
Di Nisa Cake
toko nisa cake sedang ramai karena banyak pengunjung dan banyaknya pesanannya.
Rendra dan lainnya tiba di Nisa cake dan Bakery segera masuk kedalam tanpa menghiraukanpengunjung yang menatap mereka dengan kagum.
" mbak dimana nenek dan bibi" kata Revina. " nona, tuan muda, mereka berada di dapur non, membantu membuat cake" kata karyawanti. revina segera menyusul ke dapur untuk membantu neneknya.
sedangkan lainnya menunggu di ruang revina yang dulunya dipakai oleh Nisa.
tiba- tiba saja mata rendra tertuju pada seorang gadis yang masih memakai pakaian seragam sekolah , dia di dorong oleh beberapa gadis dengan dadanan menor sehingga dia terjatuh.
memangnya ruangan revina tranparan karena kita dapat melihat keadaan dari dalam tapi dari luar tak terlihat.
Abhimanyu dan Verlo terkejut melihat Rendra tiba- tiba keluar." mau kemana anak itu?" Verlo. Abimanyu hanya mengangkat bahunya.
" kalian mau kemana?" Revina, melihat mereka keluar." ups itu lihat kakakmu" kata Abimanyu.mereka pun mengintip apa yang dilakukan rendra.
rendra membantu seorang gadis untuk berdiri. " kamu tidak kenapa?" Rendra, memegang pundak gadis itu. gadis itu menggelengkan kepalanya.
Rendra terpesona melihat kecantikan alami yang ditunjukan oleh gadis itu walau tanpa make up yang berlebihan.
__ADS_1
" sepertinya itu cahaya murid kelas satu di sekolah kita" kata efina. " fina kamu mengenalnya?" kata revina.
" ya aku menengalnya dia itu tinggal di samping rumahku, dia hanya tinggal berdua dengan ayahnya dan kabar yang aku dengar ayahnya di rawat di rumah sakit" kata efina.
" tapi mengapa dia kesini bukannya menemani ayahnya di rumah sakit" kata revina. " ayo kita kesana" kata Abimanyu.
" cahaya mengapa berada disini apa mau beli cake untuk ayahmu" kata efina. " tidak kak aya mau daftar kerja disini, cahaya butuh uang untuk biaya rumah sakit, kak" kata cahaya, sambil menunduk .
" cahaya, kamu mengenal kami?" revina. " kalian kakak senior di sekolahku. memangnya ada apa kak"kata cahaya.
" boleh saya lihat surat lamarannya" kata revina. " cahaya kasih saja ke revina, dia ini putri pemilik toko nisa cake dan bakery" kata efina, melihat keraguan cahaya.
tapi rendra menarik tangan cahaya ke kursi yang kosong. " kak" kata cahaya, menoleh ke belakangnya.
" uh kakakku ini " kata revina, cemberut.mereka menghampiri rendra duduk disampingnya.
" cucu nenek ini mengapa cemberut" kata lila gunawan, menghampiri cucunya karena revina tak kunjung kembali.
" nenek kak rendra bikin revina kesal" kata revina, memeluk neneknya. " mereka pasti ribut lagi nyonya" seru bibi.
" rendra" kata lila." maaf nek" kata rendra. cahaya bingug dengan keadaan sekitarnya.
__ADS_1
" cahaya pasti kamu bingung dengan mereka berdua" kata efina, menunjuk rendra dan revina. cahaya menanggukan kepalanya.
lila gunawan tersenyum. " biar nenek yang jelaskan, gadis nakal ini cucu perempuan nenek kalau pria yang dingin di sampingmu itu saudara kembar gadis nakal ini" kata lila gunawan.
cahaya menanggukan kepalanya. " nenek sepertinya sebentar lagi akan memiliki cucu menantu" kata revina, menjulurkan lidahnya. rendra hanya menatap datar dan cahaya bingung.
nenek tersenyum." kalian berdua bagaimana keadaan mami kalian sudah lama mereka tidak kesini" kata lila gunawan, pada Abimanyu dan Verlo.
" mami sibuk di rumah sakit nek, apalagi saat ini om eza dan om dimas di luar kota ada seminar " kata Verlo.
tak lama terdengar suara HP berbunyi, ternyata panghilan dari rumah sakit.
" Halo saya cahaya putri dari bapak bagus , ada apa suster" kata cahaya dengan suara yang tercekit." begini nona cahaya tiba saja keadaannya kritis dan segera untuk dioperasi saya harap nona segera ke rumah sakit" kata suster.
kabar yang didapatkannya membuat cahaya syok dan pingsan." cahaya bangun" kata rendra, khawatir menepuk pipi cahaya.
" kak, tolong terima aya kerja disini, cahaya akan bekerja keras" kata cahaya, menangis. " cahaya dengarkanku kamu tahukan bahwa toko Nisa cake dan bakery adalah milik mommyku. dan kamu diterima disini sekarang katakan padaku siapa yang meneleponmu" kata rendra, memeluk cahaya yang menangis.
" kak tadi cahaya dapat dari rumah sakit katanya ayah kritis" kata cahaya, membalas pelukan rendra saat ini dia butuh sandaran.
" kalian ayo cepat ke rumah sakit, rendra " kata lila. mereka segera ke FG hospital tempat ayah cahaya di rawat
__ADS_1