
Restoran
Anak-anak duduk di meja lain begitu pula dengan para orangtua duduk di meja sebelahnya Elang duduk bersama Alex, karena Alex ingin tahu hubungannya dengan putrinya.
" Tante Nisa dimana kak Firza? " Devina sejak tadi menunggu Firza.
" Uh anak ini sejak tadi tanya Firza " keluh Naya. " Nay tahu sendirikan putrimu sangat dekat dengan Firza " kata Bella.
Nisa tersenyum mengelus Vina sabar ya sayang kak Firzanya tadi ada urusan di kampus, sebentar lagi pasti datang tante sudah menghubunginya " kata Nisa.
Devina menanggukan kepalanya kembali duduk di dekat Indah sedangkan Cella menempel pada Rendra.
" Tuan Elang boleh saya tanya ada hubungan apa anda dengan putri saya?" Alex the point, membuat suasana sedikit hening.
" Mas" kata Nisa memegang tangan Alex, Alex tersenyum, sedangkan Revina hanya menundukan kepalanya dan lainnya diam tak ada yang menanggu.
__ADS_1
Tiba terdengar suara orang mengucapkan salam. " Assalamualaikum" kata Firza. " Kakak sudah datang" kata Devina, Firza menggandeng adik sepupunya itu menuju ke orangtuanya.
Revina menarik nafasnya begitu pula dengan Elang. " Bunda, ayah maaf Firza baru datang tadi ada urusan di kampus " kata Firza, mencium tangan orangtuanya.
" Tidak apa Firza itu dia sejak tadi menunggumu" kata Naya yang kesal dengan putrinya, Dimas hanya tersenyum.
Mata Firza tertuju orang yang duduk di samping Victor. " Halo kita berjumpa lagi" kata Firza.
" Saya tak tidak tahu kalau anda juga putra tuan Alex" kata Elang, merasa lega karena Firza adalah putra Alex.
" Kakak" kata Revina. " Revina" kata Alex. " Maaf ayah kakak bikin kesal" kata Revina duduk dengan kesal.
" Tuan Elang anda belum menjawab pertanyaan saya " kata Alex. " Sepertinya saya tak bisa menyembunyikannya dari anda" Elang tersenyum.
" Saya menyukai tidak sangat mencintai putri anda" kata Elang dengan tegas membuat Revina tersipu malu. Alex melipat tangannya di dadanya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Anda tahu sendiri bukan kalau putri saya baru saja menyelesaikan sekolalah dan kami sudah memutuskan setelah mereka lulus nantinya saya akan mengkuliahkan mereka ke luar negeri, apakah anda bersedia menunggu waktu yang lama" kata Alex.
" Ayah" teriak Rendra dan Revina berdiri karena terkejut mendengarnya. " Rendra, kamu harus mengurusi perusahaan ayah nantinya tak mungkin kakakmu yang mengurusnya karena dia sudah mengurus perusahaan bundamu dan Revina akan kuliah bidang dokter bedah nantinya" kata Alex
" Baik ayah" kata Rendra menatap Cahaya yang tersenyum. " Ayah Revina kuliahnya disini saja ya lagi pula siapa yang nantinya mengurus toko kue" kata Revina membujuk Alex.
" Nak ayah paham ketakutanmu jika tuan Elang benar mencintaimu dia pasti akan menunggumu, ayah tak mungkin menikahi kalian sekarang, apalagi kedua kakakmu belum menikah" kata Alex.
" Ih ini gara kak Firza dan kak Indah kenapa tidak dikenalkan pacarnya pada ayah dan bunda" kata Revina memajukan bibirnya.
Indah tersenyum melihat adiknya. " Kalian berdua juga ikut" kata Victor menunjukan Abimanyu dan Verlo, mereka menanggukan kepalanya.
Kemudian mereka menikmati makanan yang telah di pesan, Alex membahas bisnis dengan Elang juga Rio dan Victor.
Ada kesedihan yang di rasakan oleh Cahaya, Aulia dan Efina karena harus berpisah dengan pasangan mereka, tapi ini demi masa depan mereka yang cerah.
__ADS_1