. "semuanya sudah90%nona ,tinggal menunggu acara berlangsung "kata putri.nisa tak meragukan hasil pekerjaan putri dia sansat mempercayainya.


"sekarang kita menunggu acaranya berlangdung dan memberi kejutan pada keluarga suami kita"kata bela. mereka hanya tersenyum dan menunggu acara berlangsung.


__ADS_2