Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
kehancuran keluarga wijaya


__ADS_3

para wanita di keluarga wijaya mulai ketakutan karena alex dan victor menghabisi anak buah suami mereka satu persatu .karena melihat keadaan yang tidak kondusif bagi mereka yola wijaya tanpa sengaja melihat nisa lengah dan dia berfikir untuk menghabisi firza.


nisa dan bela juga menghajar anak buah sendi yang mencoba mendekatinya sehingga nisa meminta firza agar tetap tenang di belakangnya. rio berusaha melindungi ayah nisa dari serangan sendi wijaya sehingga terjadilah pertarungan sengit.


yola berjalan secara perlahan mendekati firza dia mengeluarkan pisau kecil dalam sakunya dan langsung menangkap firza, dan mengarahkan pisau ke leher firza.


aw bunda hiks teriak firza. firza teriak nisa dan ayah nisa. hei wanita gila jika kau menyakitinya akan ku habisi kau kata bela dengan keras. hei kau siapa yang kau bilang wanita gila itu ha balas yola.


kau wanita gila, kau telah membangunkan srigala betina di depanmu aku tidak perlu turun tangan kau pasti habis di tangannya kata bela dengan senyum smirk. sayangnya aunty masih ingat kan pelajaran yang di beri pak bayu, ketika lawan berhasil menangkapmu apa yang harus dilakukan kata bela dengan senyum.


firza mengingat latihan bersama bayu kemudian firza menggigit tangan yola sehingga terlepas. Aw dasar anak kecil teriak yola. ayo sayang sekarang kita menyaksikan bundamu beraksi kata bela. ya aunty, tapi bunda tidak apa kan aunty. sayang bunda mu itu srigala betina wanita itu pasti kalah kata bela.


ayah nisa menghela nafasnya melihat tingkah bela. Nisa menghajar yola tanpa memberinya kesempatan untuk membalas. halo manis kita jumpa lagi kata jon wijaya yang tiba saja berada di depan bela dan membuat bela diam membeku.

__ADS_1


ayo manis ikut denganku kata jon dengan menarik tangan bela. bela yang mendapat serangan yang tiba membuatnya sedikit takut karena firza juga terluka terkena pisau yola.


lepaskan aku pria gila teriak bela. lepaskan aunty kata firza yang berusaha melepaskan tangan jon dari lengan bela. victor yang mendengar teriakan bela segera menghampirinya dan menghajar jon tanpa ampun sehingga dia meninggal di tempat karena terkena pistol yang diarahkan padanya oleh victor.


yola yang dihajar oleh nisa juga babak belur istri sendi yabg melihat putrinya hampir pingsan langsung menghajar nisa, sehingga nisa melawannya ketika nisa berusaha melindungi diri dari pukulan istri sendi, tanpa sengaja dia terjatuh dan terkena pecahan kaca di perutnya sehingga banyak mengeluarkan darah.


yola yang melihat ibunya tewas jatuh pingsan. alex sedang melawan tuan wijaya karena berusaha menembak nisa. tak lama terdengar suara mobil polisi masuk, polisi yang datang bersama dewi terkejut melihat banyaknya korban.


polisi menangkap semua keluarga wijaya dan mengangkat dua jenazah. tuan dan nyonya hanya diam menyaksikan kematian dari menantu dan cucunya. sendi pingsan karena melawan rio. atah nisa pergi ke tempat nisa tanpa menoleh keluarganya sedikit pun.


nisa dan bela hanya bisa menundukan kepala karena malu. aunty kata aunty bela tadi ada permainan acting tadi. jika aunty bela membuat wajahnya rusak firza harus menangis pasti ayah alex datang menjemput kami, ternyata benar ayah alex datang yeay kata firza dengan tertawa.


dewi memandang sahabatnya dan mengangkat alisnya. dewi apa yang kau lakukan cepat oerijsa wajah mereka itu kata alex dengan tak sabaenya.

__ADS_1


ayah nisa hanya tersenyum karena dua sudah menduga pasti ini ulah bela, sebab mereka pernah melakukan ini ketika masih sekolah.


tuan alex dengar ya dan tuan victor juga di wajah mereka ini hanya make up, pasti ini ulah si cerewet ini kata dewi sambil memukul lengan bela.


sayang habisnya mereka membawa penghulu kami menebak tadi apa yang mereka lakukan, hanya ide itu di pikir kata bela dengan manja. aduh temanku ini malah bermanja dia kata dewi. oh ya dew tilong periksa firza tadi lehernya ada luka karna wanita gila itu Kata bela.


sayang lihat bunda sini, apa ada yang sakit kata nisa sambil memeriksa firza. nak ada yang terluka kata ayah. tidak ada bunda, apa aunty bela sudah beli plaster sekarang tidak sakit lagi kata firza.


baiklah tapi firza harus diperiksa dengan dokter ya sayang takutnya ada terluka dalam kata alex. baiklah ayah jika bersama ayah firza mau kata firza dan memeluk alex.


sekarang ayo kita ke rumah sakit tak hanta dirza diperiksa tapi kalian juga kara dewu dengan tegasnya.baik bu dokter kata bela. kemudian mereka ke rumah sakut untuk mengobati alex dan lainnya.


dewi susah menghubungi keluarganya di rumah agae ke rumah sakit.

__ADS_1


.


__ADS_2