
Alex, rio dan victor tercengang karena melihat istri mereka jatuh dan mengalami pendarahan dari kepalanya. ayah dan ibu nisa terduduk lesu melihat darah keluar dari kepala putri mereka dan mommy dan daddy tak kalah terkejut.
"sayang, Bunda"teriak alex dan firza dengan histerisnya dan memeluk nisa. "Sayang"ucap rio dengan lirihnya dan membawa dewi dalam pelukannya. "sayang jangan begini, jangan membuatku takut"ucap victor dengan emosinya.
para tamu juga syok apalagi melihat ketiga petinggi di perusahaan hartawan begitu sedihnya, ini adalah kejadian langka melihat ketiganya begitu emosional begitulah dalam fikiran mereka.
Indah juga menangis dalam pelukan bibi .putri dan dimas terdiam membeku melihat keadaan nona dan sahabatnya. naya sudah menangis dalam pelukan eza.
RS Nay Hospital
para dokter dan petinggi RS berhamburan untuk menyambut kedatangan pemilik RS. Eza menghubungi pihak rumah sakit untuk bersiap karena menantu pemilik rumah sakit kritis.
suster juga kalang kabut untuk menyiapkan ruangan UGD untuk menangani ketiga menantu keluarga hartawan.
Alex menggendong nisa tanpa menghiraukan dokter dia terus berjalan menuju ruang UGD. Rio dengan pelannya meletakan dewi atas brankar dan menbawa istrinya sedangkan victor yang terlihat syok karena istrinya yang biasanya cerewet sekarang hanya diam.
__ADS_1
Dokter dan suster membawa ketiga pasien ke ruangan operasi karena luka di kepala mereka.
Ya Allah sembuhkan bundaku"doa firza. ayah dan ibu juga ikut berdoa. mommy berusaha menengangkan alex yang sudah menangis, rio terus mondar mandir di depan pintu operasi sedangkan victor terduduk lemas di depan pintu.
dimas dan eza tidak menyangka bahwa akan menyaksikan kejadian ini. dimana ketiga orang itu biasanya arogant dan kejam sekarang malah lemah.
terdengar suara pintu terbuka keluarlah dokter alex dan lainnya menghampiri dokter tersebut.
"Dokter bagaimana istri saya"kata alex dengan air mata yang mengalir. "dok bagaimana keadaannya "kata rio. "dokter cepat katakan "kata victor dengan sabar. "nak tenanglah biar dokter yang menjelaskannya"seru pak bayu.
membuat keluarga syok mendengarnya ibu dan ayah menangis mendengar perkataan dokter. "sial seharusnya aku memegang erat tangannya"kata victor dengan lirihnya dan mengusap wajahnya.
"kau dokter seharusnya bisa mengobati isrtriku "teriak alex dan menarik jas dokter. "ini tidak benar kan dok"teriak rio hampir saja menghajar dokter jika dimas tak menahannya. mommy dan ibu minta maaf kepada dokter karena sikap putra dan menantunya.
"saya mengerti nyonya, tuan tolong ajak istri kalian berbicara orang yang tak sadarkan diri bisa mendengarnya perkataan kita. tuan istri kalian hamil tiga minggu untung saja kandungannya bisa terselamatan, saya permisi tuan nyonya"kata dokter dan meninggalkan mereka yang masih terkejut.
__ADS_1
eza mengatur kamar VVIP untuk sahabatnya mereka di satu ruangan atas permintaan dari daddy alex
"kak alex, kak ipar sedang hamil selamat kak sekarang naya memiliki keponakan"kata naya dan menarik tangan alex ke ruangan rawat nisa disusul oleh daddy dan mommy juga orangtua nisa.
"rio ayo kita ke tempat nona dewi kamu harus mendorongnya untuk sadarkan diri untuk anakmu" bujuk dimas dan membimbing rio yang terlihat lesu.
"nak mari temui bela dan calon anakmu mereka membutuhkanmu"kata pak bayu.
mereka tiba di kamar VVIP tempat istri mereka belum sadarkan diri membuat para suami terduduk lemas di depan pintu.
"kalian temuilah istri kalian mereka sangat membutuhkan kalian juga calon anak kalian "kata ibu dengan menahan sedih.
sebaiknya kita biarkan mereka masuk duluan kita ke ruangan sebelah untuk istirahat yang telah di persiapkan oleh eza"bujuk daddy memandang istrinya dan besannya sedih dan lelah.
Alex, rio dan victor terduduk lemas di samping istri mereka masing dan mencium tangan
__ADS_1
.