Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 15


__ADS_3

Setelah puas dengan bermain di FG Mall mereka kembali ke kediaman masing- masing karena hari sudah malam, setiba dirumah mereka dikejutan dengan kedatangan orangtua Alex.


" Assalammualaikum" ucap Nisa. " Wassalam" balas orang didalam. " oma, opa kalian kesini" kata Revina, memeluk nyonya hartawan.


" iya, sayang kami merindukan kalian" kata Nyonya Hartwan, mengelus hijab revina. " Revina, opa mendapat kabar bahwa kalian di hukum, karena salah satu siswa sakit perut hingga sering ke kamar mandi?" Opa Hartawan.


Revina tertunduk. " maaf opa, oma ini semua salahku" kata Cahaya, menunduk ketakutan dan Rendra memegang tangan cahaya untuk menenangkannya.


" Revina yang bercerita atau ayah meminta om Victor untuk menyelidikinya" kata Alex, menatap Revina. " Dad, Opa ini bukan salah kak ipar, ini karena wanita gila itu dia berani membully kakak ipar" kata Revina.


" Sayang kamu tidak kenapa kan, tidak ada yang terluka" kata Nisa. Cahaya menggelengkan kepalanya. " Bunda tangan cahaya terkilir" kata Rendra. Cahaya menatap rendra.


" sayang ayo ikut mommy, mommy akan mengobati tanganmu nanti tanganmu makin sakit" kata Nisa. Nisa membawa Cahaya ke kamarnya.


Alex menghubungi Victor untuk mencari tahu yang terjadi di sekolah anak-anaknya.

__ADS_1


" Kak Indah sudah punya pacar atau belum" goda revina. " Gimana mau pacar setiap kakak selesai kuliah kakak harus menunggu kak Firza " bisik Indah. Revina cengesan.


" Jika kalian bicarakan kakak, sebaiknya kalian mengurus acara tahun baru minggu depan" kata Firza, tanpa menatap mereka.


Indah dan Revina segera masuk ke kamar sebelum Firza marah.


" Alex, memangnya kalian ada acara tahun baru?" Tuan Hartawan." Itu mereka yang mengurusnya dad, mereka berkeinginan tahun baru kali ini dirayakan" kata Alex. membicarakan Nisa dan lainnya.


" Sebaiknya Dad dan mom malam ini nginap disini hari sudah larut, nanti Alex minta Nisa menyiapkan kamar" kata Alex. Tuan dan Nyonya Hartawan menanggukan kepalanya, dan mereka sudah lelah.


Setelah mengobati Cahaya, Nisa membersihkan kamar yang akan ditempati oleh mertuanya dengan bantuan pelayan, sedangkan Cahaya berada di kamar Rendra dia ingin menyelesaikan tugas dari Firza.


" Masuk" kata Cahaya sedang mendesain dikertas. ternyata yang masuk adalah Rendra dia membawa susu hangat untuk istrinya.


" Sayang sebaiknya minum susunya dulu, nanti dilanjuti lagi" seru Rendra, meletakan susu diatas meja.

__ADS_1


Cahaya yang fokus dengan kegiatannya terkejut melihat Rendra sudah berada di sampingnya.


" Astagfirrah, kak maaf Cahaya tidak melihat kakak masuk" kata Cahaya, tertunduk. Rendra tersenyum dan memeluk cahaya. membuat wajah istrinya malu.


" kakak nanti ada yang masuk gimana" kata Cahaya yang telah malu. " sayang, kakak sangat merindukanmu sejak tadi kamu terus bersama sahabatmu dan lainnya" kata Rendra, meletakan dagunya ke leher cahaya.


" Ayo kak Rendra dan kak ipar mau ngapain" kata Revina berada di depan pintu kamar, memang Rendra lupa menutup pintunya.


"Kak ngapain berduaan disini bukankah daddy melarang kalian berduaan" kata Revina, menatap curiga ke arah keduanya.


" Kakak lepaskan pelukannya" kata Cahaya, tapi Rendra semakin erat pelukannya.sehingga Cahaya semakin malu dilihat Revina.


" Rendra masuk ke kamar, besok kalian sekolah nanti terlambat bangunnya" kata Firza datang tiba-tiba dan sudah ada di belakang Revina membuat lainnya terkejut.


" Kakak" kata Revina, mengejapkan matanya.Firza tersenyum dan mengelus hijab Revina.

__ADS_1


" Revina jika Rendra sudah keluar kamu temani kak iparmu malam ini Rendra, kakak tunggu di kamar" kata Firza dan kembali ke kamarnya.


Revina sangat senang dan dia menarik Rendra agar keluar kemudian menutup pintu kamar. Rendra hanya pasrah menuju kamar Firza.


__ADS_2