
Di dalam mobil
rio yang menjadi supir mereka atas perintah alex yang ditemani oleh victor di depan mereka menuju ke sekolah untuk mengantar firza terlebih dulu.
"ayah sedang baca apa"tanya firza melihat alex membaca berkas yang dibawa oleh rio."ayah sedang membaca laporan sayang"kata alex dan mengusap kepala firza.
"ayah pekerjaannya apa dikantor"tanya firza lagi. "ayah firza seorang bos besar di perusahaan"sahut victor. "wah ayah hebat firza juga ingin menjadi bos besar nanti seperti ayah"kata firza
"firza harus rajin belajarnya dan harus mematuhi perkataan bunda dan ayah"kata rio yang dari tadi mendengarnya. "pasti om dan firza akan menjadi anak yang patuh"sahut firza. alex tersenyum bangga karena firza sangat mengidolakannya, dia berjsnji akan menjadikan firza seperti dirinya.
"nah tuan muda kita sudah sampai di sekolah"kata victor."ayah...! kata firza langsung menundukan kepalanya. "kenapa sayang firza tidak mau turun, itu temannya sudah berdatangan "seru alex dan mengusap kepalanya.
"tuan sepertinya tuan muda ingin tuan menemaninya ke kelas"kata rio melihat firza dari cermin. "apa betul sayang yang dibilang oleh om rio"tanya alex. Firza menanggukan kepalanya, Alex tersenyum inilah rasanya memiliki seorang putra(fikirnya).
"baiklah hari ini ayah akan menemani putra atah ini ke kelasnya"sahut alex. "terima kasih ayah, firza sekali... hiks hiks"kata firza. "kenapa putra ayah ini malah menangis, ingat sayang sebagai seorang pria tidak boleh mengerti"nasehat alex pada firza.
"tidak ayah firza tidak menangis, firza senang karena hari ini pertama kalinya firza diantar oleh ayah biasanya sama aunty dan bunda jika mereka sibuk aunty putri dan bibi yang mengantarkanku" kata firza dan menangkat kepalanya.
__ADS_1
" Aku akan membanggakan pada mereka karena aku juga memiliki seorang ayah"kata firza sambil tersenyum dihadapan alex. Alex merasa tersentuh mendengar ucapan putranya ini walau dia bukan putranya sendiri seharusnya adalah adik iparnya, dia berjanji jika ada melukai putranya ini mereka akan menerima balasannya.
"sekarang waktunya untuk putra ayah ini masuk"kata alex. mereka keluar dari mobil menuju ke kelas firza banyak sepasang mata memandang melihat mereka.
para ibu-ibu yang juga mengantar putranya merasa kagum melihat kegantengan alex, tapi mereka bertanya apa hubungannya dengan firza bukankah dia seorang yatim itulah dalam fikiran mereka.
Firza selalu tersenyum karena dia mempamerkan pada temannya bahwa dia juga memiliki seorang ayah, alex dengan cueknya mengacuhkan sorakan dari para ibu-ibu hanya terfokus untuk mengantar firza kedalam kelas.
"rio sepertinya tuan alex sudah banyak mengalami perubahan setelah mengenal nona Nisa dan tuan Firza"kata victor. "kau benar victor dan sepertinya tugas kita bertambah"sahut rio. "sepertinya itu tidak masalah bagi kita yakan"seru rio. victor menanggukan kepalanya. mereka tersenyum melihat tuan mereka bahagia.
Alex mendengarnya membuka HP dan mendapat pesan WA dari nisa untuk berbelanja sama sahabatnya, alex pun membalasnya agar untuk berhati-hati. "ayo kita ke kantor sekarang"perintah alex. "baik tuan"seru rio dan menghidupkan mobilnya.
Alex memikirkan kejadian ketika dia memaduki kelas firza.
Flashblack
alex dan firza sudah berada di depan kelas 3A yang merupakan ruang kelas firza.
__ADS_1
"salam "ucap seorang guru wanita dengan genitnya menggoda alex. alex hanya diam menanggapinya. "tuan siapanya anak yang tidak punya seorang ayah, mungkin saja ibunya seorang wanita malam"kata guru itu. mendengar ucapan yang menghina wanitanya dan putra membuatnya emosi sepertinya dia akan membuat guru itu tenggelam dalam samudra luas.
"bu guru firza punya ayah kok"kata firza dengan lirihnya. "firza jangan bohong sama bu guru"kata guru dengan kesalnya. "tidak bu guru firza punya ayah "teriak firza yang sudah menangis. alex membawa firza dalam pelukannya dan menggendongnya.
"nyonya bukankah anda seorang guru pantaskah seorang guru yang membimbing muridnya berkata seperti itu pada seorang anak.Nyonya perkenalkan saya alex hartawan saya ayahnya ingat itu dalam fikiran anda"kata alex sambil berbisik dengan nada mengancam
mendengar nama Hartawan membuat kaki guru itu gemetaran dan badannya berkeringat dingin, siapa yang tidak mengeanal nama itu.
firza yang masih dalam pelukan alex terus bersedu-sedu. "sayang apa firza libur saja hari ini ikut ayah ke kantor gimana"kata alex dengan penuh kasih sayang.
"tidak ayah firza mau belajar yang rajin agar bisa menjadi seperti ayah sudah besar, ayah jangan bilang sama bunda firza tak ingin nanti bunda sedih "seru firza sambil menundukan kepalanya. "baiklah ayah tidak akan bilang ke bunda tapi ingat firza harus belajar yang rajin"kata alex. "baiklah ayah"kata firza dan kembali memeluk alex yang lagi jongkok hadapan firza.
"firza"panggil deni yang merupakan sahabatnya. "deni kenalkan ini ayahnya firza"kata firza sambil tersenyum mengembang dan mengusap airmatanya. "halo om saya deni temannya firza"kata deni.
"halo saya ayah firza, ayo kalian masuk nanti pembelajarannya di mulai "ucap alex. "dadah ayah, firza masuk"seru firza dan masuk dalam kelas sama deni.
Alex kembali ke mobilnya dia membetulkan jasnya dan mengacuhkan mereka.
__ADS_1