
Dewi dan firza sudah berada di rumah sakit dan disusul dengan kedatangan bela dari kantor, bela terkejut melihat bawaan firza dan dewi berupa kue dan hadiah lainnya. belum senyum dan menaikan alis mats seakan minta penjelasan
firza banyak sekali bawaannya habis belanja di mall di borong satu mall ya sayangnya aunty. bukan aunty ini dari gadis genit firzatidak suka makanya dikasih ke bangsal anak. gadis genit tanya bela. itu bel siswi di sekolahannya banyak yang kasih ini makanya pemberian ini kita sumbang ke anak-anak yang berada di bangsal anak.
baiklah mari aunty bantu bawanya sekitar sejam lagi baru praktek aunty dimulai setelah ini firza ikut aunty yuk liat ibu hamil ucap bela. tapi jangan lama aunty nanti bunda udah selesai operasinya kita ke bunda ya, aunty sebelum itu kita ke tempat ama dan apa ya. baiklah saya setelah ini kita ketempat ama dan apa dulu baru ke ruang aunty.
setelah semua hadiah itu dikasih banyak anak-anak yang senang ada dapat kue dan mainan
sekarang mereka bertiga di ruangan orangtua Nisa.
firza masuk dan duduk di dekat ama sedangkan dewi dan bela duduk di sofa mereka mendengarkan ceritanya firza.
ama, apa tadi firza dapat hadiah yang banyak dari cewek di sekolah tapi firza tidak suka ama, apa mereka gadis yang genit, tapi kata bunda pemberian mereka tidak baik kalau dibuang makanya tadi firza ditemani sama aunty dewi dan aunty bela ke bangsal anak ama apa mereka sangat senang. ketika firza bercerita firza tidak sengaja melihat air mata ama keluar.
Aunty liat ama menangis, mendengar perkataan firza dewi dan bela bejalan menuju ke tempat firza dan berdiri di samping ternyata mereka mendengar suara firza yang bercerita
benar sayang ama menangis jadi firza harus sering bercerita pada ama dan apa, ya aunty firza akan sering cerita kegiatan firza.
__ADS_1
baiklah firza masih mau ke sini atau ke ruang bunda,tadi bunda menghubungi aunty operasinya sudah selesai tapi kalau firza masih mau disini tak apa-apa nanti aunty minta suster temani firza ucap dewi bela menanggukan kepala.
firza ke ruangnya bunda saja aunty soalnya ceritanya habis, sekarang firza minta izin dulu pada ama dan apa ucap bela, baiklah aunty, ama, apa firza ke tempat bunda dulu esok firza kesini lagi buat cerita sama apa dadah dadah ama apa.
kemudian mereka pergi ke ruang Nisa yang berada di lantai tiga, sesampai disana nisa bicara pada suster yang jadi rekannya setiap dia praktek di bagian psikologis. bunda kata firza. eh kalian sudah datang, sus jangan lupa yang tadi. baik dok kata suster.
apa yang kamu bicarakan Nisa tatapan bela penuh dengan curiga, kamu bel main curiga saja sekarangkan waktu shalat dzuhur makanya nisa bilang prakteknya buka jam dua sekarang kalian sudah datang mari kita shalat udah itu kita makan siang bersama nisa sudah pesan di rumah makan dekat sini.
baiklah tapi firza yang jadi imamnya gimana ucap dewi. baiklah aunty firza senang menjadi imam bunda dan aunty firza yang cantik-cantik.
kemudian mereka makan siang di ruang nisa disana sudah banyak makanan yang tersedia. firza kata aunty bela firza ke ruangan ama dan apa. ya bunda firza cerita tentang di sekolah terus firza juga kasih pemberian cewek genit yang di sekolah pada pasien di bangsal anak bun mereka terlihat sangat gembira bunda kata firza. pintar anak bunda setelah ini firza duduk disini ya sambil nonton tv sebentar lagi praktek bunda di mulai nanti bunda minta suster ina yang temani firza, baik bunda firza duduk disini tidak akan menanggu bunda.
Nyonya dan tuan Hartawan datang ke rumah sakit dengan wajah yang sedih dan tampak kecemasan saat mendengar alex dilarikan ke rumah sakit karena pingsan. direktur rumah sakit mendengar tuan dan nyonya Hartawan datang kerumah yang terlihat panik segera menghampiri mereka.
tuan,nyonya bisa saya bantu dan kenapa tuan terlihat panik ucap direktur. apa alex sudah sampai tanya nyonya hartawan. belum nyonya.
tak lam terdengar sirene mobil Ambulans yang memasuki rumah sakit, Naya keluar lebih dahulu sambil menangis dan melihat kehadiran orangtuanya langsung memeluk nyonya hartawan.
__ADS_1
hiks hiks, mommy kak alex pingsan tadi di perusahaan wanita ular itu datang ke kantor dan naya ribut dengannya, kak alex hanya menahan emosinya mom dan ketika rio dan victor datang juga berusaha mengusirnya tapi wanita itu keras kepala lalu naya menampar pipinya kemudian kami menariknya keluar, ketika naya bicara dengan kak alex,kak alex jatuh pingsan naya takut mom hiks hiks
semuanya akan baik-baik sayang tenanglah kak alex akan baik saja ucap daddy terus mana kakakmu. itu dad yang baru turun dari mobil. nampak alex pingsan di kasur nyonya dan naya hartawan hanya bisa menangis
para suster yang membawa alex membawa ke ruang UGD untuk melakukan pemeriksaan intensif karena keadaan alex sudah mengkhawatirkan.
selama dua jam alex di periksa oleh dokter terbaik disana karena alex adalah putra pemilik rumah sakit ini. keluarga alex masih berada di depan pintu ruang UGD dengan wajah kecemasan.rio dan victor bertugas untuk mengatasi keamanan supaya berita alex yang jatuh pingsan tersebar sampai media. jika tersebar akan terpengaruh terhadap saham perusahaan.
pintu terbuka keluarlah dokter kemudian tuan alex menangatakan keadaan putranya.
dokter bagaimana keadaannya tanya tuan hartawan. begini tuan sepertinya tuan alex sebelum pingsan dia menahan sesuatu hingga membuatnya traumatis atau depresi berat tuan. terus untuk mengobatinya bagaimana dok tanya nyonya hartawan. tuan alex harus dirawat secaea intensif juga melakukan psikoterapi untuk mengendalikan emosi yang berlebihan dan pendukung terbesarnya adalah keluarga tuan, nyonya.
.
Dad harus mencarikan dokter spesialis untuk merawat putra kita kalau soal biaya tidak usah khawatirkan ucap nyonya. baiklah dad akan carikan.maaf tuan, nyonya di rumah sakit kita sudah memiliki seorang dokter Psikologis yang dapat dipercaya tuan.
maksud dokter, Dokter Annisa ucap naya. benar Dr Naya. selama ini pasien yang ditangani oleh Dr Nisa dalam keadaan yang membaik.
__ADS_1
tuan dan nyonya harus bertemu dengan Dr Nisa untuk membantu tuan Alex yang saya tau kesibukan Dr Nisa di IGD yang menyita waktunya kalian harus mencari solusinya untuk kesembuhan tuan alex saya permisi dulu tuan, nyonya masih banyak pasien yang menunggu. baiklah ucap tuan Hartawan.
mom, dad naya coba hubungi nisa dulu, katanya tadi nisa sedang mengoperasi pasien yang kecelakaan